Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Di Balik Unggahan yang Indah: Beban Estetika pada Perempuan 01
02
Standar Kecantikan dan Kepercayaan Diri Perempuan
03
Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber
04
Guru di Negeri Sendiri: Pengabdian Panjang, Kesejahteraan Tertinggal

Artikel Popular

Di Balik Unggahan yang Indah: Beban Estetika pada Perempuan
Standar Kecantikan dan Kepercayaan Diri Perempuan
Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber
Guru di Negeri Sendiri: Pengabdian Panjang, Kesejahteraan Tertinggal
Jihad Ekologis untuk Keadilan Lingkungan dan HAM
Menjadi Perempuan Jawa di Era Disrupsi

Di Balik Unggahan yang Indah: Beban Estetika pada Perempuan

Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi, tetapi juga panggung untuk menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang. Berbagai platform penuh dengan potret kehidupan yang tampak rapi, indah, dan tanpa cela. Dalam konteks ini, perempuan sering menjadi subjek utama dari standar visual yang terbangun. Tren seperti “mode sashfir vs mode musafir”…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Standar Kecantikan dan Kepercayaan Diri Perempuan

Kecantikan senantiasa menjadi topik yang sangat relevan dalam kehidupan perempuan dari berbagai sudut pandang sosial. Dalam banyak hal, ia tidak hanya terlihat sebagai sesuatu yang berhubungan dengan penampilan, tetapi juga sering terhubungkan dengan nilai-nilai sosial tertentu. Perempuan yang teranggap memenuhi kriteria cantik tertentu sering kali mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada dengan perempuan yang tidak…

Baca Lengkapnya

Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber

Dewasa ini media sosial terasa seperti medan perang yang tak kunjung usai. Ketika satu isu mulai mencuat ke permukaan, terbelah dua kubu memenuhi kolom komentar yang saling menghujam satu sama lain. Tidak ada ruang antara, tidak ada keinginan untuk sekadar menimbang kacamata yang berbeda. Di sana terjadi dikotomi yang memenatkan “teman” atau “musuh”. Kita acap…

Baca Lengkapnya

Guru di Negeri Sendiri: Pengabdian Panjang, Kesejahteraan Tertinggal

Di Indonesia, guru kerap mendapat posisi terhormat secara simbolik. Mereka mendapat sebutan sebagai pilar pendidikan dan penjaga masa depan bangsa. Namun, penghormatan itu sering berhenti pada kata-kata. Setelah peringatan Hari Guru Nasional berlalu, banyak pendidik kembali menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari sejahtera. Di berbagai daerah, terutama wilayah pinggiran, masih banyak pengajar honorer menerima upah…

Baca Lengkapnya

Jihad Ekologis untuk Keadilan Lingkungan dan HAM

Adalah fakta yang tidak dapat kita sangkal, saat ini dunia sedang menghadapi krisis ekologis. Dengan sejumlah persoalan serius yang terjadi, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, sampah, dan berbagai bencana alam.  Terlebih dengan berbagai peristiwa banjir dan bencana belakangan yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya itu telah menunjukkan, betapa masalah lingkungan memang sudah menjadi persoalan serius…

Baca Lengkapnya

Menjadi Perempuan Jawa di Era Disrupsi

Menjadi perempuan Jawa sering kali berarti belajar diam lebih dulu sebelum belajar bicara. Sejak kecil, mereka tumbuh dengan nasihat yang terdengar sederhana tapi sarat makna: aja kakehan ngomong, sing sareh, wong wedok kuwi kudu ngerti unggah-ungguh. Kalimat-kalimat itu bukan sekadar petuah sopan santun. Melainkan cara budaya membentuk tubuh dan suara perempuan agar tetap tenang, tertata, dan tidak…

Baca Lengkapnya

Polarisasi Organisasi Keagamaan

Pada pertengahan 2024 hingga berlanjut ke tahun berikutnya, ruang publik Indonesia sempat terguncang oleh pemberitaan pemberian izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Keagamaan (melalui PP No. 25 Tahun 2024). Kebijakan ini memicu perdebatan di media sosial, ruang akademik, hingga akar rumput. Narasi yang mengemuka bahkan menyentuh jantung sosiologis umat, salah satunya polarisasi…

Baca Lengkapnya

Kedaulatan Digital: Saat Jaringan Memegang Kendali Dunia

Di masa depan, ketika era digital berjalan total dan menyeluruh, kita akan menyaksikan perubahan radikal dalam struktur kekuasaan global. Negara, yang selama berabad-abad menjadi aktor tunggal dan sentral dalam mengatur tatanan kehidupan manusia, tidak lagi menjadi segalanya. Otoritas tertinggi yang selama ini kita kenal sebagai pengendali segala sesuatu akan mengalami pengikisan peran. Dalam kadar tertentu,…

Baca Lengkapnya

Cinta Pertamaku Ternyata Luka Pertamaku

Bagi banyak anak perempuan, ayah adalah cinta pertama dalam hidupnya. Ia adalah sosok laki-laki pertama yang dikenalnya sebelum mengenal dunia yang lebih luas. Dari ayah, seorang anak perempuan belajar bagaimana rasanya disayangi, dilindungi, dan dihargai. Ayah sering kali menjadi standar pertama bagi anak perempuan dalam menilai laki-laki lain di masa depan. Ketika seorang ayah memperlakukan…

Baca Lengkapnya

Nastar Core: Implikasi Objektifikasi Perempuan

Bukan hal baru sebenarnya, menjelang lebaran dari tahun ke tahun selalu identik dengan makanan khas, yakni nastar. Nastar merupakan kue kering yang berisi selai nanas dan terbaluri karamel beserta parutan keju. Selain itu semakin ke sini bentuk nastar variatif seperti dengan warna-warni, menyerupai bebek, dan variasi lainnya.  Hal ini bukan merupakan perilaku fear of missing out (fomo)…

Baca Lengkapnya