Intan Sari Nur Janah

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di UIN Raden Mas Said Surakarta

Distopia Di Balik Estetika TikTok: Menakar Romantisasi Kekalahan Lewat Tren “Seporsi Kemenangan”

Di sebuah kartun Zootopia (2016), dunia tergambarkan sebagai ruang metropolitan yang ideal. Sebuah utopia tempat bertemunya keberagaman dan harmoni sosial antarhewan. Kota ini menawarkan janji kesetaraan yang begitu memikat melalui slogan ikonik. Bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa memandang asal-usul atau spesies mereka. Lanskap kota yang megah, pembagian distrik ekologis yang…

Baca Lengkapnya

Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah

Pemandangan Bukit Uhud pada tahun 3 Hijriah sekejap berubah menjadi pertempuran yang mencekam ketika benteng pertahanan di puncak bukit runtuh akibat kelalaian pasukan pemanah. Pasukan berkuda Quraisy yang Khalid bin Walid pimpin yang masa itu masih menjadi musuh bergerak memanfaatkan celah tersebut. Berputar dari belakang dan mengepung kaum Muslimin yang sedang terbuai dengan harta rampasan….

Baca Lengkapnya

Menjadi Biasa Saja adalah Bentuk Perlawanan 

Dunia hari ini terlihat sebagai pasar raksasa yang tidak pernah tidur. Era saat informasi mengalir jauh lebih cepat daripada kemampuan otak manusia untuk memprosesnya. Kemudian kita tertuntut menjadi seorang pelari maraton yang tidak akan pernah mencapai sebuah garis finis. Di kantong kita, ada mesin kecil bernama ponsel yang setiap detiknya terus melakukan perlawanan terhadap sisi…

Baca Lengkapnya

Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber

Dewasa ini media sosial terasa seperti medan perang yang tak kunjung usai. Ketika satu isu mulai mencuat ke permukaan, terbelah dua kubu memenuhi kolom komentar yang saling menghujam satu sama lain. Tidak ada ruang antara, tidak ada keinginan untuk sekadar menimbang kacamata yang berbeda. Di sana terjadi dikotomi yang memenatkan “teman” atau “musuh”. Kita acap…

Baca Lengkapnya