Pemikiran Pascakolonial: Ketika Bule Menjadi Trofi Status Sosial di Indonesia

Pemikiran pascakolonial masih memengaruhi cara sebagian masyarakat Indonesia memandang hubungan romantis, kecantikan, dan status sosial. Saya menyadari hal itu ketika membaca sebuah komentar di TikTok yang berbunyi, “Kak, pokoknya kamu harus sama bule.” Komentar tersebut memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting: mengapa harus bule? Mengapa banyak orang masih menganggap identitas Barat sebagai nilai tambah dalam sebuah…

Baca Lengkapnya

Perempuan Karier Masih Dianggap Egois?

Perempuan pada era modern memiliki kesempatan yang lebih luas dalam pendidikan dan pekerjaan. Saat ini banyak kaum Hawa bekerja, membangun usaha, bahkan menjadi pemimpin di berbagai bidang. Namun, di tengah perkembangan tersebut, masyarakat masih sering memberi stigma negatif terhadap mereka yang karier.  R.A.Kartini juga mendorong mereka untuk berdaya di era modern ini tapi mengapa justru jika mereka…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Hanya” Ibu Rumah Tangga

Pertanyaan mengenai rencana pasca-kelulusan sering kali menjadi beban psikologis bagi banyak mahasiswa. Muncul ketakutan tersirat bahwa memilih peran sebagai ibu rumah tangga berarti menyia-nyiakan seluruh jerih payah menuntut ilmu di universitas. Kita tentu tidak asing dengan sinisme komunal yang sering terdengar di masyarakat, seperti, “Sekolah tinggi-tinggi kok ujung-ujungnya cuma ke dapur.” Penggunaan kata “hanya” di…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Ujungnya Cuma ke Dapur”

Hingga hari ini, stigma bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena akhirnya akan kembali ke dapur masih terus masyarakat rawat. Pikiran tersebut jelas tidak masuk akal, sebab mengurus rumah tangga dan mendidik anak justru membutuhkan kecerdasan yang matang. Ada kontradiksi besar ketika masyarakat menuntut lahirnya generasi masa depan yang cerdas, namun membatasi ruang belajar bagi…

Baca Lengkapnya

Paras dan Bentuk Tubuh: Tolok Ukur Nilai Perempuan

Pernahkah kita menyadari bahwa perempuan sering kali ternilai dari paras wajah dan bentuk tubuhnya sebelum karakter, kepribadian, dan kemampuannya terkenal lebih jauh lagi? Di tengah perkembangan media sosial dan budaya populer saat ini, perempuan sering kali berhadapan dengan berbagai standar kecantikan yang teranggap ideal. Wajah cantik dan mulus, kulit bersih, tubuh bagus, dan penampilan yang…

Baca Lengkapnya

Tekanan Sosial Melanjutkan Impian Pendidikan

“Masa depan perempuan itu sudah pasti di dapur. Mau berpendidikan atau tidak ujungnya tetap sama. Jadi, buat apa melanjutkan pendidikan?” begitulah kalimat yang sering masyarakat penganut budaya patriarki lontarkan. Lagi-lagi perempuan berhadapan dengan tekanan sosial yang merendahkan martabatnya. Bukankah pendidikan merupakan hak bagi setiap insan tanpa memandang jenis kelamin?Perempuan juga memiliki cita-cita, keinginan untuk berkembang, serta harapan untuk…

Baca Lengkapnya

Peran Orang Tua Menanamkan Sifat Kejujuran pada Anak

Kejujuran merupakan salah satu sifat yang harus orang tua tanam, kembangkan, serta latih sejak dini kepada anak. Kejujuran dapat menjadi tolok ukur seseorang dapat kita percaya dalam perkataan, tindakan, dan perilaku. Dengan menanamkan sifat jujur sejak dini, tentu akan sangat banyak sekali manfaat dalam kehidupan sehari-hari dan berdampak positif bagi anak. Sifat jujur merupakan modal…

Baca Lengkapnya

Kekerasan Seksual di Ruang Agama: Relasi Kuasa, Manipulasi Doktrin Agama, dan Silence Culture

Jagad media sedang heboh dengan masifnya perilaku bejat berupa kekerasan seksual oleh oknum kiai. Pasalnya, pesantren yang seharusnya menjadi ruang aman bagi santriwati justru menjadi tempat terjadinya perilaku yang keji dan menjijikkan. Kiai yang merupakan figur agama juga menciptakan stigma buruk yang berdampak pada banyak hal. Di antaranya menjadikan masyarakat skeptis terhadap lingkungan pesantren bahkan…

Baca Lengkapnya

Menggali Keindahan Bahasa Indonesia sebagai Warisan Budaya

Bahasa Indonesia memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sebagai alat komunikasi. Setiap hari, jutaan orang menggunakannya untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa bahasa yang kita gunakan bukan hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga merupakan warisan budaya yang sangat berharga?  Bahasa Indonesia berakar dari bahasa melayu, lalu secara resmi lahir dan terikrar…

Baca Lengkapnya

Penempatan Laki-Laki di Gerbong Depan: Bukan Solusi, Melainkan Tumbal

Peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi pada Rabu 29 April 2026 menimbulkan 106 korban. Di antaranya 16 orang meninggal dan 90 orang luka-luka. Kepanikan publik kembali membuka perdebatan mengenai keselamatan penumpang transportasi umum di Indonesia. Di tengah duka dan evaluasi yang seharusnya berfokus pada perbaikan sistemnya keamanan transportasi kereta api, muncul pernyataan dari Menteri Pemberdayaan…

Baca Lengkapnya

Kompor Bukan Kodrat

Ada ironi yang sangat mencolok dalam cara kita memandang dapur. Ketika seorang pria membawa piring masakan buatan sendiri ke meja makan, seisi ruangan serempak kagum. Namun ketika seorang perempuan mengaku tidak pandai memasak, desis penilaian langsung mengudara pertanyaan basa-basi berubah jadi sidang kecil. “Gimana nanti urus suami?” seolah-olah kompor adalah takdir yang hanya berlaku satu…

Baca Lengkapnya

RISALAH CUT NYAK DIEN – MENTENG

BULAN KEBANGKITAN ULAMA PEREMPUAN INDONESIA 2026 “Indonesia Tanpa Kekerasan: Dari Ruang Domestik hingga Negara” بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kami, ulama, guru, dan penggerak komunitas dari Jaringan KUPI dalam momentum Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia ini menyerukan panggilan kesadaran. Dengan semangat perjuangan para pendahulu, kami menegaskan bahwa Islam adalah agama rahmah. Dan Indonesia adalah negeri yang harus bebas dari segala…

Baca Lengkapnya

Puncak BKUPI: Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan

Jakarta – Masjid Cut Nyak Dien menjadi lokasi penyelenggaraan hari puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia (BKUPI) pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu terhadiri sekitar 1.000 peserta. Baik secara luring maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia serta jaringan internasional. Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian Bulan Kebangkitan…

Baca Lengkapnya

Menggugat Predator Akademik: Alarm Keras dari UIN Raden Mas Said Surakarta

Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kembali terkejutkan oleh kabar kelam yang mencoreng institusi akademik berbasis moral dan agama. Mutakhir, media sosial heboh oleh unggahan yang mengungkap dugaan pelecehan seksual seorang oknum dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Kasus ini mencuat setelah seorang alumni berinisial P berani menyuarakan pengalaman pahitnya ke ruang…

Baca Lengkapnya