Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Persepsi Feminitas dan Maskulinitas 01
02
Pola Tidur Sehat Bagi Mahasiswa Generasi Z
03
Ketika Kepercayaan Dikhianati
04
Di Bawah Garis Kelayakan: Tekanan Ekonomi & Cinta
05
Invisible Labor terhadap Psikologis Ibu Pekerja
06
Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral
07
Merantau: Jalan Perempuan Mencari Ruang untuk Tumbuh

Artikel Popular

Persepsi Feminitas dan Maskulinitas
Pola Tidur Sehat Bagi Mahasiswa Generasi Z
Ketika Kepercayaan Dikhianati
Di Bawah Garis Kelayakan: Tekanan Ekonomi & Cinta
Invisible Labor terhadap Psikologis Ibu Pekerja
Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral

Persepsi Feminitas dan Maskulinitas

Pasti bukan hal asing lagi bagi kita melihat seorang perempuan berpenampilan layaknya laki-laki atau sering kita sebut sebagai tomboi. Tidak jarang persepsi yang muncul dari orang yang melihatnya sebagai sebuah penampilan yang tampak mandiri dan keren. Beda cerita saat ada laki-laki yang menggunakan gaya perempuan, mulai dari sifatnya, penampilan, gaya bicara, dan barang-barang yang dia…

Baca Lengkapnya

Pola Tidur Sehat Bagi Mahasiswa Generasi Z

Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehidupan mereka sangat dekat dengan internet, media sosial, serta berbagai perangkat elektronik yang mereka manfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Dalam dunia pendidikan tinggi, teknologi memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses informasi, mengikuti perkuliahan, dan menyelesaikan tugas akademik. Namun, kemudahan tersebut…

Baca Lengkapnya

Ketika Kepercayaan Dikhianati

Di tengah masyarakat Indonesia, pesantren telah lama berperan sebagai lembaga pendidikan. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren juga membentuk karakter dan akhlak peserta didiknya. Bagi banyak orang tua, mengirim anak ke pesantren merupakan bentuk kepercayaan yang besar. Mereka berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki pegangan hidup yang kuat. Namun, harapan tersebut terkadang…

Baca Lengkapnya

Di Bawah Garis Kelayakan: Tekanan Ekonomi & Cinta

Pernah ada momen ketika seorang laki-laki berdiri diam bukan di depan cermin, melainkan di dalam kepalanya sendiri dan bertanya: apakah aku sudah cukup secara ekonomi untuk layak dicintai? Bukan cukup sebagai manusia. Bukan cukup sebagai sosok yang hangat, jujur, atau hadir. Melainkan cukup secara angka. Cukup secara nominal. Cukup untuk berdiri di samping seseorang yang ia cintai…

Baca Lengkapnya

Invisible Labor terhadap Psikologis Ibu Pekerja

Kita sering melihat sosok perempuan yang menjadi sandaran keluarga. Sosok perempuan yang menjadi curhatan suami, dan anak-anaknya. Sosok perempuan yang tanpa pamrih mengurus keperluan sehari-hari bahkan saat dia sendiri juga memiliki kesibukan karir. Ya. Ibu. Sosok perempuan itu adalah ibu. Ibu adalah pahlawan yang tanpa pamrih memberikan kita nasihat. Ibu memberikan kita amanat juga pendidikan…

Baca Lengkapnya

Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral

Belakangan ini, persoalan krisis moral semakin sering menjadi perhatian masyarakat. Berbagai kasus yang terjadi seperti perundungan, kekerasan, dan rendahnya sikap menghormati orang lain, sehingga menyebabkan lunturnya nilai kejujuran menunjukkan bahwa yang masyarakat hadapi di era modern bukan hanya teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan digital. Namun juga menyangkut kualitas moral manusia. Memang betul kemajuan zaman telah…

Baca Lengkapnya

Merantau: Jalan Perempuan Mencari Ruang untuk Tumbuh

Perempuan dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Sejak lahir, perempuan hidup di tengah berbagai norma, aturan, serta harapan yang masyarakat ciptakan dan pelihara dalam kehidupan sosial. Dalam banyak keadaan, masyarakat sering menjadikan perempuan sebagai objek penilaian. Cara berpakaian, cara berbicara, pilihan pendidikan, pekerjaan, hingga keputusan mengenai masa depan kerap menjadi bahan komentar. Tidak jarang, penilaian…

Baca Lengkapnya

Karier atau Keluarga: Mengapa Perempuan Selalu Dipaksa Memilih?

Bayangkan seorang perempuan berusia dua puluhan akhir. Ia baru saja lulus pascasarjana, bekerja di bidang yang dicintainya, dan mulai membangun karier yang selalu ia impikan sejak kecil. Namun di sisi lain, ia juga ingin memiliki keluarga, menikah, dan mungkin suatu hari menjadi seorang ibu. Ketika ia mengungkapkan kedua keinginan ini, respons yang sering diterimanya sering…

Baca Lengkapnya

Pernikahan Bukan Sekadar Tentang Usia

Di tengah masyarakat Indonesia, pertanyaan “kapan menikah?” masih sering muncul, terutama kepada perempuan yang telah memasuki usia 20-an. Banyak orang menjadikan usia sebagai patokan utama untuk menilai kesiapan seseorang memasuki jenjang pernikahan. Mereka kerap menganggap perempuan yang belum menikah pada usia tertentu terlalu memilih pasangan, terlalu fokus pada karier, atau terlambat menjalani kehidupan. Padahal, pernikahan…

Baca Lengkapnya

Kesetaraan Gender dalam Sepak Bola

Kesetaraan gender merupakan prinsip yang menekankan bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk olahraga. Salah satu cabang olahraga yang masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender adalah sepak bola. Selama bertahun-tahun, sepak bola sering dipandang sebagai olahraga yang identik dengan laki-laki sehingga partisipasi…

Baca Lengkapnya

Pikiran Tidak Mau Diam, Perempuan, dan Overthingking

Tidak semua pikiran bisa berhenti hanya karena seseorang berkata “gak usah dipikirin.” Bagi sebagian orang terutama perempuan pikiran sering kali berjalan tanpa jeda. Hal-hal kecil seperti nada pesan, perubahan sikap seseorang, hingga ucapan yang terlihat sederhana dapat terus terulang di kepala. Hal tersebut ialah overthingking, yaitu kondisi ketika seseorang memikirkan suatu hal secara berlebihan dan…

Baca Lengkapnya

Piala Dunia dan Kerinduan Manusia untuk Bersatu

Setiap empat tahun sekali, dunia seolah berhenti sejenak untuk menyaksikan sebuah permainan yang sebenarnya sangat sederhana. Sebuah bola tertendang, sebelas pemain berusaha mencetak gol, dan jutaan pasang mata tertuju pada satu lapangan hijau. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan sebuah fenomena yang sulit terjelaskan sepenuhnya oleh logika.  Negara-negara menunda aktivitasnya, produktivitas kerja menurun, jadwal tidur…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Peradaban Modern dalam Lingkup Perkawinan

Sejak berabad-abad silam, perempuan telah melebarkan sayapnya tidak hanya berperan dalam ranah domestik tetapi juga mencakup ranah publik. Peran ini dapat kita temukan pada pribadi Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah saw. yang berperan sebagai pengusaha sukses. Lantas, melihat konteks saat ini, berkarier dan berperan menjadi istri serta ibu rumah tangga tak terelakkan karena salah satu…

Baca Lengkapnya

Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan Dasar: Dua Sisi Tak Terpisahkan

Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Namun, di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, masih terdapat persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan, yaitu kesejahteraan guru. Fenomena ini menghadirkan sebuah paradoks. Di satu sisi, guru tertuntut untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan berkualitas. Di sisi lain, tidak…

Baca Lengkapnya