Menyimak Cerita dalam Sepiring Rasa: Dialog antara Manusia, Alam, dan Waktu

Di sebuah meja sederhana, sepiring makanan sering kali tampak seperti hal yang biasa. Nasi, lauk, sambal, mungkin tambahan sayur. Namun jika kita berhenti sejenak dan benar-benar memperhatikan, setiap gigitan menyimpan cerita panjang tentang manusia, alam, dan waktu. Perpaduan rasa yang hadir di lidah bukan sekadar urusan enak atau tidak, melainkan cerminan dari budaya yang terus…

Baca Lengkapnya

Perempuan Menanggung Beban Sosial

Di tengah narasi kemajuan zaman yang terus terelu-elukan, perempuan justru masih berjalan dengan beban yang nyaris tak pernah benar-benar selesai. Mereka selalu terdorong untuk berpendidikan tinggi, mandiri secara ekonomi, dan aktif di ruang publik. Namun di saat yang sama, ia juga tetap tertuntut sempurna dalam ruang domestik mengurus rumah, melayani keluarga, dan menjadi ibu yang…

Baca Lengkapnya

Menggugat Janji Kebebasan Kartini di Balik Layar Ponsel

Ketika berita mengenai belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang melakukan pelecehan verbal massal mencuat, salah satu komentar di media sosial menyahut enteng. “Namanya juga grup laki-laki, pasti isinya bercandaan begitu, kenapa juga mahasiswinya sampai tahu?”. Adegan tersebut awalnya terasa seperti riak kecil di internet, sebelum akhirnya kita menyadari bahwa kasus ini melibatkan banyak korban,…

Baca Lengkapnya

Berempati setelah Perempuan menjadi Korban? 

Akhir-akhir ini, media sosial gempar dengan informasi terkini mengenai kecelakaan kereta yang melibatkan gerbong perempuan. Mayoritas korban dari kecelakaan tersebut berasal dari gerbong perempuan yang menjadi titik benturan paling kuat. Tragedi kereta tersebut menimbulkan empati di media sosial. Banyak publik yang membagikan kisah-kisah korban sehingga menyentuh titik terdalam empati. Kisah seorang ibu yang menyisihkan ASIP…

Baca Lengkapnya

Sarjana Perempuan di Balik Dapur

Sarjana perempuan sering terpandang sebagai simbol kemajuan pendidikan dan kesetaraan gender di masyarakat modern. Gelar akademik yang mereka raih melalui proses panjang seharusnya membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan kemandirian dalam mengambil keputusan. Hal ini menjadikan perempuan…

Baca Lengkapnya

Kesehatan Mental yang (Kerap) Diabaikan

Dalam masyarakat serba modern ini, gelar dan cita-cita sering terpandang sebagai pencapaian tertinggi dari sebuah keberhasilan hidup seseorang. Tidak ada yang pernah menanyakan apakah jiwa seorang mahasiswa baik-baik saja atau tidak? Dari sejak kecil pertanyaan terkait cita-cita mulai banyak orang pertanyakan, akan menjadi apa kelak? Lantas ketika dewasa pertanyaan tersebut bergeser menjadi, sudah sejauh mana…

Baca Lengkapnya

Sedekah atau Pemborosan: MBG menurut Maqashid Syariah

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selalu ramai netizen bincangkan mulai di tempat perkopian sampai media sosial. Progam ini awalnya mempunyai tujuan mulia yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi. Namun, kini menimbulkan insiden, ratusan siswa keracunan sebab melahap MBG. Sopir mobil SPPG mulai ugal-ugalan, nyawa rakyat terancam, sehingga banyak masyarakat menginginkan program ini…

Baca Lengkapnya

Di Balik Unggahan yang Indah: Beban Estetika pada Perempuan

Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi, tetapi juga panggung untuk menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang. Berbagai platform penuh dengan potret kehidupan yang tampak rapi, indah, dan tanpa cela. Dalam konteks ini, perempuan sering menjadi subjek utama dari standar visual yang terbangun. Tren seperti “mode sashfir vs mode musafir”…

Baca Lengkapnya

Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber

Dewasa ini media sosial terasa seperti medan perang yang tak kunjung usai. Ketika satu isu mulai mencuat ke permukaan, terbelah dua kubu memenuhi kolom komentar yang saling menghujam satu sama lain. Tidak ada ruang antara, tidak ada keinginan untuk sekadar menimbang kacamata yang berbeda. Di sana terjadi dikotomi yang memenatkan “teman” atau “musuh”. Kita acap…

Baca Lengkapnya

Guru di Negeri Sendiri: Pengabdian Panjang, Kesejahteraan Tertinggal

Di Indonesia, guru kerap mendapat posisi terhormat secara simbolik. Mereka mendapat sebutan sebagai pilar pendidikan dan penjaga masa depan bangsa. Namun, penghormatan itu sering berhenti pada kata-kata. Setelah peringatan Hari Guru Nasional berlalu, banyak pendidik kembali menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari sejahtera. Di berbagai daerah, terutama wilayah pinggiran, masih banyak pengajar honorer menerima upah…

Baca Lengkapnya

Jihad Ekologis untuk Keadilan Lingkungan dan HAM

Adalah fakta yang tidak dapat kita sangkal, saat ini dunia sedang menghadapi krisis ekologis. Dengan sejumlah persoalan serius yang terjadi, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, sampah, dan berbagai bencana alam.  Terlebih dengan berbagai peristiwa banjir dan bencana belakangan yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya itu telah menunjukkan, betapa masalah lingkungan memang sudah menjadi persoalan serius…

Baca Lengkapnya

Menjadi Perempuan Jawa di Era Disrupsi

Menjadi perempuan Jawa sering kali berarti belajar diam lebih dulu sebelum belajar bicara. Sejak kecil, mereka tumbuh dengan nasihat yang terdengar sederhana tapi sarat makna: aja kakehan ngomong, sing sareh, wong wedok kuwi kudu ngerti unggah-ungguh. Kalimat-kalimat itu bukan sekadar petuah sopan santun. Melainkan cara budaya membentuk tubuh dan suara perempuan agar tetap tenang, tertata, dan tidak…

Baca Lengkapnya

Polarisasi Organisasi Keagamaan

Pada pertengahan 2024 hingga berlanjut ke tahun berikutnya, ruang publik Indonesia sempat terguncang oleh pemberitaan pemberian izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Keagamaan (melalui PP No. 25 Tahun 2024). Kebijakan ini memicu perdebatan di media sosial, ruang akademik, hingga akar rumput. Narasi yang mengemuka bahkan menyentuh jantung sosiologis umat, salah satunya polarisasi…

Baca Lengkapnya

Kedaulatan Digital: Saat Jaringan Memegang Kendali Dunia

Di masa depan, ketika era digital berjalan total dan menyeluruh, kita akan menyaksikan perubahan radikal dalam struktur kekuasaan global. Negara, yang selama berabad-abad menjadi aktor tunggal dan sentral dalam mengatur tatanan kehidupan manusia, tidak lagi menjadi segalanya. Otoritas tertinggi yang selama ini kita kenal sebagai pengendali segala sesuatu akan mengalami pengikisan peran. Dalam kadar tertentu,…

Baca Lengkapnya

Cinta Pertamaku Ternyata Luka Pertamaku

Bagi banyak anak perempuan, ayah adalah cinta pertama dalam hidupnya. Ia adalah sosok laki-laki pertama yang dikenalnya sebelum mengenal dunia yang lebih luas. Dari ayah, seorang anak perempuan belajar bagaimana rasanya disayangi, dilindungi, dan dihargai. Ayah sering kali menjadi standar pertama bagi anak perempuan dalam menilai laki-laki lain di masa depan. Ketika seorang ayah memperlakukan…

Baca Lengkapnya