Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Membangkitkan Jiwa Kartini dalam Diri 01
02
Cerdas Digital, Miskin Nalar?
03
Ancaman Cyber Grooming pada Anak dan Remaja
04
Mengkritisi Narasi Single Mom, Belajar dari Alam Liar

Artikel Popular

Membangkitkan Jiwa Kartini dalam Diri
Cerdas Digital, Miskin Nalar?
Ancaman Cyber Grooming pada Anak dan Remaja
Mengkritisi Narasi Single Mom, Belajar dari Alam Liar
Perempuan Bukan Tanggung Jawab yang Dipindahtangankan
Standar Kecantikan di Era Digital

Membangkitkan Jiwa Kartini dalam Diri

Siapa yang tidak kenal dengan Raden Ajeng Kartini? Beliau ialah pelopor emansipasi wanita. Sosok perempuan tangguh yang begitu berjasa dalam sejarah perjuangan kaum perempuan. Beliaulah yang membebaskan perempuan dari rantai budaya patriarki di Indonesia. Perjalanan hidup beliau sangatlah menginspirasi. Untuk mengenang jasanya, pemerintah menetapkan 21 April menjadi Hari Kartini. Hingga kini, seluruh rakyat Indonesia, terutama…

Baca Lengkapnya

Cerdas Digital, Miskin Nalar?

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah mengubah cara manusia memperoleh informasi. Saat ini, pelajar dan mahasiswa dapat menemukan jawaban atas berbagai persoalan hanya dalam hitungan detik melalui internet dan aplikasi berbasis AI. Kemudahan tersebut membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan karena akses terhadap pengetahuan menjadi lebih cepat dan luas (J. A. Putri et…

Baca Lengkapnya

Ancaman Cyber Grooming pada Anak dan Remaja

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai platform komunikasi baru. Sayangnya, inovasi ini juga membuka celah bagi risiko keamanan digital. Salah satunya adalah aplikasi yang menggunakan avatar virtual, Reality. Berbeda dengan platform konvensional yang menampilkan identitas asli, fitur avatar memungkinkan interaksi tanpa menunjukkan wajah. Pengguna dapat mengobrol, bermain gim, dan membangun komunitas daring dalam lingkungan yang tampak aman…

Baca Lengkapnya

Mengkritisi Narasi Single Mom, Belajar dari Alam Liar

Istilah single mom biasanya merujuk pada para perempuan yang memiliki tanggung jawab ganda untuk merawat, mengasuh, dan membesarkan anak tanpa dukungan seorang suami atau ayah di sampingnya. Tulisan ini tidak hanya memaknai single mom sebagai perempuan yang bercerai atau ditinggal meninggal suaminya, tetapi juga menyoroti fenomena “ayah yang hadir tapi absen secara figur”, yang mana…

Baca Lengkapnya

Perempuan Bukan Tanggung Jawab yang Dipindahtangankan

Kehilangan ayah adalah salah satu pengalaman paling menyayat yang bisa dialami manusia. Namun masyarakat kerap tidak membiarkan perempuan berduka terlalu lama. Belum sempat berduka, masyarakat sudah mendesak: “Kapan menikah?” seolah pernikahan adalah satu-satunya penyelamat perempuan. Padahal tidak ada satu pun pihak yang berhak memindahtangankan tanggung jawab atas hidup perempuan. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan sosial…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Standar Kecantikan di Era Digital

Perkembangan media sosial telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, termasuk cara seseorang memandang diri mereka sendiri. Bagi perempuan muda, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga ruang yang membentuk persepsi mengenai kecantikan. Berbagai foto dan video yang menampilkan tubuh ideal, kulit putih, wajah mulus, serta gaya hidup yang tampak sempurna….

Baca Lengkapnya

Make Up Sekadar Cari Perhatian?

Mengapa stigma sosial beranggapan bahwa berdandan hanya untuk mencari perhatian? Tak ayal kita saksikan bersama bahwa tren mempercantik diri dengan menggunakan make up marak digandrungi berbagai khalayak di seluruh penjuru dunia. Fenomena ini tak lagi sekadar milik panggung hiburan yang glamor atau kalangan selebritas papan atas. Kini, fenomena tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat…

Baca Lengkapnya

Pintar Saja Tidak Cukup

Di era digital saat ini, pendidikan berkembang sangat pesat. Akses terhadap ilmu pengetahuan semakin mudah kita peroleh melalui internet, teknologi semakin canggih, dan jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital juga membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Secara teori, kondisi tersebut seharusnya menjadi tanda…

Baca Lengkapnya

Manusia yang Melupakan Kemanusiaan

Perempuan acapkali mengalami ketidakadilan dan kehilangan haknya sebagai manusia seutuhnya. Masyarakat sering memandang perempuan dengan sudut pandang laki-laki, sampai lupa bahwa perempuan juga memiliki kebebasan atas diri sendiri. Mereka adakalanya menjadikan perempuan sebagai objek penilaian moral. Muncul banyak aturan mengenai bagaimana perempuan harus menjaga diri dan bagaimana kebebasan perempuan dalam mengekspresikan diri. Namun, sedikit dari…

Baca Lengkapnya

Gender dan Kesetaraan dalam Kehidupan Masyarakat Modern

Gender merupakan konsep sosial yang menjelaskan peran, tanggung jawab, hak, serta harapan masyarakat terhadap laki-laki dan perempuan. Ia berbeda dengan jenis kelamin (sex) yang bersifat biologis dan sudah Tuhan tentukan sejak lahir. Pun ia terbentuk oleh konstruksi sosial dengan perkembangan zaman dan kondisi masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti Pendidikan,…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja: antara Peluang dan Tantangan

Di era modern seperti sekarang, kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan sebenarnya semakin terbuka bagi siapa saja. Namun, ketika berbicara tentang dunia kerja, isu kesetaraan gender masih menjadi topik yang relevan untuk dibahas. Kita sering mendengar bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk bekerja dan mengembangkan karier. Akan tetapi, dalam praktiknya masih terdapat…

Baca Lengkapnya

Tindak Asusila di PNJ: Cermin Ruang Aman Perempuan

Pada awal Juni 2026, dugaan tindakan asusila sesama jenis antara mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan pihak eksternal mengejutkan publik. Pihak kampus dan mahasiswa bergerak cepat merespons, memergoki, lalu memproses insiden tersebut secara hukum. Ruang akademik seharusnya menjadi mimbar nalar kritis. Namun, tiba-tiba menjadi sorotan tajam karena gagal menyaring eksploitasi dan tindakan amoral dari pihak…

Baca Lengkapnya

Tidak Sibuk, Tidak Bernilai? Saat Kesibukan Menjadi Standar

“Lagi sibuk apa sekarang?”. Kalimat itu mungkin sudah terdengar akrab di telinga mahasiswa. Saat bertemu teman, topik mengenai lomba, organisasi, kepanitiaan, magang atau berbagai aktivitas lain sering muncul dalam percakapan. Banyak orang menganggap hal tersebut sebagai obrolan biasa. Namun, kebiasaan saling menanyakan kesibukan sebenarnya menunjukkan sebuah fenomena yang dapat menimbulkan keraguan. Tanpa sadar, banyak mahasiswa…

Baca Lengkapnya

Perempuan dalam Islam: Agama atau Budaya Patriarki?

Perdebatan mengenai posisi perempuan dalam Islam masih sering muncul di tengah masyarakat. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa berbagai pembatasan terhadap perempuan, seperti akses pendidikan, kesempatan berkarier, atau keterlibatan dalam ruang publik, merupakan bagian dari ajaran agama. Akibatnya, muncul anggapan bahwa Islam tidak mendukung kesetaraan gender dan cenderung menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah…

Baca Lengkapnya

Kesetaraan Gender dalam Islam: Satu Jiwa, Dua Fisik

Pernahkah kalian menemukan potongan hadis saat sedang scrolling media sosial yang berbunyi kira-kira: “perempuan kekurangan akal”, “Allah menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok”, atau bahkan “kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan”. Padahal, kesetaraan gender dalam Islam sangat jelas dari konsep nafs wahidah. Sebagai sesama perempuan, kita sering merasa dada sesak ketika membaca kutipan itu…

Baca Lengkapnya