Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Santriwati dan Wacana Fikih Perempuan: Reinterpretasi Teks Gender di Lingkungan Pesantren 01
02
Ketika Malam Menjahit Luka
03
Masih Soal Dapur
04
Tekanan Perempuan di Dunia Kerja
05
Silent Divorce: Terjebak menjadi Tempat Sampah Emosional?
06
Menyuarakan yang Terbungkam: Melawan Kekerasan Gender di Ruang Digital
07
Gaya Hidup Modern Mahasiswa: Nongkrong, Checkout, dan Healing

Artikel Popular

Santriwati dan Wacana Fikih Perempuan: Reinterpretasi Teks Gender di Lingkungan Pesantren
Ketika Malam Menjahit Luka
Masih Soal Dapur
Tekanan Perempuan di Dunia Kerja
Silent Divorce: Terjebak menjadi Tempat Sampah Emosional?
Menyuarakan yang Terbungkam: Melawan Kekerasan Gender di Ruang Digital

Santriwati dan Wacana Fikih Perempuan: Reinterpretasi Teks Gender di Lingkungan Pesantren

Beberapa dekade terakhir ini, banyak di antara para intelektual muda yang semangat membicarakan gender dan perihal isu-isu mengenai perempuan. Akan tetapi, di berbagai banyaknya perspektif, apakah interaksi gagasan gender ini sudah menyentuh pesantren? Atau hanya bergelut di dalam dunia akademik, dan lembaga perguruan tinggi di Indonesia? Maka dari itu, hari ini kita akan melihat bagaimana…

Baca Lengkapnya

Ketika Malam Menjahit Luka

Malam menurunkan tirai gelapnya, memeluk kota yang lelah dan menenangkan hiruk-pikuk siang. Di antara detak jam yang pelan dan napas rumah yang hampir terhenti terbentang pada satu ruang yang berbeda. Mungkin bagi sebagian perempuan membutuhkan ruang yang tidak hanya sunyi namun jua memberi obat untuk jiwa. Aku terbangun dalam tidur yang tak lelap, mimpi buruk,…

Baca Lengkapnya

Masih Soal Dapur

“Perempuan sekolah tinggi ngapain? Ujung-ujungnya juga di dapur.” Kalimat seperti ini mungkin terdengar kuno, tetapi faktanya masih sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Ada yang mengucapkannya sebagai candaan, ada pula yang benar-benar meyakininya. Di balik kalimat tersebut, sebagian masyarakat menganggap pendidikan tinggi lebih penting bagi laki-laki, sedangkan perempuan pada akhirnya hanya akan menjalankan peran domestik sebagai…

Baca Lengkapnya

Tekanan Perempuan di Dunia Kerja

Tekanan terhadap perempuan masih menjadi persoalan yang terus terjadi hingga saat ini, terutama dalam lingkungan kerja yang memberikan tekanan dan beban berlebihan kepada perempuan. Dunia kerja masih menganggap perempuan sebagai pekerja yang lebih mudah diatur dan penurut. Anggapan tersebut membuat perempuan sering memperoleh beban kerja yang berlebihan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja menuntut perempuan…

Baca Lengkapnya

Silent Divorce: Terjebak menjadi Tempat Sampah Emosional?

Dalam dinamika keluarga modern, terdapat fenomena yang jarang terlihat oleh banyak orang. Fenomena ini dikenal dengan istilah silent divorce, yaitu kondisi ketika sebuah keluarga yang mempertahankan status pernikahannya, tetapi secara emosional sudah berjalan masing-masing. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kebuntuan komunikasi antara ibu dan ayah sehingga memunculkan pihak ketiga sebagai media komunikasi maupun menjadi tempat…

Baca Lengkapnya

Menyuarakan yang Terbungkam: Melawan Kekerasan Gender di Ruang Digital

Di era digital, internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Media sosial, aplikasi pesan, dan berbagai platform digital membuka ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi, berbagi informasi, serta mengekspresikan diri. Kehadiran teknologi membawa banyak manfaat, mulai dari kemudahan akses pengetahuan hingga peluang untuk membangun jejaring sosial yang lebih luas. Namun, di balik kemudahan…

Baca Lengkapnya

Gaya Hidup Modern Mahasiswa: Nongkrong, Checkout, dan Healing

Gaya hidup modern mahasiswa saat ini mengalami perubahan besar seiring perkembangan teknologi dan tren sosial. Di era modern ini, kehidupan mahasiswa tidak lagi hanya berfokus pada perkuliahan, tugas, dan pencapaian akademik. Perkembangan teknologi serta perubahan gaya hidup telah membawa banyak kebiasaan baru yang memengaruhi cara mahasiswa menjalani kehidupan sehari-hari. Kemudahan akses informasi, media sosial, serta…

Baca Lengkapnya

Perempuan Merdeka dan Bayangan Pernikahan

Dari dulu sampai sekarang, kita sering mendengar perbedaan yang mencolok. Anak laki-laki mendapat pertanyaan: “Mau jadi apa kamu besarnya?”. Sedangkan anak perempuan mendapat pertanyaan: “Kapan kamu menikah?”. Dua pertanyaan sederhana itu mengandung pesan tersirat. Seakan-akan masyarakat ingin mengatakan bahwa masa depan perempuan adalah menunggu, bukan berkembang sebagai individu yang bebas. Ada juga ungkapan yang sangat…

Baca Lengkapnya

Perempuan Berpendidikan dan Stigma Masyarakat

Mengapa perempuan yang berpendidikan tinggi masih sering mendapat penilaian negatif di tengah terbukanya akses pendidikan? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika melihat kenyataan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka partisipasi perempuan pada jenjang pendidikan tinggi mencapai 35,98%. Mereka hadir sebagai akademisi, peneliti, guru,…

Baca Lengkapnya

Strategi Kesantunan Berbahasa di Lokapasar

Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh pola aktivitas masyarakat, termasuk dalam kegiatan perdagangan. Menurut Suharijadi (2018) Jika dahulu masyarakat harus datang langsung ke pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli barang, kini transaksi terjadi hanya melalui telepon genggam. Kehadiran marketplace (lokapasar) seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok menjadikan proses jual beli lebih cepat, praktis, dan efisien. Menurut Yani et al., (2025) Indonesia sendiri…

Baca Lengkapnya

The Environment Inside You: Bagaimana Dunia di Sekitar Membentuk Kita

Apa kita pernah berpikir mengapa kita bisa merespons suatu masalah yang bahkan kita sendiri tidak mengerti? Mungkin banyak orang berasumsi bahwa karakter, kepribadian, cara berpikir dan sifat kita terbentuk murni dari dalam diri sendiri. Padahal manusia terbentuk bukan hanya dari bawaan lahir. Namun, lingkungan di sekitar juga memiliki pengaruh yang sangat besar, setara dengan faktor…

Baca Lengkapnya

Toxic Positivity Berkedok Peduli yang Merusak Mental Mahasiswa

Kuliah itu berat. Ia bukan lagi sekadar perihal goresan tinta di atas kertas, melainkan bagaimana cara kita mengemban tanggung jawab yang telah kita pilih sendiri. Menjalani hari-hari sebagai mahasiswa selalu penuh rintangan dan itu tidak pernah mudah. Tumpukan deadline tugas sering kali datang beruntun tanpa ampun. Apalagi seiring bertambahnya semester, tugas bukan lagi sekadar menyusun makalah biasa….

Baca Lengkapnya

Jerawat dan Runtuhnya Kepercayaan Diri Perempuan

Pernahkah kita membayangkan bagaimana perasaan seseorang ketika wajahnya menjadi bahan komentar hampir setiap hari? Atau pernahkah kita tanpa sadar bertanya, “Kok mukamu ada jerawatnya banyak sih?” karena menganggapnya sebagai pertanyaan biasa? Bagi sebagian orang, komentar seperti itu mungkin terdengar sepele. Namun, bagi banyak perempuan yang sedang mengalami masalah kulit, komentar tersebut dapat menjadi pengalaman yang…

Baca Lengkapnya

Pelecehan Seksual dan Relasi Kuasa di Dunia Pendidikan

Dunia pendidikan di Indonesia tengah menghadapi krisis moral yang sangat mengkhawatirkan. Banyak skandal pelecehan seksual mencuat di lingkungan akademik maupun keagamaan. Akar utama persoalan ini bukanlah sekedar masalah moralitas individu, melainkan adanya ketimpangan relasi kuasa yang akurat antara pelaku dan korban. Institusi pendidikan seharusnya menjadi tempat dalam membentuk karakter dan etika bangsa. Namun, tempat ini…

Baca Lengkapnya

Perempuan Tidak Harus Menjadi Superwoman

Perempuan masa kini menghadapi berbagai tuntutan yang semakin kompleks. Masyarakat mengharapkan mereka berprestasi dalam pendidikan, sukses dalam karier, mengurus keluarga, menjaga penampilan, serta aktif dalam kehidupan sosial. Harapan tersebut melahirkan sosok ideal yang sering disebut sebagai “superwoman“, yaitu perempuan yang mampu menjalankan semua peran secara sempurna. Media sosial ikut memperkuat gambaran tersebut. Setiap hari, berbagai…

Baca Lengkapnya