Latest posts

All
fashion
lifestyle
sports
tech

Terbaru

Di Balik Sindrom “Sing Penting Absen” 01
02
Mantra “I Can Do It Myself”: Tangguh yang Melelahkan
03
Generasi Z Dan Pendidikan Islam: Membangun Kecerdasan Revolusi Digital
04
Kesehatan Mental Laki-laki: Refleksi dari Lagu “Runtuh”

Artikel Popular

Di Balik Sindrom “Sing Penting Absen”
Mantra “I Can Do It Myself”: Tangguh yang Melelahkan
Generasi Z Dan Pendidikan Islam: Membangun Kecerdasan Revolusi Digital
Kesehatan Mental Laki-laki: Refleksi dari Lagu “Runtuh”
Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah
Kartini dan Kebebasan Perempuan di Era Digital

Di Balik Sindrom “Sing Penting Absen”

Frasa “Sing Penting Absen” adalah tiga kata sederhana yang berasal dari bahasa Jawa. Namun, di dalam makna kata ini, tersimpan ironi yang luar biasa besar. Secara harfiah “absen” berarti tidak hadir. Namun, dalam praktiknya, kata ini justru tergunakan untuk menyatakan kehadiran demi sebuah legalitas formal semata. Kerap saya temui banyak mahasiswa, bahkan teman-teman saya sendiri,…

Baca Lengkapnya

Mantra “I Can Do It Myself”: Tangguh yang Melelahkan

Pola asuh yang menekankan kemandirian sejak dini sering kali dianggap sebagai sebuah anugerah terbesar dalam hidup. Orang tua mengajarkan anak-anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri cenderung tumbuh menjadi individu yang tidak penakut, tangguh, dan memiliki prinsip hidup yang kuat. Mereka tidak mudah merengek meminta bantuan dan selalu memiliki inisiatif untuk bergerak maju. Kemampuan untuk berdiri di…

Baca Lengkapnya
Mahasiswa Gen Z

Generasi Z Dan Pendidikan Islam: Membangun Kecerdasan Revolusi Digital

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa masyarakat memasuki era digital, yaitu masa ketika berbagai aktivitas kehidupan banyak bergantung pada penggunaan teknologi. Kehadiran internet, media sosial, dan beragam aplikasi digital memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, serta mendukung proses belajar. Bagi remaja, teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang sulit terpisahkan. Berbagai sumber…

Baca Lengkapnya

Kesehatan Mental Laki-laki: Refleksi dari Lagu “Runtuh”

Jika orang sering menganggap perempuan harus kuat menghadapi berbagai persoalan hidup, apakah laki-laki juga merasakan hal yang sama? Kondisi emosional laki-laki sering kali luput dari perhatian karena banyak orang melihat laki-laki sebagai sosok yang santai, tenang, dan seolah tidak memiliki beban pikiran. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Mereka memilih menyembunyikan perasaan mereka karena takut…

Baca Lengkapnya

Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah

Pemandangan Bukit Uhud pada tahun 3 Hijriah sekejap berubah menjadi pertempuran yang mencekam ketika benteng pertahanan di puncak bukit runtuh akibat kelalaian pasukan pemanah. Pasukan berkuda Quraisy yang Khalid bin Walid pimpin yang masa itu masih menjadi musuh bergerak memanfaatkan celah tersebut. Berputar dari belakang dan mengepung kaum Muslimin yang sedang terbuai dengan harta rampasan….

Baca Lengkapnya

Kartini dan Kebebasan Perempuan di Era Digital

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan. Kartini dikenal sebagai sosok yang membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan. Berkat perjuangannya, perempuan Indonesia saat ini dapat menempuh pendidikan tinggi, bekerja, bahkan berperan penting di berbagai…

Baca Lengkapnya

Ibu Menggantikan Peran Ayah: Sosok Hebat di Balik Ketangguhan Keluarga

Dalam sebuah keluarga, kehadiran ayah dan ibu memiliki peran yang sangat penting. Keduanya saling melengkapi dalam membesarkan anak, memberikan kasih sayang, serta memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya seorang ibu harus menjalani peran yang lebih berat karena harus menggantikan posisi ayah dalam keluarga. Banyak alasan yang menyebabkan seorang…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?

Pernahkah kita mendengar kalimat seperti, “Anak laki-laki kok suka warna ping?” atau “Perempuan jangan main bola, itu olahraga laki-laki”? Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar biasa, tetapi sebenarnya kalimat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih sering membedakan sesuatu berdasarkan gender. Masyarakat kerap mengaitkan warna, hobi, bahkan cita-cita dengan jenis kelamin seseorang. Padahal, setiap orang memiliki kesukaan, bakat,…

Baca Lengkapnya

Patriarki dan Peran Domestik

Membahas mengenai patriarki tak pernah lelah untuk terbicarakan dari waktu ke waktu sejak dulu. Praktik budaya yang mengakar kuat dalam suatu masyarakat yang terakibatkan oleh cara pandang terhadap peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bertempat sebagai pihak dominasi kekuasaan terhadap perempuan dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan pihak perempuan selalu menjadi kaum yang tidak terbiarkan menyuarakan…

Baca Lengkapnya

Laki-Laki, Nafkah, dan Kuasa

Saya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang masih memegang kuat budaya patriarki. Sejak kecil, saya melihat ayah memosisikan diri sebagai seseorang yang kuat dan pemegang kuasa utama. Beliau telah bekerja keras mencari nafkah dalam keluarga. Sementara ibu, mengerjakan seluruh pekerjaan domestik di rumah secara mandiri. Masyarakat menganggap memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengurus keluarga sebagai kewajiban…

Baca Lengkapnya