Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Mengapa Orang Tua Melihat Pernikahan Dini sebagai “Penyelamat” ketimbang Pendidikan? 01
02
Bangku Kuliah Dibiayai Rasa Bersalah 
03
Mbak Ndhalem dan Kerja Sunyi dalam Kehidupan Pesantren

Artikel Popular

Mengapa Orang Tua Melihat Pernikahan Dini sebagai “Penyelamat” ketimbang Pendidikan?
Bangku Kuliah Dibiayai Rasa Bersalah 
Mbak Ndhalem dan Kerja Sunyi dalam Kehidupan Pesantren
Mempertanyakan Keseriusan Perempuan

Mengapa Orang Tua Melihat Pernikahan Dini sebagai “Penyelamat” ketimbang Pendidikan?

Mengapa di beberapa tahun belakangan ini masih banyak orang tua menganggap ijazah SMA sebagai garis finis? Terutama bagi anak perempuan dan bukan sebagai garis awal menuju bangku universitas? Banyak Faktor penyebab orang tua rela menikahkan putrinya lebih awal dari yang seharusnya. Salah satu alasannya adalah kecemasan tak kasat mata yang orang tua alami sehingga terdengar seperti desakan…

Baca Lengkapnya
Kuliah sambil Kerja

Bangku Kuliah Dibiayai Rasa Bersalah 

Seseorang bisa hidup di kota rantauan, menjalani hari-hari sebagai mahasiswa dengan tas punggung berisi buku, laptop, dan kegelisahan yang tak pernah benar-benar bisa ia tinggalkan di kamar kos. Ia merantau bukan untuk bergaya, melain untuk bertahan pada satu harapan. “Pendidikan (kuliah) bisa menjadi jalan keluar dari lingkungan kesulitan yang selama ini membelit keluarganya”. Sejak ayahnya…

Baca Lengkapnya

Mbak Ndhalem dan Kerja Sunyi dalam Kehidupan Pesantren

Pesantren sering tergambarkan sebagai ruang pendidikan yang hidup oleh peran kiai, ustaz, dan santri. Namun di balik struktur tersebut, ada sosok perempuan yang keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari pesantren, tetapi jarang khalayak bicarakan. Ia terkenal dengan sebutan Mbak Ndhalem, perempuan yang mengabdikan diri di lingkungan pesantren dengan kerja-kerja yang tidak selalu tampak di permukaan. Mbak…

Baca Lengkapnya

Kehilangan Sosok Cinta Pertama

Banyak orang mengatakan bahwa ayah adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan. Bagi saya, itu bukan sekadar ungkapan, melainkan kebenaran yang hidup dalam pengalaman. Ayah adalah sosok pertama yang membuat saya merasa aman, tempat pertama untuk bersandar, dan orang yang selalu hadir tanpa perlu kita minta. Dalam caranya yang sederhana, ayah menunjukkan bagaimana cinta seharusnya…

Baca Lengkapnya

Putri Kecil Ayah sudah Besar

Ayah selalu ada di garda terdepan dalam membela, melindungi, dan rela mengerahkan segalanya bagi putri kecilnya. Cinta tanpa syarat yang dia berikan kepada putrinya seolah lentera kecil yang meneranginya di kala lelah seharian bekerja. Lahirnya anak perempuan pertama dalam kehidupannya memberikan warna baru dalam dunianya. Kebahagiaan, tanggung jawab yang besar, dan ketentraman hati sebagai seorang…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Pendidikan: Akses, Pilihan, dan Ketimpangan yang Tersisa

Pendidikan kerap kita pahami sebagai ruang yang terbuka dan netral, seolah setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya. Namun bagi banyak perempuan, perjalanan menempuh pendidikan tidak sesederhana itu. Ada berbagai pertimbangan sosial, budaya, dan ekonomi yang membuat proses belajar harus kita (perempuan) lalui dengan tantangan yang berbeda daripada laki-laki. Dalam sejumlah keluarga, pendidikan perempuan…

Baca Lengkapnya

Derajat Sama, Beban tak Pernah Setara

Sejak kecil, banyak perempuan sudah akrab dengan kalimat, “perempuan itu tempatnya di dapur”. Kalimat tersebut terulang-ulang seolah menjadi hukum alam. Ironisnya, ketika perempuan itu tumbuh dewasa, pertanyaan yang datang justru berubah “sudah kerja belum?”. Di sisnilah letak kontradiksi sosial yang sering luput kita sadari. Perempuan mendapat kewajiban masuk dapur, pun tertuntut bekerja. Sementara laki-laki, sejak…

Baca Lengkapnya

Jika Takdir Mengizinkan Kita Bertemu Kembali

Ada hari-hari ketika aku terlihat baik-baik saja. Aku menjalani hidup seperti perempuan lain tersenyum, bercanda, dan sibuk dengan urusan dunia. Namun, hanya aku yang tahu betapa sering hatiku diam-diam menyebut namamu. Bukan dengan suara, bukan pula dengan tulisan, melainkan dengan perasaan yang menekan pelan tapi terus-menerus, seperti ombak kecil yang tak pernah berhenti menghantam pantai….

Baca Lengkapnya

Membedah Kata “Nyambung” dalam Perspektif Gender

Tulisan ini lahir dari sebuah keresahan kecil yang muncul justru di tengah suasana liburan akhir bulan lalu. Momen tersebut terjadi dalam beberapa perbincangan santai bersama sejumlah rekan perempuan di Surakarta. Penulis berulang kali memancing perdebatan dalam banyak sudut pandang relasional cinta, hingga kemudian lahir anggapan dari sudut pandang perempuan. Bahwa kemampuan nyambung atau tidaknya seorang…

Baca Lengkapnya