Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga 01
02
Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?
03
Patriarki dan Peran Domestik
04
Laki-Laki, Nafkah, dan Kuasa

Artikel Popular

Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga
Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?
Patriarki dan Peran Domestik
Laki-Laki, Nafkah, dan Kuasa
Kuasa Gender di Balik Makalah
Guru PAUD: Mengapa Hampir Selalu Perempuan?

Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga

Dalam sebuah keluarga, kehadiran ayah dan ibu memiliki peran yang sangat penting. Keduanya saling melengkapi dalam membesarkan anak, memberikan kasih sayang, serta memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya seorang ibu harus menjalani peran yang lebih berat karena harus menggantikan posisi ayah dalam keluarga. Banyak alasan yang menyebabkan seorang…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?

Pernahkah kita mendengar kalimat seperti, “Anak laki-laki kok suka warna ping?” atau “Perempuan jangan main bola, itu olahraga laki-laki”? Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar biasa, tetapi sebenarnya kalimat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih sering membedakan sesuatu berdasarkan gender. Masyarakat kerap mengaitkan warna, hobi, bahkan cita-cita dengan jenis kelamin seseorang. Padahal, setiap orang memiliki kesukaan, bakat,…

Baca Lengkapnya

Patriarki dan Peran Domestik

Membahas mengenai patriarki tak pernah lelah untuk terbicarakan dari waktu ke waktu sejak dulu. Praktik budaya yang mengakar kuat dalam suatu masyarakat yang terakibatkan oleh cara pandang terhadap peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bertempat sebagai pihak dominasi kekuasaan terhadap perempuan dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan pihak perempuan selalu menjadi kaum yang tidak terbiarkan menyuarakan…

Baca Lengkapnya

Laki-Laki, Nafkah, dan Kuasa

Saya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang masih memegang kuat budaya patriarki. Sejak kecil, saya melihat ayah memosisikan diri sebagai seseorang yang kuat dan pemegang kuasa utama. Beliau telah bekerja keras mencari nafkah dalam keluarga. Sementara ibu, mengerjakan seluruh pekerjaan domestik di rumah secara mandiri. Masyarakat menganggap memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengurus keluarga sebagai kewajiban…

Baca Lengkapnya

Kuasa Gender di Balik Makalah

Dalam dinamika perkuliahan, kerja kelompok sering kali menyisakan cerita ketimpangan yang luput dari perhatian. Sering kali, tanggung jawab berat untuk melakukan riset literatur dan merangkai argumen makalah secara otomatis bergeser ke pundak mahasiswi. Ironisnya, dedikasi intelektual yang menguras energi ini kerap kali hanya menjadi komoditas kelompok. Di mana mahasiswa yang pasif sepanjang proses pengerjaan bisa…

Baca Lengkapnya

Guru PAUD: Mengapa Hampir Selalu Perempuan?

Coba perhatikan ruang kelas PAUD atau TK sekitar kita. Hampir pasti, seorang perempuan berdiri di depan anak-anak. Ia berbicara dengan suara lembut, menunjukkan kesabaran yang besar, dan tetap tersenyum meski ada anak yang menangis, bertengkar, atau tiba-tiba rewel saat belajar. Ini bukan suatu kebetulan. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa perempuan mendominasi…

Baca Lengkapnya

Toxic Parenting: Ketika Orang Tua Jadi Sumber Luka

Kebanyakan dari kita sering mendengar perkataan dari orang tua “jangan jadi anak durhaka”. Namun di tengah adanya pernyataan tersebut ada satu bumerang jarang sekali seorang anak menanyakan “jangan jadi orang tua durhaka”. Pastinya seorang anak tahu efek dari pertanyaan tersebut, dimarahi atau bahkan ditelantarkan. Tindakan durhaka bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi kelalaian dalam memenuhi…

Baca Lengkapnya

Dilema Ibu Pekerja dalam Pengasuhan Anak

Baru-baru ini publik heboh dengan kasus tindak kekerasan pada anak di salah satu daycare di Jogja. Kasus tersebut menimbulkan keresahan besar, terutama bagi para ibu pekerja yang setiap harinya harus meninggalkan anak untuk bekerja. Bagaimana bisa seorang ibu tidak resah? Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman justru menjadi tempat yang melukai anak-anak. Komisi Perlindungan Anak…

Baca Lengkapnya

Pemikiran Pascakolonial: Ketika Bule Menjadi Trofi Status Sosial di Indonesia

Pemikiran pascakolonial masih memengaruhi cara sebagian masyarakat Indonesia memandang hubungan romantis, kecantikan, dan status sosial. Saya menyadari hal itu ketika membaca sebuah komentar di TikTok yang berbunyi, “Kak, pokoknya kamu harus sama bule.” Komentar tersebut memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting: mengapa harus bule? Mengapa banyak orang masih menganggap identitas Barat sebagai nilai tambah dalam sebuah…

Baca Lengkapnya

Perempuan Karier Masih Dianggap Egois?

Perempuan pada era modern memiliki kesempatan yang lebih luas dalam pendidikan dan pekerjaan. Saat ini banyak kaum Hawa bekerja, membangun usaha, bahkan menjadi pemimpin di berbagai bidang. Namun, di tengah perkembangan tersebut, masyarakat masih sering memberi stigma negatif terhadap mereka yang karier.  R.A.Kartini juga mendorong mereka untuk berdaya di era modern ini tapi mengapa justru jika mereka…

Baca Lengkapnya