Pengadilan Publik pada Peran Ibu: Membongkar Mom Shaming

Kehidupan berumah tangga tidak lepas dari peranan seorang perempuan atau Ibu.  Ia adalah pondasi dalam sebuah keluarga yang sering kali perannya memicu tekanan sosial. Seperti umumnya dalam sebuah keluarga ia bertanggung jawab merawat, mendidik, dan membesarkan seorang anak. Sementara Ayah menjalankan kewajibannya memberi nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Merawat anak tidak lain menjaganya, memastikannya…

Baca Lengkapnya

Make Up Sekadar Cari Perhatian?

Mengapa stigma sosial beranggapan bahwa berdandan hanya untuk mencari perhatian? Tak ayal kita saksikan bersama bahwa tren mempercantik diri dengan menggunakan make up marak digandrungi berbagai khalayak di seluruh penjuru dunia. Fenomena ini tak lagi sekadar milik panggung hiburan yang glamor atau kalangan selebritas papan atas. Kini, fenomena tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat…

Baca Lengkapnya

Patriarki dan Peran Domestik

Membahas mengenai patriarki tak pernah lelah untuk terbicarakan dari waktu ke waktu sejak dulu. Praktik budaya yang mengakar kuat dalam suatu masyarakat yang terakibatkan oleh cara pandang terhadap peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bertempat sebagai pihak dominasi kekuasaan terhadap perempuan dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan pihak perempuan selalu menjadi kaum yang tidak terbiarkan menyuarakan…

Baca Lengkapnya

Pemikiran Pascakolonial: Ketika Bule Menjadi Trofi Status Sosial di Indonesia

Pemikiran pascakolonial masih memengaruhi cara sebagian masyarakat Indonesia memandang hubungan romantis, kecantikan, dan status sosial. Saya menyadari hal itu ketika membaca sebuah komentar di TikTok yang berbunyi, “Kak, pokoknya kamu harus sama bule.” Komentar tersebut memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting: mengapa harus bule? Mengapa banyak orang masih menganggap identitas Barat sebagai nilai tambah dalam sebuah…

Baca Lengkapnya

Perempuan Karier Masih Dianggap Egois?

Perempuan pada era modern memiliki kesempatan yang lebih luas dalam pendidikan dan pekerjaan. Saat ini banyak kaum Hawa bekerja, membangun usaha, bahkan menjadi pemimpin di berbagai bidang. Namun, di tengah perkembangan tersebut, masyarakat masih sering memberi stigma negatif terhadap mereka yang karier.  R.A.Kartini juga mendorong mereka untuk berdaya di era modern ini tapi mengapa justru jika mereka…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Ujungnya Cuma ke Dapur”

Hingga hari ini, stigma bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena akhirnya akan kembali ke dapur masih terus masyarakat rawat. Pikiran tersebut jelas tidak masuk akal, sebab mengurus rumah tangga dan mendidik anak justru membutuhkan kecerdasan yang matang. Ada kontradiksi besar ketika masyarakat menuntut lahirnya generasi masa depan yang cerdas, namun membatasi ruang belajar bagi…

Baca Lengkapnya

Paras dan Bentuk Tubuh: Tolok Ukur Nilai Perempuan

Pernahkah kita menyadari bahwa perempuan sering kali ternilai dari paras wajah dan bentuk tubuhnya sebelum karakter, kepribadian, dan kemampuannya terkenal lebih jauh lagi? Di tengah perkembangan media sosial dan budaya populer saat ini, perempuan sering kali berhadapan dengan berbagai standar kecantikan yang teranggap ideal. Wajah cantik dan mulus, kulit bersih, tubuh bagus, dan penampilan yang…

Baca Lengkapnya

Menggali Keindahan Bahasa Indonesia sebagai Warisan Budaya

Bahasa Indonesia memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sebagai alat komunikasi. Setiap hari, jutaan orang menggunakannya untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa bahasa yang kita gunakan bukan hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga merupakan warisan budaya yang sangat berharga?  Bahasa Indonesia berakar dari bahasa melayu, lalu secara resmi lahir dan terikrar…

Baca Lengkapnya

Kompor Bukan Kodrat

Ada ironi yang sangat mencolok dalam cara kita memandang dapur. Ketika seorang pria membawa piring masakan buatan sendiri ke meja makan, seisi ruangan serempak kagum. Namun ketika seorang perempuan mengaku tidak pandai memasak, desis penilaian langsung mengudara pertanyaan basa-basi berubah jadi sidang kecil. “Gimana nanti urus suami?” seolah-olah kompor adalah takdir yang hanya berlaku satu…

Baca Lengkapnya

Inklusivitas, Kursi Lipat, dan Nasib Mahasiswa Kidal

Dunia pendidikan sering kali menyuarakan slogan “Inklusivitas”. Yakni menuntut akses pendidikan yang setara untuk semua kelompok tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Namun, apabila kita mengesampingkan sejenak slogan tersebut dan melihat secara lebih mendalam ruang kelas, akan terlihat suatu kenyataan sederhana. Adalah dunia pendidikan kita ternyata masih terdominasi oleh penggunaan tangan kanan. Di antara deretan…

Baca Lengkapnya

Pernikahan Dini: Bukan Solusi Ekonomi, Pemicu KDRT, dan Perceraian

Pernikahan merupakan ikatan janji nika yang laki-laki dan perempuan lakukan dengan tujuan menjalankan hidup dalam satu rumah tangga bahagia berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Namun, sebagaimana hal umumnya, permasalahan bakal muncul dari sebuah konsep ideal. Konsep pernikahan ideal sebagaimana terdefiniskan di atas, mendatang persoalan serius bagi beberapa masyarakat negara ini, yakni pernikahan dini salah satunya….

Baca Lengkapnya

Muslimah dan Media Sosial: antara Tren dan Jati Diri

Di era digital saat ini, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja, termasuk muslimah. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan X mereka gunakan untuk mencari hiburan, mengikuti tren, hingga berbagi cerita dengan orang lain. Medsos memang memberikan banyak kemudahan karena informasi dapat terperoleh dengan cepat dan komunikasi menjadi lebih mudah. Namun, di balik…

Baca Lengkapnya

Dekapan Islam pada “Mood” Perempuan

Pernah tidak, hari ini rasanya pengin ketawa terus, tapi besok tiba-tiba diam dan menjauh dari semua orang? Jika pernah, tenang, itu bukan aneh tapi sebuah kenormalan seorang manusia. Namun, stigma masyarakat yang terjadi tidak selalu berbanding lurus dengan hal ini. Perubahan mood (suasana hati), terutama pada perempuan, sering tersalahartikan. Kecewa sedikit orang bilang “lebay”, “drama”,…

Baca Lengkapnya

Pengaruh Generasi Z terhadap Perubahan Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang menjadi bagian dari sistem kebudayaan. Tanpa bahasa, kebudayaan tidak mungkin terjadi karena bahasa merupakan sarana pengembangan kebudayaan. Bahasa selalu berkembang mengikuti dinamika sosial penuturnya. Bahasa tidak bersifat tetap melainkan terus berubah mengikuti perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang menggunakannya. Beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu seperti perubahan gaya hidup…

Baca Lengkapnya