Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Bolehkah Perempuan Merasa Aman? 01
02
Anak Perempuan Pertama dan Tuntutan Selalu Kuat
03
Menjadi Laki-Laki, Menahan Luka
04
Mencintai dalam Diam, Berharap dalam Doa

Artikel Popular

Bolehkah Perempuan Merasa Aman?
Anak Perempuan Pertama dan Tuntutan Selalu Kuat
Menjadi Laki-Laki, Menahan Luka
Mencintai dalam Diam, Berharap dalam Doa
Perempuan di Puncak Kuasa
Mewujudkan Ruang Aman bagi Penyintas HIV/AIDS Melalui Kolaborasi dan Literasi Publik

Bolehkah Perempuan Merasa Aman?

Pulang ke rumah setelah matahari terbenam seharusnya menjadi hal yang biasa. Namun, bagi beberapa perempuan, perjalanan pulang sering kali tidak sesederhana itu. Langkah yang cepat, genggaman erat pada ponsel dan kebiasaan menoleh ke belakang menjadi hal yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Bukan karena mereka ingin hidup dalam ketakutan, melainkan karena kewaspadaan telah menjadi bagian dari…

Baca Lengkapnya

Anak Perempuan Pertama dan Tuntutan Selalu Kuat

“Sebagai anak perempuan pertama, jangan cengeng. kamu harus kuat.” Kalimat seperti itu sering terdengar biasa di banyak keluarga. Sebagian orang tanpa sadar membebani mereka melalui kalimat tersebut. Sejak kecil, keluarga dan lingkungan sekitar sering mengharapkan mereka untuk bersikap lebih dewasa, lebih memahami keadaan, dan lebih sering mengalah daripada saudara-saudaranya. Harapan tersebut membuat mereka memikul berbagai…

Baca Lengkapnya

Menjadi Laki-Laki, Menahan Luka

“Laki-laki tidak boleh menangis.” Kalimat itu menjadi nasihat yang akrab di telinga banyak anak laki-laki sejak kecil. Ketika mereka terjatuh dan menangis, orang-orang di sekitar sering meminta mereka segera berhenti karena harus terlihat kuat. Saat merasa takut dan sedih, mereka belajar menahan perasaan sendiri. “Pengalaman-pengalaman tersebut membentuk cara pandang bahwa ekspresi emosi mencerminkan kelemahan, sedangkan…

Baca Lengkapnya

Mencintai dalam Diam, Berharap dalam Doa

Perasaan cinta adalah salah satu anugerah dan nikmat yang Tuhan berikan kepada hambanya. Perasaan cinta yang dimiliki setiap manusia merupakan hal yang wajar dan maklum, sebaliknya kita perlu mempertanyakan mengapa manusia tidak pernah merasakan jatuh cinta kepada lawan jenis inilah yang penuh dengan pertanyaan. Cinta dapat menghadirkan sebuah kebahagiaan, semangat, dan harapan dalam hidup seseorang….

Baca Lengkapnya

Perempuan di Puncak Kuasa

Ketika sebagian besar masyarakat masih memperdebatkan kelayakan perempuan dalam memimpin, Sherly Tjoanda Laos justru telah membuktikan kemampuannya dengan menduduki kursi gubernur dan menghadirkan kebijakan nyata, bukan sekadar retorika. Di Indonesia, diskusi tentang keterwakilan perempuan dalam politik jarang beranjak dari tataran wacana. Data, seminar, dan deklarasi terus bermunculan. Namun, laki-laki dari lingkungan politik mapan masih mendominasi…

Baca Lengkapnya

Mewujudkan Ruang Aman bagi Penyintas HIV/AIDS Melalui Kolaborasi dan Literasi Publik

Surakarta, 22 Juni 2026 – Berkenaan akan berakhirnya pendanaan Global Fund dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, Yayasan Mitra Alam menggelar diskusi bertajuk “Kemitraan dan Keberlanjutan Program HIV di Kota Surakarta” bertempat di Warteg Bolo Dewe, Senin (22/06). Turut hadir dalam diskusi dari BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas), Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan,…

Baca Lengkapnya

Melawan Budaya Diam terhadap Kasus Pelecehan Seksual di Kampus

Beberapa waktu terakhir, publik kembali menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama seorang dosen di lingkungan perguruan tinggi. Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan sekaligus kekhawatiran besar, terutama di kalangan mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang masih aktif menjalani kehidupan akademik, saya memandang persoalan ini bukan lagi sekadar kasus personal, melainkan cerminan rusaknya rasa aman dan nilai…

Baca Lengkapnya

Menenun Masa Depan Lewat Tangan Perempuan

Secara biologis, perempuan adalah ritus pertama lahirnya seorang manusia ke dunia. Namun, esensi perempuan jauh melampaui sekat-sekat reproduksi fisik. Sejarah dan realitas hari ini membuktikan bahwa perempuan adalah arsitek sosial yang paling gigih. Jika peradaban sebagai selembar kain yang utuh dan indah, maka perempuan adalah para penenunnya. Lewat jemari dengan ketelitian, ketangguhan yang tenang, dan…

Baca Lengkapnya

Perempuan dalam Kuasa Media Digital

Bagaimana jika selama ini perempuan tidak benar-benar menjadi diri sendiri di media sosial? Sekilas pertanyaan itu terdengar berlebihan. Bukankah setiap orang bebas mengunggah apa pun yang mereka inginkan? Bukankah media sosial memberi ruang bagi perempuan untuk berbicara, berkarya, dan tampil di publik? Namun, mengapa semakin banyak perempuan mengikuti standar tertentu agar orang lain menerima dan…

Baca Lengkapnya

Dampak Melemahnya Rupiah terhadap Stabilitas IHSG

Nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya menjadi perhatian para ekonom, tetapi juga masyarakat luas. Setiap kali rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, muncul kekhawatiran mengenai kenaikan harga barang menurunnya daya beli masyarakat, hingga gejolak di pasar modal. Salah satu indikator yang paling sering terdampak adalah Indeks Harga Saham…

Baca Lengkapnya

Standar Ganda di Balik Aroma Dapur

Di bawah pancaran lampu sorot sebuah restoran mewah bertaraf internasional, dapur restoran itu tampak seperti sebuah teater pertunjukan yang megah. Seorang pria mengenakan seragam putih bersih dan topi tinggi yang kaku. Dengan ketelitian layaknya seorang dokter bedah, ia menata setetes saus di atas piring porselen. Setiap gerakannya memancing decak kagum para tamu. Di ruang dapur…

Baca Lengkapnya

Satu Pesan, Seribu Beban: Pelecehan Seksual Digital di Kampus

Notifikasi masuk pukul 22.47. Bukan dari teman atau keluarga, melainkan dari dosen pembimbing skripsi. “Kamu cantik kalau pakai baju warna itu tadi.” Jarinya berhenti mengetik. Pelecehan seksual digital sering bermula dari pesan seperti ini. Jika mengabaikannya, skripsinya yang baru separuh jalan bisa terancam. Jika melapor, siapa yang akan percaya? Akhirnya, ia memilih diam. Kisah seperti…

Baca Lengkapnya

Saat Kuat Menjadi Identitas

Anak pertama kerap tumbuh di bawah bayang-bayang ekspektasi keluarga. Lingkungan rumah menuntut mereka sejak dini untuk menjadi contoh bagi adik-adiknya. Mereka wajib menunjukkan karakter kuat, bertanggung jawab penuh, serta lihai mengatasi berbagai masalah. Namun, benarkah anak pertama terutama anak pertama perempuan selalu sekuat yang terlihat? Di balik sikap dewasa dan tanggung jawab yang mereka tunjukkan?…

Baca Lengkapnya

Lelaki Tidak Boleh Menangis

Sejak kecil, kalimat dalam judul sudah menempel ke telinga hampir setiap laki-laki yang lahir di negeri ini. “Jangan menangis, kamu ini kan laki-laki.” Ayah, ibu, kakek, guru, bahkan teman sebaya mengucapkannya. Mereka mengulanginya begitu sering hingga akhirnya kita mempercayainya sebagai kebenaran mutlak. Padahal tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menyatakan bahwa air mata adalah…

Baca Lengkapnya

Candaan Digital dan Batas Pelecehan

Di era media sosial, ruang komunikasi berkembang begitu cepat. Menganggap kalimat-kalimat yang dahulu tabu kini sering muncul sebagai bagian dari candaan, tren, atau bentuk ekspresi lucu dan santai. Tidak sedikit perempuan maupun laki-laki menggunakan ungkapan bernada sensual demi menarik perhatian, memperoleh respons, atau sekadar mengikuti budaya bercanda di internet. Fenomena ini memunculkan pertanyaan sosial yang…

Baca Lengkapnya