Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Mengenal Forum Lingkar Jagat, Menyatukan Langkah Ekologi Lintas Iman 01
02
Festival Jagat 2026: Menegaskan Peran Agama untuk Kelestarian Alam
03
Jerawat Bukan Aib
04
Membunyikan Makna: Membaca Buat Apa Menikah?
05
Ketika Jabat Tangan Antargender Menjadi Budaya di Kampus Islam
06
Membaca Ulang Makna Merdeka di Tengah Krisis Iklim dan Ketimpangan Ekonomi
07
Pertautan Perempuan, Masyarakat Adat, dan Lingkungan

Artikel Popular

Mengenal Forum Lingkar Jagat, Menyatukan Langkah Ekologi Lintas Iman
Festival Jagat 2026: Menegaskan Peran Agama untuk Kelestarian Alam
Jerawat Bukan Aib
Membunyikan Makna: Membaca Buat Apa Menikah?
Ketika Jabat Tangan Antargender Menjadi Budaya di Kampus Islam
Membaca Ulang Makna Merdeka di Tengah Krisis Iklim dan Ketimpangan Ekonomi

Mengenal Forum Lingkar Jagat, Menyatukan Langkah Ekologi Lintas Iman

JOMBANG – Krisis iklim dan kerusakan lingkungan di Indonesia sebagai persoalan siklus alam tidak lagi menjadi topik utama. Hutan yang gundul, tanah yang tercaplok, dan sungai yang tercemar menunjuk pada suatu ketimpangan yang lebih struktural. Apalagi jika bukan akibat masifnya proyek ekstraktif pembangunan berskala besar. Jika sudah demikian, keselamatan manusia hanya akan dihitung dengan angka-angka. Pun…

Baca Lengkapnya

Festival Jagat 2026: Menegaskan Peran Agama untuk Kelestarian Alam

Festival Jagat digelar 29-30 Agustus 2026 di Jombang. Jaringan GUSDURian usung teologi ekologi untuk kelestarian alam & keadilan sosial. JOMBANG – Urusan perusakan lingkungan di Indonesia makin hari makin bikin ngelus dada. Masifnya investasi ekstraktif dan proyek pembangunan skala besar terus mengancam keselamatan alam. Di saat bersamaan, wilayah adat dan ruang hidup warga kerap tercaplok…

Baca Lengkapnya

Jerawat Bukan Aib

Di era digital, standar kecantikan semakin mudah terbentuk oleh media sosial. Berbagai foto dan video yang menampilkan wajah mulus tanpa noda membuat banyak orang menganggap bahwa kulit yang sempurna adalah ukuran utama kecantikan. Tanpa kita sadari, standar tersebut memengaruhi cara masyarakat memandang orang lain. Perempuan yang memiliki jerawat sering kali menjadi sasaran komentar, pertanyaan, bahkan…

Baca Lengkapnya

Membunyikan Makna: Membaca Buat Apa Menikah?

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan bercerita lebih dulu. Bulan lalu saya berkesempatan membedah buku di komunitas Serambi Kata. Komunitas kecil dengan agenda rutin membedah buku dalam berbagai genre setiap pekannya. Kebetulan buku yang saya pilih adalah karangan Badriyah Fayumi bertajuk Buat Apa Menikah? Mengapa Kita Takut dan Apa yang Selama ini Terlewat (2026). Sekilas, buku…

Baca Lengkapnya

Ketika Jabat Tangan Antargender Menjadi Budaya di Kampus Islam

Jabat tangan merupakan budaya masyarakat Indonesia yang terjadi saat bertemu atau berpamitan. Pada kehidupan sosial, jabat tangan sering teranggap sebagai bentuk keramahan, penghormatan, dan kesopanan. Karena sudah menjadi kebiasaan, orang yang tidak berjabat tangan sering teranggap sombong atau tidak menghargai lawan bicara. Pandangan tersebut kemudian terbawa ke lingkungan kampus, termasuk di UIN Raden Mas Said…

Baca Lengkapnya

Membaca Ulang Makna Merdeka di Tengah Krisis Iklim dan Ketimpangan Ekonomi

Delapan puluh satu tahun sudah usia kemerdekaan Indonesia. Setiap Agustus, kita mengulang ritus yang sama: bendera dikibarkan, lomba digelar, pidato dibacakan dengan nada haru. Namun di balik seremoni yang berulang itu, ada pertanyaan yang semestinya juga kita ajukan ulang setiap tahun, bukan sekadar kita jawab sekali lalu terlupakan: merdeka itu sebenarnya untuk siapa, dan dari apa…

Baca Lengkapnya

Pertautan Perempuan, Masyarakat Adat, dan Lingkungan

Suasana di Gedung IV Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, pagi itu, Selasa (11/08/2026), ramai oleh lalu lalang. Tak seperti hari-hari biasanya gedung ini terpadati manusia, entah mahasiswa atau para pengajar. Mereka, yang lalu lalang, adalah peserta Konferensi dan Lokakarya Demokrasi, Negara Hukum, dan Aksi Iklim yang FH UGM selenggarakan pada 10-14 Agustus 2026. Pada hari…

Baca Lengkapnya

Ketika Ayat Suci Jadi Taruhan Challenge: Kreativitas atau Kebablasan?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas soal fenomena yang terdengar mustahil sekaligus nyata. Yakni challenge menghafal Surat Ad-Dhuha dengan miras sebagai hadiahnya. Duduk perkaranya sederhana sekaligus mengejutkan—seseorang diminta melafalkan ayat suci, lalu diganjar minuman keras atas hafalannya yang lancar. MUI pun menegaskan, ini bukan sekadar konten receh biasa, melainkan pelanggaran terhadap agama,…

Baca Lengkapnya

Sebuah Pengakuan Pemimpin Muda di Desa

Saya percaya bahwa orang tidak akan memahami seberapa besar tanggung jawab menjadi pemimpin jika ia belum pernah menjadi pemimpin sebelumnya. Mungkin orang tersebut memahami bagaimana suatu kegiatan atau acara idealnya berlangsung, tapi pemimpin bukan hanya memikirkan ideal dari sebuah acara. Pemimpin juga harus memikirkan kapasitas sumber daya manusia, kondisi keuangan, budaya senioritas, dan bagaimana berjalannya…

Baca Lengkapnya

Pengalaman yang Mengubah Cara Pandang

Setiap orang pasti pernah mengalami peristiwa yang sulit terjelaskan dan meninggalkan kesan mendalam. Saya pun memiliki pengalaman seperti itu. Hingga saat ini saya masih sering mengingatnya, bukan karena ingin mencari jawaban yang pasti, melainkan karena pengalaman tersebut mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, rasa syukur, dan pentingnya berserah diri kepada Tuhan. Dalam beberapa kesempatan, ketika sedang…

Baca Lengkapnya

Menyoal Buku “Buat Apa Menikah?”: Membaca Ulang Makna Pernikahan

Apakah kita akan bahagia jika menikahi orang yang kita cintai? Sebagian orang mungkin menjawab “ya bahagia”. Namun jawaban itu tidak muncul dalam sebuah obrolan buku Serambi Kata, Jumat, 24 Juli 2026. Hal ini mengingatkan saya akan teori ilmu ekonomi dasar tentang kebutuhan manusia yang beragam di antaranya yakni kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Dua kebutuhan…

Baca Lengkapnya

Fenomena Healing: Ketika Ketenangan Menjadi Komoditas

Setiap akhir pekan, jalan menuju kawasan wisata selalu penuh dengan kendaraan. Kafe-kafe yang menawarkan panorama alam penuh oleh pengunjung. Di media sosial, linimasa berisi foto pegunungan yang terselimuti kabut, pantai yang tenang, hamparan sawah yang menghijau, atau secangkir kopi yang bersanding dengan kalimat sederhana, “Healing dulu, besok kembali menghadapi realitas.” Fenomena itu semakin akrab dalam kehidupan…

Baca Lengkapnya

Navigasi Prinsip di Tengah Arus Pertemanan Kampus

Ketika memasuki masa perkuliahan, seorang mahasiswa baru tidak hanya tertuntut mengejar nilai akademis. Melainkan juga menghadapi tantangan adaptasi sosial yang besar. Realitasnya, mencari teman di kampus itu mudah, tapi yang sulit adalah bagaimana caranya tetap menjadi diri sendiri. Serta teguh memegang prinsip agar tidak terbawa arus. Pilihan kita pada akhirnya hanya dua, hanyut begitu saja…

Baca Lengkapnya

Bangku Kuliah dan Harapan Orang Tua

Ia adalah anak bungsu. Dalam keluarganya, julukan itu bukan sekadar karena urutan kelahiran, tetapi sebuah harapan besar yang terasa seperti beban yang datang belakangan. Bukan karena warisan yang habis atau tabungan yang terkuras, tapi karena waktu yang terus berjalan, sementara orang tuanya semakin menua. Rumah yang ia tinggali suasananya tidak seperti dulu saat kakak-kakaknya semasa…

Baca Lengkapnya