Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah 01
02
Kartini dan Kebebasan Perempuan di Era Digital
03
Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga
04
Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?

Artikel Popular

Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah
Kartini dan Kebebasan Perempuan di Era Digital
Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga
Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?
Patriarki dan Peran Domestik
Laki-Laki, Nafkah, dan Kuasa

Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah

Pemandangan Bukit Uhud pada tahun 3 Hijriah sekejap berubah menjadi pertempuran yang mencekam ketika benteng pertahanan di puncak bukit runtuh akibat kelalaian pasukan pemanah. Pasukan berkuda Quraisy yang Khalid bin Walid pimpin yang masa itu masih menjadi musuh bergerak memanfaatkan celah tersebut. Berputar dari belakang dan mengepung kaum Muslimin yang sedang terbuai dengan harta rampasan….

Baca Lengkapnya

Kartini dan Kebebasan Perempuan di Era Digital

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan. Kartini dikenal sebagai sosok yang membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan. Berkat perjuangannya, perempuan Indonesia saat ini dapat menempuh pendidikan tinggi, bekerja, bahkan berperan penting di berbagai…

Baca Lengkapnya

Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga

Dalam sebuah keluarga, kehadiran ayah dan ibu memiliki peran yang sangat penting. Keduanya saling melengkapi dalam membesarkan anak, memberikan kasih sayang, serta memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya seorang ibu harus menjalani peran yang lebih berat karena harus menggantikan posisi ayah dalam keluarga. Banyak alasan yang menyebabkan seorang…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?

Pernahkah kita mendengar kalimat seperti, “Anak laki-laki kok suka warna ping?” atau “Perempuan jangan main bola, itu olahraga laki-laki”? Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar biasa, tetapi sebenarnya kalimat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih sering membedakan sesuatu berdasarkan gender. Masyarakat kerap mengaitkan warna, hobi, bahkan cita-cita dengan jenis kelamin seseorang. Padahal, setiap orang memiliki kesukaan, bakat,…

Baca Lengkapnya

Patriarki dan Peran Domestik

Membahas mengenai patriarki tak pernah lelah untuk terbicarakan dari waktu ke waktu sejak dulu. Praktik budaya yang mengakar kuat dalam suatu masyarakat yang terakibatkan oleh cara pandang terhadap peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bertempat sebagai pihak dominasi kekuasaan terhadap perempuan dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan pihak perempuan selalu menjadi kaum yang tidak terbiarkan menyuarakan…

Baca Lengkapnya

Laki-Laki, Nafkah, dan Kuasa

Saya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang masih memegang kuat budaya patriarki. Sejak kecil, saya melihat ayah memosisikan diri sebagai seseorang yang kuat dan pemegang kuasa utama. Beliau telah bekerja keras mencari nafkah dalam keluarga. Sementara ibu, mengerjakan seluruh pekerjaan domestik di rumah secara mandiri. Masyarakat menganggap memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengurus keluarga sebagai kewajiban…

Baca Lengkapnya

Kuasa Gender di Balik Makalah

Dalam dinamika perkuliahan, kerja kelompok sering kali menyisakan cerita ketimpangan yang luput dari perhatian. Sering kali, tanggung jawab berat untuk melakukan riset literatur dan merangkai argumen makalah secara otomatis bergeser ke pundak mahasiswi. Ironisnya, dedikasi intelektual yang menguras energi ini kerap kali hanya menjadi komoditas kelompok. Di mana mahasiswa yang pasif sepanjang proses pengerjaan bisa…

Baca Lengkapnya

Guru PAUD: Mengapa Hampir Selalu Perempuan?

Coba perhatikan ruang kelas PAUD atau TK sekitar kita. Hampir pasti, seorang perempuan berdiri di depan anak-anak. Ia berbicara dengan suara lembut, menunjukkan kesabaran yang besar, dan tetap tersenyum meski ada anak yang menangis, bertengkar, atau tiba-tiba rewel saat belajar. Ini bukan suatu kebetulan. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa perempuan mendominasi…

Baca Lengkapnya

Toxic Parenting: Ketika Orang Tua Jadi Sumber Luka

Kebanyakan dari kita sering mendengar perkataan dari orang tua “jangan jadi anak durhaka”. Namun di tengah adanya pernyataan tersebut ada satu bumerang jarang sekali seorang anak menanyakan “jangan jadi orang tua durhaka”. Pastinya seorang anak tahu efek dari pertanyaan tersebut, dimarahi atau bahkan ditelantarkan. Tindakan durhaka bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi kelalaian dalam memenuhi…

Baca Lengkapnya

Dilema Ibu Pekerja dalam Pengasuhan Anak

Baru-baru ini publik heboh dengan kasus tindak kekerasan pada anak di salah satu daycare di Jogja. Kasus tersebut menimbulkan keresahan besar, terutama bagi para ibu pekerja yang setiap harinya harus meninggalkan anak untuk bekerja. Bagaimana bisa seorang ibu tidak resah? Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman justru menjadi tempat yang melukai anak-anak. Komisi Perlindungan Anak…

Baca Lengkapnya