Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Serigala, Domba, dan Pemburu: Cermin Krisis Identitas Manusia Modern 01
02
Logika di Balik Murka: Mencari Keadilan di Tengah Ego
03
Menolak Kekerasan sebagai Pemulihan Martabat

Artikel Popular

Serigala, Domba, dan Pemburu: Cermin Krisis Identitas Manusia Modern
Logika di Balik Murka: Mencari Keadilan di Tengah Ego
Menolak Kekerasan sebagai Pemulihan Martabat
Kisah Aurélie Moeremans, Broken Strings, dan Relasi yang Salah Arah

Serigala, Domba, dan Pemburu: Cermin Krisis Identitas Manusia Modern

Ketika empati memudar, manusia perlahan kehilangan kompleksitas diri sendiri. Gambaran ini tercermin kuat dalam sebuah adegan film Frankenstein (2025) ketika makhluk ciptaan itu menyaksikan serigala menyerang domba, lalu seorang pemburu membunuh serigala. Dalam keheningan setelah peristiwa itu, ia menyadari satu hal sederhana tapi mengganggu: pemburu tidak membenci serigala, serigala tidak membenci domba, tapi kekerasan di antara mereka…

Baca Lengkapnya

Logika di Balik Murka: Mencari Keadilan di Tengah Ego

Dalam kehidupan manusia, kemarahan adalah emosi yang sering muncul tanpa peringatan. Ia hadir ketika seseorang merasa disalahpahami, diperlakukan tidak adil, atau ketika harapan tiba-tiba runtuh. Ledakannya terasa spontan, tetapi di baliknya terdapat persoalan yang lebih dalam tentang cara manusia memahami diri dan dunianya. Sejak lama para filsuf memikirkan emosi ini. Bagi kaum Stoa, kemarahan merupakan…

Baca Lengkapnya

Menolak Kekerasan sebagai Pemulihan Martabat

Kau mungkin lupa, situasi yang menyakitkan mampu berbalik arah. Kau akan mengingatku sebagai angka delapan yang tegak serupa sketsa jam waktu. Pasir di dalamnya adalah usahaku, begitu banyak, terbuat dari butir-butir kemantapan hati, terkikis oleh kenyataan yang kau buat sendiri. Duka yang akan menggelapkan harimu lebih kejam dari tiap-tiap kemungkinan yang dapat dibayangkan.  Sekilas, petikan…

Baca Lengkapnya

Kisah Aurélie Moeremans, Broken Strings, dan Relasi yang Salah Arah

Menjelang akhir 2025, nama Aurélie Moeremans ramai publik bicarakan setelah ia merilis buku Broken Strings (2025). Bukan karena gosip murahan atau sensasi kosong, melainkan karena keberaniannya membuka luka lama yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Buku itu bukan sekadar memoar selebritas, tapi catatan pahit tentang bagaimana relasi yang kita kira cinta justru menjelma menjadi rangkaian kekerasan…

Baca Lengkapnya

Broken Strings, Child Grooming, dan UU Perkawinan

Viralnya buku Broken Strings (2025) karya Aurelie Moeremans membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang relasi timpang kuasa dalam hubungan personal. Salah satu hal yang paling mengusik nurani publik adalah praktik child grooming yang oleh tokoh Bobby lakukan kepada Aurelie. Tergambarkan sebagai relasi manipulatif, penuh kontrol, dan bertopeng kasih sayang. Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Ia telah lama…

Baca Lengkapnya

Mengapa Orang Tua Melihat Pernikahan Dini sebagai “Penyelamat” ketimbang Pendidikan?

Mengapa di beberapa tahun belakangan ini masih banyak orang tua menganggap ijazah SMA sebagai garis finis? Terutama bagi anak perempuan dan bukan sebagai garis awal menuju bangku universitas? Banyak Faktor penyebab orang tua rela menikahkan putrinya lebih awal dari yang seharusnya. Salah satu alasannya adalah kecemasan tak kasat mata yang orang tua alami sehingga terdengar seperti desakan…

Baca Lengkapnya
Kuliah sambil Kerja

Bangku Kuliah Dibiayai Rasa Bersalah 

Seseorang bisa hidup di kota rantauan, menjalani hari-hari sebagai mahasiswa dengan tas punggung berisi buku, laptop, dan kegelisahan yang tak pernah benar-benar bisa ia tinggalkan di kamar kos. Ia merantau bukan untuk bergaya, melain untuk bertahan pada satu harapan. “Pendidikan (kuliah) bisa menjadi jalan keluar dari lingkungan kesulitan yang selama ini membelit keluarganya”. Sejak ayahnya…

Baca Lengkapnya

Mbak Ndhalem dan Kerja Sunyi dalam Kehidupan Pesantren

Pesantren sering tergambarkan sebagai ruang pendidikan yang hidup oleh peran kiai, ustaz, dan santri. Namun di balik struktur tersebut, ada sosok perempuan yang keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari pesantren, tetapi jarang khalayak bicarakan. Ia terkenal dengan sebutan Mbak Ndhalem, perempuan yang mengabdikan diri di lingkungan pesantren dengan kerja-kerja yang tidak selalu tampak di permukaan. Mbak…

Baca Lengkapnya