Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Di Bawah Garis Kelayakan: Tekanan Ekonomi & Cinta 01
02
Invisible Labor terhadap Psikologis Ibu Pekerja
03
Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral
04
Merantau: Jalan Perempuan Mencari Ruang untuk Tumbuh
05
Karier atau Keluarga: Mengapa Perempuan Selalu Dipaksa Memilih?
06
Nikah dan Tekanan Sosial yang Menghantui Perempuan
07
Pernikahan Bukan Sekadar Tentang Usia

Artikel Popular

Di Bawah Garis Kelayakan: Tekanan Ekonomi & Cinta
Invisible Labor terhadap Psikologis Ibu Pekerja
Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral
Merantau: Jalan Perempuan Mencari Ruang untuk Tumbuh
Karier atau Keluarga: Mengapa Perempuan Selalu Dipaksa Memilih?
Nikah dan Tekanan Sosial yang Menghantui Perempuan

Di Bawah Garis Kelayakan: Tekanan Ekonomi & Cinta

Pernah ada momen ketika seorang laki-laki berdiri diam bukan di depan cermin, melainkan di dalam kepalanya sendiri dan bertanya: apakah aku sudah cukup secara ekonomi untuk layak dicintai? Bukan cukup sebagai manusia. Bukan cukup sebagai sosok yang hangat, jujur, atau hadir. Melainkan cukup secara angka. Cukup secara nominal. Cukup untuk berdiri di samping seseorang yang ia cintai…

Baca Lengkapnya

Invisible Labor terhadap Psikologis Ibu Pekerja

Kita sering melihat sosok perempuan yang menjadi sandaran keluarga. Sosok perempuan yang menjadi curhatan suami, dan anak-anaknya. Sosok perempuan yang tanpa pamrih mengurus keperluan sehari-hari bahkan saat dia sendiri juga memiliki kesibukan karir. Ya. Ibu. Sosok perempuan itu adalah ibu. Ibu adalah pahlawan yang tanpa pamrih memberikan kita nasihat. Ibu memberikan kita amanat juga pendidikan…

Baca Lengkapnya

Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral

Belakangan ini, persoalan krisis moral semakin sering menjadi perhatian masyarakat. Berbagai kasus yang terjadi seperti perundungan, kekerasan, dan rendahnya sikap menghormati orang lain, sehingga menyebabkan lunturnya nilai kejujuran menunjukkan bahwa yang masyarakat hadapi di era modern bukan hanya teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan digital. Namun juga menyangkut kualitas moral manusia. Memang betul kemajuan zaman telah…

Baca Lengkapnya

Merantau: Jalan Perempuan Mencari Ruang untuk Tumbuh

Perempuan dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Sejak lahir, perempuan hidup di tengah berbagai norma, aturan, serta harapan yang masyarakat ciptakan dan pelihara dalam kehidupan sosial. Dalam banyak keadaan, masyarakat sering menjadikan perempuan sebagai objek penilaian. Cara berpakaian, cara berbicara, pilihan pendidikan, pekerjaan, hingga keputusan mengenai masa depan kerap menjadi bahan komentar. Tidak jarang, penilaian…

Baca Lengkapnya

Karier atau Keluarga: Mengapa Perempuan Selalu Dipaksa Memilih?

Bayangkan seorang perempuan berusia dua puluhan akhir. Ia baru saja lulus pascasarjana, bekerja di bidang yang dicintainya, dan mulai membangun karier yang selalu ia impikan sejak kecil. Namun di sisi lain, ia juga ingin memiliki keluarga, menikah, dan mungkin suatu hari menjadi seorang ibu. Ketika ia mengungkapkan kedua keinginan ini, respons yang sering diterimanya sering…

Baca Lengkapnya

Pernikahan Bukan Sekadar Tentang Usia

Di tengah masyarakat Indonesia, pertanyaan “kapan menikah?” masih sering muncul, terutama kepada perempuan yang telah memasuki usia 20-an. Banyak orang menjadikan usia sebagai patokan utama untuk menilai kesiapan seseorang memasuki jenjang pernikahan. Mereka kerap menganggap perempuan yang belum menikah pada usia tertentu terlalu memilih pasangan, terlalu fokus pada karier, atau terlambat menjalani kehidupan. Padahal, pernikahan…

Baca Lengkapnya

Kesetaraan Gender dalam Sepak Bola

Kesetaraan gender merupakan prinsip yang menekankan bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk olahraga. Salah satu cabang olahraga yang masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender adalah sepak bola. Selama bertahun-tahun, sepak bola sering dipandang sebagai olahraga yang identik dengan laki-laki sehingga partisipasi…

Baca Lengkapnya

Pikiran Tidak Mau Diam, Perempuan, dan Overthingking

Tidak semua pikiran bisa berhenti hanya karena seseorang berkata “gak usah dipikirin.” Bagi sebagian orang terutama perempuan pikiran sering kali berjalan tanpa jeda. Hal-hal kecil seperti nada pesan, perubahan sikap seseorang, hingga ucapan yang terlihat sederhana dapat terus terulang di kepala. Hal tersebut ialah overthingking, yaitu kondisi ketika seseorang memikirkan suatu hal secara berlebihan dan…

Baca Lengkapnya

Piala Dunia dan Kerinduan Manusia untuk Bersatu

Setiap empat tahun sekali, dunia seolah berhenti sejenak untuk menyaksikan sebuah permainan yang sebenarnya sangat sederhana. Sebuah bola tertendang, sebelas pemain berusaha mencetak gol, dan jutaan pasang mata tertuju pada satu lapangan hijau. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan sebuah fenomena yang sulit terjelaskan sepenuhnya oleh logika.  Negara-negara menunda aktivitasnya, produktivitas kerja menurun, jadwal tidur…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Peradaban Modern dalam Lingkup Perkawinan

Sejak berabad-abad silam, perempuan telah melebarkan sayapnya tidak hanya berperan dalam ranah domestik tetapi juga mencakup ranah publik. Peran ini dapat kita temukan pada pribadi Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah saw. yang berperan sebagai pengusaha sukses. Lantas, melihat konteks saat ini, berkarier dan berperan menjadi istri serta ibu rumah tangga tak terelakkan karena salah satu…

Baca Lengkapnya

Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan Dasar: Dua Sisi Tak Terpisahkan

Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Namun, di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, masih terdapat persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan, yaitu kesejahteraan guru. Fenomena ini menghadirkan sebuah paradoks. Di satu sisi, guru tertuntut untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan berkualitas. Di sisi lain, tidak…

Baca Lengkapnya

Dua Kata, Dua Makna: Kajian Semantik terhadap “Betina” dan “Jantan”

Dua kata, dua makna merupakan gambaran yang tepat untuk menjelaskan penggunaan kata betina dan jantan dalam bahasa Indonesia saat ini. Meskipun secara leksikal kedua kata tersebut sama-sama merujuk pada jenis kelamin makhluk hidup, masyarakat memberikan makna dan nilai yang berbeda terhadap keduanya. Masyarakat sering menganggap kata betina sebagai bentuk penghinaan bilamana tertuju kepada perempuan. Sedangkan…

Baca Lengkapnya

Kasih Sayang dan Toxic Parenting yang Samar

Toxic parenting menjadi salah satu isu yang semakin banyak mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ini mengacu pada pola pengasuhan yang memberikan dampak negatif terhadap perkembangan emosional dan mental anak. Namun, banyak orang masih kesulitan mengenali perilaku tersebut karena orang tua sering membungkusnya dengan alasan kasih sayang dan kepedulian. Padahal, tidak semua tindakan atas…

Baca Lengkapnya

Menikah Bukan Balapan: Alasan Gen Z Enggan Terburu-buru Menuju Pelaminan

Belakangan ini, video konten di media sosial sering memenuhi dua hal yang kontradiktif: banyak orang mendambakan pernikahan yang harmonis dan berita pilu tentang perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagi Generasi Z (Gen Z), fenomena ini bukan sekadar konsumsi konten digital, melainkan sebuah pukulan realitas yang memicu kecemasan mendalam. Ada pergeseran paradigma yang masif….

Baca Lengkapnya