Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Nastar Core: Implikasi Objektifikasi Perempuan 01
02
Keluarga, Trauma, dan Identitas Perempuan
03
Di Balik Warna-Warni Tarawih: Sejarah Mukena di Nusantara

Artikel Popular

Nastar Core: Implikasi Objektifikasi Perempuan
Keluarga, Trauma, dan Identitas Perempuan
Di Balik Warna-Warni Tarawih: Sejarah Mukena di Nusantara
Ramadan yang Datang, Rasa yang Hilang

Nastar Core: Implikasi Objektifikasi Perempuan

Bukan hal baru sebenarnya, menjelang lebaran dari tahun ke tahun selalu identik dengan makanan khas, yakni nastar. Nastar merupakan kue kering yang berisi selai nanas dan terbaluri karamel beserta parutan keju. Selain itu semakin ke sini bentuk nastar variatif seperti dengan warna-warni, menyerupai bebek, dan variasi lainnya.  Hal ini bukan merupakan perilaku fear of missing out (fomo)…

Baca Lengkapnya

Keluarga, Trauma, dan Identitas Perempuan

Sebagai salah satu karya penting dalam khazanah sastra Indonesia kontemporer, Nadira (2017) menampilkan eksplorasi trauma pribadi dan dinamika keluarga dalam karya Leila S. Chudori. Penulis yang juga terkenal sebagai (mantan, ed) jurnalis majalah Tempo ini memiliki latar belakang jurnalistik kuat. Karena itu, cerita dan tokoh yang dia tulis terasa jujur dan penuh pengamatan. Novel ini…

Baca Lengkapnya

Di Balik Warna-Warni Tarawih: Sejarah Mukena di Nusantara

Baru-baru ini, potret salat tarawih di Indonesia menjadi sorotan di media sosial melalui unggahan akun @muslim. Barisan jamaah muslimah yang mengenakan mukena dengan warna yang beragam membuat suasana salat tampak lebih hiduh. Peristiwa itu amat berbeda dengan potret Tarawih di negara-negara Timur Tengah yang cenderung terdominasi warna gelap dan pakaian sederhana. Tidak sedikit warganet menganggap…

Baca Lengkapnya

Ramadan yang Datang, Rasa yang Hilang

Setiap kali bulan suci Ramadan semakin dekat, suasana berubah menjadi lebih hangat. Masjid mulai ramai, ucapan “Marhaban ya Ramadhan” berseliweran di media sosial, dan hati banyak orang terasa berbunga-bunga. Ramadan selalu identik dengan kebersamaan, harapan baru, dan kesempatan memperbaiki diri. Bagi sebagian besar orang, datangnya adalah kabar bahagia yang ternantikan sepanjang tahun. Namun, di tengah…

Baca Lengkapnya

Hak Anak, Tanggung Jawab Orang Tua: Pondasi Pendidikan dari Keluarga

Akhir-akhir ini dunia maya heboh dengan banyaknya anak kurang terpenuhi haknya. Terlebih hak memperoleh pendidikan dan kasih sayang dari orang tua. Beredar video di Instagram, Threeds, X, maupun TikTok mengenai anak kurang terpenuhi kebutuhan sekundernya, sedangkan negara mempunyai cita-cita mencerdaskan anak bangsa. Seorang laki-laki dan perempuan jika sudah memiliki ikatan hubungan keluarga maka akan terbebani…

Baca Lengkapnya

Serigala, Domba, dan Pemburu: Cermin Krisis Identitas Manusia Modern

Ketika empati memudar, manusia perlahan kehilangan kompleksitas diri sendiri. Gambaran ini tercermin kuat dalam sebuah adegan film Frankenstein (2025) ketika makhluk ciptaan itu menyaksikan serigala menyerang domba, lalu seorang pemburu membunuh serigala. Dalam keheningan setelah peristiwa itu, ia menyadari satu hal sederhana tapi mengganggu: pemburu tidak membenci serigala, serigala tidak membenci domba, tapi kekerasan di antara mereka…

Baca Lengkapnya

Logika di Balik Murka: Mencari Keadilan di Tengah Ego

Dalam kehidupan manusia, kemarahan adalah emosi yang sering muncul tanpa peringatan. Ia hadir ketika seseorang merasa disalahpahami, diperlakukan tidak adil, atau ketika harapan tiba-tiba runtuh. Ledakannya terasa spontan, tetapi di baliknya terdapat persoalan yang lebih dalam tentang cara manusia memahami diri dan dunianya. Sejak lama para filsuf memikirkan emosi ini. Bagi kaum Stoa, kemarahan merupakan…

Baca Lengkapnya

Menolak Kekerasan sebagai Pemulihan Martabat

Kau mungkin lupa, situasi yang menyakitkan mampu berbalik arah. Kau akan mengingatku sebagai angka delapan yang tegak serupa sketsa jam waktu. Pasir di dalamnya adalah usahaku, begitu banyak, terbuat dari butir-butir kemantapan hati, terkikis oleh kenyataan yang kau buat sendiri. Duka yang akan menggelapkan harimu lebih kejam dari tiap-tiap kemungkinan yang dapat dibayangkan.  Sekilas, petikan…

Baca Lengkapnya

Kisah Aurélie Moeremans, Broken Strings, dan Relasi yang Salah Arah

Menjelang akhir 2025, nama Aurélie Moeremans ramai publik bicarakan setelah ia merilis buku Broken Strings (2025). Bukan karena gosip murahan atau sensasi kosong, melainkan karena keberaniannya membuka luka lama yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Buku itu bukan sekadar memoar selebritas, tapi catatan pahit tentang bagaimana relasi yang kita kira cinta justru menjelma menjadi rangkaian kekerasan…

Baca Lengkapnya