Nastar Core: Implikasi Objektifikasi Perempuan

Bukan hal baru sebenarnya, menjelang lebaran dari tahun ke tahun selalu identik dengan makanan khas, yakni nastar. Nastar merupakan kue kering yang berisi selai nanas dan terbaluri karamel beserta parutan keju. Selain itu semakin ke sini bentuk nastar variatif seperti dengan warna-warni, menyerupai bebek, dan variasi lainnya.  Hal ini bukan merupakan perilaku fear of missing out (fomo)…

Baca Lengkapnya

Di Balik Warna-Warni Tarawih: Sejarah Mukena di Nusantara

Baru-baru ini, potret salat tarawih di Indonesia menjadi sorotan di media sosial melalui unggahan akun @muslim. Barisan jamaah muslimah yang mengenakan mukena dengan warna yang beragam membuat suasana salat tampak lebih hiduh. Peristiwa itu amat berbeda dengan potret Tarawih di negara-negara Timur Tengah yang cenderung terdominasi warna gelap dan pakaian sederhana. Tidak sedikit warganet menganggap…

Baca Lengkapnya

Mengapa Orang Tua Melihat Pernikahan Dini sebagai “Penyelamat” ketimbang Pendidikan?

Mengapa di beberapa tahun belakangan ini masih banyak orang tua menganggap ijazah SMA sebagai garis finis? Terutama bagi anak perempuan dan bukan sebagai garis awal menuju bangku universitas? Banyak Faktor penyebab orang tua rela menikahkan putrinya lebih awal dari yang seharusnya. Salah satu alasannya adalah kecemasan tak kasat mata yang orang tua alami sehingga terdengar seperti desakan…

Baca Lengkapnya

Mbak Ndhalem dan Kerja Sunyi dalam Kehidupan Pesantren

Pesantren sering tergambarkan sebagai ruang pendidikan yang hidup oleh peran kiai, ustaz, dan santri. Namun di balik struktur tersebut, ada sosok perempuan yang keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari pesantren, tetapi jarang khalayak bicarakan. Ia terkenal dengan sebutan Mbak Ndhalem, perempuan yang mengabdikan diri di lingkungan pesantren dengan kerja-kerja yang tidak selalu tampak di permukaan. Mbak…

Baca Lengkapnya

Beauty Standard vs Realita: Bagaimana Media Membentuk Citra Perempuan

Pernahkah kita menatap cermin setelah melihat foto seseorang di media sosial dan tiba-tiba merasa penampilan kita “kurang”? Atau bertanya-tanya mengapa semua orang di layar terlihat begitu sempurna, sementara kita di dunia nyata punya tekstur kulit, jerawat kecil, atau bentuk tubuh yang jauh dari kata ideal? Pertanyaan-pertanyaan kecil itu sering muncul tanpa kita sadari, seolah media…

Baca Lengkapnya

Seni Tari: Adat bukan Objek Liar

Tari bukan hanya serangkaian gerak tubuh yang terpertontonkan di atas panggung. Ia adalah bahasa kebudayaan, penanda identitas kolektif, serta medium pewarisan nilai-nilai adat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam setiap gerak, ritme, dan pola lantai, ia menyimpan narasi sejarah, sistem kepercayaan, serta cara pandang suatu masyarakat terhadap dunia. Namun, realitas hari ini menunjukkan adanya…

Baca Lengkapnya
Identitas Hijab

Menentang Stereotipe Perempuan Berhijab

Muslimah yang berhijab dalam pandangan khalayak umum, apalagi di era modern dengan teknologi dan media sosial, dapat juga menjadi tolak ukur orang menilai kepribadiannya. Sebagaimana dalam konteks sosial cara mereka berkomunikasi dan menjaga pandangan sebagai umat Islam yang seharusnya tetap menjaga marwah seorang perempuan. Di era modern ini, di mana teknologi dan media sosial seperti…

Baca Lengkapnya
Lifestyle Pendidikan

EduSis: Saat Perempuan Gen Z Merancang Pendidikan jadi Gaya Hidup

Di era digital yang serba cepat, perempuan Gen Z tengah membuktikan jika pendidikan bukan hanya kewajiban, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup. Istilah “EduSis” cocok untuk menggambarkan fenomena ini. Jika dulu belajar teranggap beban, sekarang banyak perempuan muda justru menganggap menimba ilmu itu keren, prestisius, bahkan setara dengan mengikuti tren fesyen atau beauty. Perempuan…

Baca Lengkapnya
Fesyen Mahasiswa

Fesyen Mahasiswa: Simulasi Profesionalisme dan Investasi Citra

Perbedaan vibes (citra) yang terpancar dari anak Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) yang mengenakan kemeja rapi dan anak Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) yang berbusana syar’i bukanlah sekadar masalah kain dan potongan. Kontras ini cerminan dua pendekatan yang berbeda terhadap cara memandang penampilan (fesyen), identitas, dan peran individu di tengah masyarakat. Perbandingan antara kemeja rapi yang…

Baca Lengkapnya