Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Perempuan Berpendidikan dan Stigma Masyarakat 01
02
Strategi Kesantunan Berbahasa di Lokapasar
03
The Environment Inside You: Bagaimana Dunia di Sekitar Membentuk Kita
04
Toxic Positivity Berkedok Peduli yang Merusak Mental Mahasiswa
05
Jerawat dan Runtuhnya Kepercayaan Diri Perempuan
06
Pelecehan Seksual dan Relasi Kuasa di Dunia Pendidikan
07
Perempuan Tidak Harus Menjadi Superwoman

Artikel Popular

Perempuan Berpendidikan dan Stigma Masyarakat
Strategi Kesantunan Berbahasa di Lokapasar
The Environment Inside You: Bagaimana Dunia di Sekitar Membentuk Kita
Toxic Positivity Berkedok Peduli yang Merusak Mental Mahasiswa
Jerawat dan Runtuhnya Kepercayaan Diri Perempuan
Pelecehan Seksual dan Relasi Kuasa di Dunia Pendidikan

Perempuan Berpendidikan dan Stigma Masyarakat

Mengapa perempuan yang berpendidikan tinggi masih sering mendapat penilaian negatif di tengah terbukanya akses pendidikan? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika melihat kenyataan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka partisipasi perempuan pada jenjang pendidikan tinggi mencapai 35,98%. Mereka hadir sebagai akademisi, peneliti, guru,…

Baca Lengkapnya

Strategi Kesantunan Berbahasa di Lokapasar

Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh pola aktivitas masyarakat, termasuk dalam kegiatan perdagangan. Menurut Suharijadi (2018) Jika dahulu masyarakat harus datang langsung ke pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli barang, kini transaksi terjadi hanya melalui telepon genggam. Kehadiran marketplace (lokapasar) seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok menjadikan proses jual beli lebih cepat, praktis, dan efisien. Menurut Yani et al., (2025) Indonesia sendiri…

Baca Lengkapnya

The Environment Inside You: Bagaimana Dunia di Sekitar Membentuk Kita

Apa kita pernah berpikir mengapa kita bisa merespons suatu masalah yang bahkan kita sendiri tidak mengerti? Mungkin banyak orang berasumsi bahwa karakter, kepribadian, cara berpikir dan sifat kita terbentuk murni dari dalam diri sendiri. Padahal manusia terbentuk bukan hanya dari bawaan lahir. Namun, lingkungan di sekitar juga memiliki pengaruh yang sangat besar, setara dengan faktor…

Baca Lengkapnya

Toxic Positivity Berkedok Peduli yang Merusak Mental Mahasiswa

Kuliah itu berat. Ia bukan lagi sekadar perihal goresan tinta di atas kertas, melainkan bagaimana cara kita mengemban tanggung jawab yang telah kita pilih sendiri. Menjalani hari-hari sebagai mahasiswa selalu penuh rintangan dan itu tidak pernah mudah. Tumpukan deadline tugas sering kali datang beruntun tanpa ampun. Apalagi seiring bertambahnya semester, tugas bukan lagi sekadar menyusun makalah biasa….

Baca Lengkapnya

Jerawat dan Runtuhnya Kepercayaan Diri Perempuan

Pernahkah kita membayangkan bagaimana perasaan seseorang ketika wajahnya menjadi bahan komentar hampir setiap hari? Atau pernahkah kita tanpa sadar bertanya, “Kok mukamu ada jerawatnya banyak sih?” karena menganggapnya sebagai pertanyaan biasa? Bagi sebagian orang, komentar seperti itu mungkin terdengar sepele. Namun, bagi banyak perempuan yang sedang mengalami masalah kulit, komentar tersebut dapat menjadi pengalaman yang…

Baca Lengkapnya

Pelecehan Seksual dan Relasi Kuasa di Dunia Pendidikan

Dunia pendidikan di Indonesia tengah menghadapi krisis moral yang sangat mengkhawatirkan. Banyak skandal pelecehan seksual mencuat di lingkungan akademik maupun keagamaan. Akar utama persoalan ini bukanlah sekedar masalah moralitas individu, melainkan adanya ketimpangan relasi kuasa yang akurat antara pelaku dan korban. Institusi pendidikan seharusnya menjadi tempat dalam membentuk karakter dan etika bangsa. Namun, tempat ini…

Baca Lengkapnya

Perempuan Tidak Harus Menjadi Superwoman

Perempuan masa kini menghadapi berbagai tuntutan yang semakin kompleks. Masyarakat mengharapkan mereka berprestasi dalam pendidikan, sukses dalam karier, mengurus keluarga, menjaga penampilan, serta aktif dalam kehidupan sosial. Harapan tersebut melahirkan sosok ideal yang sering disebut sebagai “superwoman“, yaitu perempuan yang mampu menjalankan semua peran secara sempurna. Media sosial ikut memperkuat gambaran tersebut. Setiap hari, berbagai…

Baca Lengkapnya

Ria SW: Food Vlogger Perempuan Inspiratif

Bayangkan seorang kreator digital yang memulai perjalanan karier digitalnya tanpa modal kamera mahal, tanpa menampilkan wajahnya menggunakan filter, dan tanpa merancang konsep konten untuk menyenangkan banyak orang. Ia hanya tampil dengan satu hal, yaitu dirinya sendiri. Cara bicaranya yang santai, gaya tawa yang spontan, dan kejujuran yang ia tempilkan tanpa dibuat-buat. Ia adalah Ria Sukma…

Baca Lengkapnya

Lagu Anak di Tengah Musik Viral

Keberadaan dan popularitas lagu anak-anak mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Berbeda kondisinya pada 20 tahunan silam. Perkembangan serta tingginya peminat di zaman itu, menyebabkan seniman musik khususnya yang berkecimpung pada bidang anak-anak melimpah. Papa T. Bob (Erwanda Lukas) dan A.T. Mahmud (Abdullah Totong Mahmud) adalah contoh dari seniman yang banyak melahirkan lagu anak-anak. Proses penyebaran…

Baca Lengkapnya

Jilbab Bukan Paspor Aman dari Pelecehan

Pelecehan terhadap perempuan berjilbab bukanlah cerita fiksi. Bayangkan seorang perempuan berjilbab rapi pulang kerja sore hari, tiba-tiba seseorang melecehkannya di angkutan umum. Ketika ia melapor, orang-orang di sekitarnya justru berkata, “Lain kali jangan keluar sendiri.” jilbab yang ia kenakan tidak memberikan perlindungan apapun dari perilaku bejat pelaku. Kasus seperti ini bukan hal langka di Indonesia….

Baca Lengkapnya

Dilema Perempuan Gen Z Memilih Pasangan

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Perkawinan dan Perceraian Indonesia 2021. Jakarta: BPS.

Bowlby, J. (1969). Attachment and Loss, Vol. 1: Attachment. New York: Basic Books.

Gottman Institute. (2023). The Four Horsemen: Recognizing Criticism, Contempt, Defensiveness, and Stonewalling. Diakses 27 Mei 2026, dari https://www.gottman.com/blog/the-four-horsemen-recognizing-criticism-contempt-defensiveness-and-stonewalling/

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848.

Schwartz, B. (2004). The Paradox of Choice: Why More Is Less. New York: Ecco.

Baca Lengkapnya

Make Up sebagai Ekspresi Diri atau Ajang Perhatian?

Sebagian masyarakat masih memberi penilaian negatif kepada perempuan yang memakai make up. Mereka sering memberi cap “caper”, “kemayu”, atau terlalu mencari perhatian. Padahal, banyak perempuan memakai make up untuk meningkatkan rasa percaya diri, tampil lebih rapi, dan menghargai diri sendiri. Di era sekarang, make up sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan bentuk ekspresi diri….

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Standar yang Tak Pernah Selesai

Menjadi perempuan sering kali hidup berdampingan dengan berbagai standar yang terus berubah. Sejak kecil, perempuan sudah mengenal banyak aturan yang mengatur cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap. Orang tua sering mengajarkan anak perempuan menjadi pribadi yang sopan, lembut, dan penurut. Ketika memasuki masa remaja, standar yang harus memenuhi mereka semakin bertambah. Masyarakat mulai menuntut perempuan terkait…

Baca Lengkapnya

Perempuan, Aktivitas Malam, dan Stigma yang Tak Kunjung Hilang

Malam baru saja tiba. Sekelompok mahasiswa masih berkumpul di ruang organisasi mahasiswa (ormawa) untuk melaksanakan rapat kegiatan kampus. Di tengah jalannya rapat, salah satu mahasiswi meminta izin pulang terlebih dahulu karena khawatir akan mendapat pertanyaan dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Bukan karena ia melakukan suatu kesalahan, melainkan karena perempuan yang pulang malam masih sering menjadi…

Baca Lengkapnya

Peran Gender dalam Membentuk Identitas Sosial Generasi Muda di Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama bagi generasi muda. Kehadiran media sosial, platfrom digital, dan berbagai bentuk komunikasi modern tidak hanya mengubah cara seseorang berinteraksi. Namun juga memengaruhi cara individu memahami diri sendiri dan lingkungan sosialnya. Salah satu aspek yang mengalami perubahan dalam era digital adalah pemaknaan terhadap gender….

Baca Lengkapnya