Kesehatan Mental yang (Kerap) Diabaikan

Dalam masyarakat serba modern ini, gelar dan cita-cita sering terpandang sebagai pencapaian tertinggi dari sebuah keberhasilan hidup seseorang. Tidak ada yang pernah menanyakan apakah jiwa seorang mahasiswa baik-baik saja atau tidak? Dari sejak kecil pertanyaan terkait cita-cita mulai banyak orang pertanyakan, akan menjadi apa kelak? Lantas ketika dewasa pertanyaan tersebut bergeser menjadi, sudah sejauh mana…

Baca Lengkapnya

Sedekah atau Pemborosan: MBG menurut Maqashid Syariah

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selalu ramai netizen bincangkan mulai di tempat perkopian sampai media sosial. Progam ini awalnya mempunyai tujuan mulia yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi. Namun, kini menimbulkan insiden, ratusan siswa keracunan sebab melahap MBG. Sopir mobil SPPG mulai ugal-ugalan, nyawa rakyat terancam, sehingga banyak masyarakat menginginkan program ini…

Baca Lengkapnya

Di Balik Unggahan yang Indah: Beban Estetika pada Perempuan

Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi, tetapi juga panggung untuk menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang. Berbagai platform penuh dengan potret kehidupan yang tampak rapi, indah, dan tanpa cela. Dalam konteks ini, perempuan sering menjadi subjek utama dari standar visual yang terbangun. Tren seperti “mode sashfir vs mode musafir”…

Baca Lengkapnya

Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber

Dewasa ini media sosial terasa seperti medan perang yang tak kunjung usai. Ketika satu isu mulai mencuat ke permukaan, terbelah dua kubu memenuhi kolom komentar yang saling menghujam satu sama lain. Tidak ada ruang antara, tidak ada keinginan untuk sekadar menimbang kacamata yang berbeda. Di sana terjadi dikotomi yang memenatkan “teman” atau “musuh”. Kita acap…

Baca Lengkapnya

Guru di Negeri Sendiri: Pengabdian Panjang, Kesejahteraan Tertinggal

Di Indonesia, guru kerap mendapat posisi terhormat secara simbolik. Mereka mendapat sebutan sebagai pilar pendidikan dan penjaga masa depan bangsa. Namun, penghormatan itu sering berhenti pada kata-kata. Setelah peringatan Hari Guru Nasional berlalu, banyak pendidik kembali menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari sejahtera. Di berbagai daerah, terutama wilayah pinggiran, masih banyak pengajar honorer menerima upah…

Baca Lengkapnya

Jihad Ekologis untuk Keadilan Lingkungan dan HAM

Adalah fakta yang tidak dapat kita sangkal, saat ini dunia sedang menghadapi krisis ekologis. Dengan sejumlah persoalan serius yang terjadi, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, sampah, dan berbagai bencana alam.  Terlebih dengan berbagai peristiwa banjir dan bencana belakangan yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya itu telah menunjukkan, betapa masalah lingkungan memang sudah menjadi persoalan serius…

Baca Lengkapnya

Menjadi Perempuan Jawa di Era Disrupsi

Menjadi perempuan Jawa sering kali berarti belajar diam lebih dulu sebelum belajar bicara. Sejak kecil, mereka tumbuh dengan nasihat yang terdengar sederhana tapi sarat makna: aja kakehan ngomong, sing sareh, wong wedok kuwi kudu ngerti unggah-ungguh. Kalimat-kalimat itu bukan sekadar petuah sopan santun. Melainkan cara budaya membentuk tubuh dan suara perempuan agar tetap tenang, tertata, dan tidak…

Baca Lengkapnya

Polarisasi Organisasi Keagamaan

Pada pertengahan 2024 hingga berlanjut ke tahun berikutnya, ruang publik Indonesia sempat terguncang oleh pemberitaan pemberian izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Keagamaan (melalui PP No. 25 Tahun 2024). Kebijakan ini memicu perdebatan di media sosial, ruang akademik, hingga akar rumput. Narasi yang mengemuka bahkan menyentuh jantung sosiologis umat, salah satunya polarisasi…

Baca Lengkapnya

Kedaulatan Digital: Saat Jaringan Memegang Kendali Dunia

Di masa depan, ketika era digital berjalan total dan menyeluruh, kita akan menyaksikan perubahan radikal dalam struktur kekuasaan global. Negara, yang selama berabad-abad menjadi aktor tunggal dan sentral dalam mengatur tatanan kehidupan manusia, tidak lagi menjadi segalanya. Otoritas tertinggi yang selama ini kita kenal sebagai pengendali segala sesuatu akan mengalami pengikisan peran. Dalam kadar tertentu,…

Baca Lengkapnya

Cinta Pertamaku Ternyata Luka Pertamaku

Bagi banyak anak perempuan, ayah adalah cinta pertama dalam hidupnya. Ia adalah sosok laki-laki pertama yang dikenalnya sebelum mengenal dunia yang lebih luas. Dari ayah, seorang anak perempuan belajar bagaimana rasanya disayangi, dilindungi, dan dihargai. Ayah sering kali menjadi standar pertama bagi anak perempuan dalam menilai laki-laki lain di masa depan. Ketika seorang ayah memperlakukan…

Baca Lengkapnya

Ramadan yang Datang, Rasa yang Hilang

Setiap kali bulan suci Ramadan semakin dekat, suasana berubah menjadi lebih hangat. Masjid mulai ramai, ucapan “Marhaban ya Ramadhan” berseliweran di media sosial, dan hati banyak orang terasa berbunga-bunga. Ramadan selalu identik dengan kebersamaan, harapan baru, dan kesempatan memperbaiki diri. Bagi sebagian besar orang, datangnya adalah kabar bahagia yang ternantikan sepanjang tahun. Namun, di tengah…

Baca Lengkapnya

Hak Anak, Tanggung Jawab Orang Tua: Pondasi Pendidikan dari Keluarga

Akhir-akhir ini dunia maya heboh dengan banyaknya anak kurang terpenuhi haknya. Terlebih hak memperoleh pendidikan dan kasih sayang dari orang tua. Beredar video di Instagram, Threeds, X, maupun TikTok mengenai anak kurang terpenuhi kebutuhan sekundernya, sedangkan negara mempunyai cita-cita mencerdaskan anak bangsa. Seorang laki-laki dan perempuan jika sudah memiliki ikatan hubungan keluarga maka akan terbebani…

Baca Lengkapnya

Serigala, Domba, dan Pemburu: Cermin Krisis Identitas Manusia Modern

Ketika empati memudar, manusia perlahan kehilangan kompleksitas diri sendiri. Gambaran ini tercermin kuat dalam sebuah adegan film Frankenstein (2025) ketika makhluk ciptaan itu menyaksikan serigala menyerang domba, lalu seorang pemburu membunuh serigala. Dalam keheningan setelah peristiwa itu, ia menyadari satu hal sederhana tapi mengganggu: pemburu tidak membenci serigala, serigala tidak membenci domba, tapi kekerasan di antara mereka…

Baca Lengkapnya

Logika di Balik Murka: Mencari Keadilan di Tengah Ego

Dalam kehidupan manusia, kemarahan adalah emosi yang sering muncul tanpa peringatan. Ia hadir ketika seseorang merasa disalahpahami, diperlakukan tidak adil, atau ketika harapan tiba-tiba runtuh. Ledakannya terasa spontan, tetapi di baliknya terdapat persoalan yang lebih dalam tentang cara manusia memahami diri dan dunianya. Sejak lama para filsuf memikirkan emosi ini. Bagi kaum Stoa, kemarahan merupakan…

Baca Lengkapnya

Menolak Kekerasan sebagai Pemulihan Martabat

Kau mungkin lupa, situasi yang menyakitkan mampu berbalik arah. Kau akan mengingatku sebagai angka delapan yang tegak serupa sketsa jam waktu. Pasir di dalamnya adalah usahaku, begitu banyak, terbuat dari butir-butir kemantapan hati, terkikis oleh kenyataan yang kau buat sendiri. Duka yang akan menggelapkan harimu lebih kejam dari tiap-tiap kemungkinan yang dapat dibayangkan.  Sekilas, petikan…

Baca Lengkapnya