Perempuan yang Tak Selalu Tercatat dalam Sejarah

Kalau kita melihat kembali perjalanan sejarah Indonesia, pembahasan mengenai perjuangan bangsa sering kali lebih banyak menghadirkan nama-nama tokoh laki-laki. Padahal, di balik perjalanan panjang tersebut, perempuan juga mempunyai peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak kaum Hawa ikut memberikan perubahan di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, bahkan dalam kehidupan publik. Hanya saja, perjuangan mereka tidak…

Baca Lengkapnya

Bukan Sekadar Peran: Menikmati Ruang tanpa Ekspektasi

Saya percaya bahwa setiap dari kita adalah seorang penampil yang terampil. Bukan penampil dalam arti orang yang berdiri di atas panggung dan memainkan sebuah peran, melainkan seseorang yang, secara sadar ataupun tidak, terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan keadaan. Kita belajar membaca situasi, mengenali siapa yang sedang berada di hadapan kita, lalu menampilkan versi diri yang…

Baca Lengkapnya

Maulid Kehilangan Makna: Kontroversi Simbang Kulon Night Carnival

Beberapa hari terakhir, masyarakat terhebohkan oleh sebuah pertunjukan dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Karnaval yang tergelar pada Kamis malam, 10 September 2026, tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan khitanan massal. Namun, sebuah pertunjukan teatrikal justru…

Baca Lengkapnya

Pola Komunikasi Pemerintah dengan Rakyat dalam Demokrasi Modern

Demokrasi pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai pemilihan umum, pergantian kekuasaan, atau keberadaan lembaga-lembaga politik. Di dalam demokrasi terdapat satu hal yang sering luput kita perhatikan yakni bagaimana pemerintah berkomunikasi dengan rakyatnya. Demokrasi yang sehat membutuhkan hubungan yang memungkinkan pemerintah menjelaskan kebijakan, sementara masyarakat memiliki ruang untuk bertanya, mengkritik, menyampaikan aspirasi, dan memperoleh respons yang…

Baca Lengkapnya

MURI bukan Solusi

Belum genap setahun berlalu, sejak publik gempar oleh kesaksian para mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta mengenai dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kasus pada 2025 itu bukan sekadar membuka bobrok ketimpangan relasi kuasa di ruang akademik. Namun juga menunjukkan betapa lambat dan gagapnya birokrasi kampus dalam melindungi…

Baca Lengkapnya

Andai Saya Tidak Insecure

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing. Hampir semua manusia mengalami hal insecure khususnya remaja perempuan. Namun sering kali, kita lebih mudah melihat kekurangan diri daripada potensi yang kita miliki. Perasaan takut gagal, cemas, membandingkan diri, terlalu kritis terhadap fisik sendiri menjadi acuan kepercayaan diri. Salah satu risiko menjadi manusia adalah kita selalu merasa…

Baca Lengkapnya

Ketika Pendidikan hanya Melahirkan Manusia Administratif

Di tengah maraknya budaya sertifikasi dan gelar akademik, pendidikan modern sedang menghadapi sebuah ironi besar. Banyak orang terlihat unggul di atas kertas, tetapi kesulitan menunjukkan kemampuan nyata dalam kehidupan maupun pekerjaan. Gelar sarjana, sertifikat pelatihan, hingga deretan prestasi akademik sering menjadi ukuran utama keberhasilan seseorang. Padahal, tidak sedikit individu yang memiliki kualifikasi tinggi, tetapi belum…

Baca Lengkapnya

Menjadi NU Tanpa Harus Menjadi Ulama: Membaca Ulang Aswaja, Ulama, dan Ittiba’ dalam Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari

Ketika KH. Hasyim Asy’ari menyebut bahwa maksud Nahdlatul Ulama (NU) adalah “seseorang yang memiliki gerakan yang sama dengan para ulama dalam ketaatan dan berdakwah, meskipun ia bukanlah seorang alim yang mujtahid, kita pun juga seperti itu,” ada sesuatu yang mudah terlewat dari kalimat itu. Sepintas terdengar seperti pernyataan rendah hati seorang ulama besar. Namun, jika kita…

Baca Lengkapnya

Budaya, Pendidikan, dan Olahraga: Sebuah Epitaf Gerakan Perempuan

Selama Agustus 2026, saya banyak menjumpai pelbagai peristiwa dan informasi dari ragam medium. Di koran, media sosial, hingga kehidupan nyata. Kesemuanya terbaca oleh mata, hanya sekian tersimpan dalam ingatan. Kecuali dua hal itu memantik saya agar lekas memberi semacam tetenger sebagai bagian dari rekaman pengalaman. Dua hal tadi sengaja saya abadikan menjadi pelbagai bentuk: tulisan atau foto….

Baca Lengkapnya

Jerawat Bukan Aib

Di era digital, standar kecantikan semakin mudah terbentuk oleh media sosial. Berbagai foto dan video yang menampilkan wajah mulus tanpa noda membuat banyak orang menganggap bahwa kulit yang sempurna adalah ukuran utama kecantikan. Tanpa kita sadari, standar tersebut memengaruhi cara masyarakat memandang orang lain. Perempuan yang memiliki jerawat sering kali menjadi sasaran komentar, pertanyaan, bahkan…

Baca Lengkapnya

Ketika Jabat Tangan Antargender Menjadi Budaya di Kampus Islam

Jabat tangan merupakan budaya masyarakat Indonesia yang terjadi saat bertemu atau berpamitan. Pada kehidupan sosial, jabat tangan sering teranggap sebagai bentuk keramahan, penghormatan, dan kesopanan. Karena sudah menjadi kebiasaan, orang yang tidak berjabat tangan sering teranggap sombong atau tidak menghargai lawan bicara. Pandangan tersebut kemudian terbawa ke lingkungan kampus, termasuk di UIN Raden Mas Said…

Baca Lengkapnya

Membaca Ulang Makna Merdeka di Tengah Krisis Iklim dan Ketimpangan Ekonomi

Delapan puluh satu tahun sudah usia kemerdekaan Indonesia. Setiap Agustus, kita mengulang ritus yang sama: bendera dikibarkan, lomba digelar, pidato dibacakan dengan nada haru. Namun di balik seremoni yang berulang itu, ada pertanyaan yang semestinya juga kita ajukan ulang setiap tahun, bukan sekadar kita jawab sekali lalu terlupakan: merdeka itu sebenarnya untuk siapa, dan dari apa…

Baca Lengkapnya

Pertautan Perempuan, Masyarakat Adat, dan Lingkungan

Suasana di Gedung IV Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, pagi itu, Selasa (11/08/2026), ramai oleh lalu lalang. Tak seperti hari-hari biasanya gedung ini terpadati manusia, entah mahasiswa atau para pengajar. Mereka, yang lalu lalang, adalah peserta Konferensi dan Lokakarya Demokrasi, Negara Hukum, dan Aksi Iklim yang FH UGM selenggarakan pada 10-14 Agustus 2026. Pada hari…

Baca Lengkapnya

Ketika Ayat Suci Jadi Taruhan Challenge: Kreativitas atau Kebablasan?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas soal fenomena yang terdengar mustahil sekaligus nyata. Yakni challenge menghafal Surat Ad-Dhuha dengan miras sebagai hadiahnya. Duduk perkaranya sederhana sekaligus mengejutkan—seseorang diminta melafalkan ayat suci, lalu diganjar minuman keras atas hafalannya yang lancar. MUI pun menegaskan, ini bukan sekadar konten receh biasa, melainkan pelanggaran terhadap agama,…

Baca Lengkapnya

Sebuah Pengakuan Pemimpin Muda di Desa

Saya percaya bahwa orang tidak akan memahami seberapa besar tanggung jawab menjadi pemimpin jika ia belum pernah menjadi pemimpin sebelumnya. Mungkin orang tersebut memahami bagaimana suatu kegiatan atau acara idealnya berlangsung, tapi pemimpin bukan hanya memikirkan ideal dari sebuah acara. Pemimpin juga harus memikirkan kapasitas sumber daya manusia, kondisi keuangan, budaya senioritas, dan bagaimana berjalannya…

Baca Lengkapnya