Satu Pesan, Seribu Beban: Pelecehan Seksual Digital di Kampus

Notifikasi masuk pukul 22.47. Bukan dari teman atau keluarga, melainkan dari dosen pembimbing skripsi. “Kamu cantik kalau pakai baju warna itu tadi.” Jarinya berhenti mengetik. Pelecehan seksual digital sering bermula dari pesan seperti ini. Jika mengabaikannya, skripsinya yang baru separuh jalan bisa terancam. Jika melapor, siapa yang akan percaya? Akhirnya, ia memilih diam. Kisah seperti…

Baca Lengkapnya

Saat Kuat Menjadi Identitas

Anak pertama kerap tumbuh di bawah bayang-bayang ekspektasi keluarga. Lingkungan rumah menuntut mereka sejak dini untuk menjadi contoh bagi adik-adiknya. Mereka wajib menunjukkan karakter kuat, bertanggung jawab penuh, serta lihai mengatasi berbagai masalah. Namun, benarkah anak pertama terutama anak pertama perempuan selalu sekuat yang terlihat? Di balik sikap dewasa dan tanggung jawab yang mereka tunjukkan?…

Baca Lengkapnya

Lelaki Tidak Boleh Menangis

Sejak kecil, kalimat dalam judul sudah menempel ke telinga hampir setiap laki-laki yang lahir di negeri ini. “Jangan menangis, kamu ini kan laki-laki.” Ayah, ibu, kakek, guru, bahkan teman sebaya mengucapkannya. Mereka mengulanginya begitu sering hingga akhirnya kita mempercayainya sebagai kebenaran mutlak. Padahal tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menyatakan bahwa air mata adalah…

Baca Lengkapnya

Candaan Digital dan Batas Pelecehan

Di era media sosial, ruang komunikasi berkembang begitu cepat. Menganggap kalimat-kalimat yang dahulu tabu kini sering muncul sebagai bagian dari candaan, tren, atau bentuk ekspresi lucu dan santai. Tidak sedikit perempuan maupun laki-laki menggunakan ungkapan bernada sensual demi menarik perhatian, memperoleh respons, atau sekadar mengikuti budaya bercanda di internet. Fenomena ini memunculkan pertanyaan sosial yang…

Baca Lengkapnya

Perempuan di Balik Ketegaran

Masyarakat sering mengenal perempuan sebagai sosok yang lembut, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Di balik kelembutan tersebut, perempuan juga menyimpan ketegaran yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus dalam keluarga maupun masyarakat. Tanggung jawab tersebut menuntut perempuan untuk mampu…

Baca Lengkapnya

Menjadi Perempuan Feminin di Tengah Ekspektasi Masyarakat

Perempuan feminin adalah sosok perempuan yang penuh empati, berjiwa besar, serta memiliki kelembutan yang menjadi kekuatan terbesar dalam dirinya. Pada dasarnya, menjadi seorang perempuan adalah sebuah anugerah, karena perempuan memiliki banyak keistimewaan. Agama Islam dalam ajarannya sangat menjaga dan memuliakan perempuan. Namun, sayangnya, dalam praktik berkehidupan, menjadi perempuan bukanlah perkara yang mudah. Terlebih, bagi perempuan…

Baca Lengkapnya

Cerdas Digital, Miskin Nalar?

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah mengubah cara manusia memperoleh informasi. Saat ini, pelajar dan mahasiswa dapat menemukan jawaban atas berbagai persoalan hanya dalam hitungan detik melalui internet dan aplikasi berbasis AI. Kemudahan tersebut membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan karena akses terhadap pengetahuan menjadi lebih cepat dan luas (J. A. Putri et…

Baca Lengkapnya

Ancaman Cyber Grooming pada Anak dan Remaja

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai platform komunikasi baru. Sayangnya, inovasi ini juga membuka celah bagi risiko keamanan digital. Salah satunya adalah aplikasi yang menggunakan avatar virtual, Reality. Berbeda dengan platform konvensional yang menampilkan identitas asli, fitur avatar memungkinkan interaksi tanpa menunjukkan wajah. Pengguna dapat mengobrol, bermain gim, dan membangun komunitas daring dalam lingkungan yang tampak aman…

Baca Lengkapnya

Mengkritisi Narasi Single Mom, Belajar dari Alam Liar

Istilah single mom biasanya merujuk pada para perempuan yang memiliki tanggung jawab ganda untuk merawat, mengasuh, dan membesarkan anak tanpa dukungan seorang suami atau ayah di sampingnya. Tulisan ini tidak hanya memaknai single mom sebagai perempuan yang bercerai atau ditinggal meninggal suaminya, tetapi juga menyoroti fenomena “ayah yang hadir tapi absen secara figur”, yang mana…

Baca Lengkapnya

Perempuan Bukan Tanggung Jawab yang Dipindahtangankan

Kehilangan ayah adalah salah satu pengalaman paling menyayat yang bisa dialami manusia. Namun masyarakat kerap tidak membiarkan perempuan berduka terlalu lama. Belum sempat berduka, masyarakat sudah mendesak: “Kapan menikah?” seolah pernikahan adalah satu-satunya penyelamat perempuan. Padahal tidak ada satu pun pihak yang berhak memindahtangankan tanggung jawab atas hidup perempuan. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan sosial…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Standar Kecantikan di Era Digital

Perkembangan media sosial telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, termasuk cara seseorang memandang diri mereka sendiri. Bagi perempuan muda, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga ruang yang membentuk persepsi mengenai kecantikan. Berbagai foto dan video yang menampilkan tubuh ideal, kulit putih, wajah mulus, serta gaya hidup yang tampak sempurna….

Baca Lengkapnya

Pintar Saja Tidak Cukup

Di era digital saat ini, pendidikan berkembang sangat pesat. Akses terhadap ilmu pengetahuan semakin mudah kita peroleh melalui internet, teknologi semakin canggih, dan jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital juga membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Secara teori, kondisi tersebut seharusnya menjadi tanda…

Baca Lengkapnya

Manusia yang Melupakan Kemanusiaan

Perempuan acapkali mengalami ketidakadilan dan kehilangan haknya sebagai manusia seutuhnya. Masyarakat sering memandang perempuan dengan sudut pandang laki-laki, sampai lupa bahwa perempuan juga memiliki kebebasan atas diri sendiri. Mereka adakalanya menjadikan perempuan sebagai objek penilaian moral. Muncul banyak aturan mengenai bagaimana perempuan harus menjaga diri dan bagaimana kebebasan perempuan dalam mengekspresikan diri. Namun, sedikit dari…

Baca Lengkapnya

Gender dan Kesetaraan dalam Kehidupan Masyarakat Modern

Gender merupakan konsep sosial yang menjelaskan peran, tanggung jawab, hak, serta harapan masyarakat terhadap laki-laki dan perempuan. Ia berbeda dengan jenis kelamin (sex) yang bersifat biologis dan sudah Tuhan tentukan sejak lahir. Pun ia terbentuk oleh konstruksi sosial dengan perkembangan zaman dan kondisi masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti Pendidikan,…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja: antara Peluang dan Tantangan

Di era modern seperti sekarang, kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan sebenarnya semakin terbuka bagi siapa saja. Namun, ketika berbicara tentang dunia kerja, isu kesetaraan gender masih menjadi topik yang relevan untuk dibahas. Kita sering mendengar bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk bekerja dan mengembangkan karier. Akan tetapi, dalam praktiknya masih terdapat…

Baca Lengkapnya