Di Antara Kuliah dan Pekerjaan: Perempuan Menjalani Dua Peran

Menjalani peran sebagai perempuan yang kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang mudah. Saya merasakan sendiri bagaimana sulitnya membagi waktu. Antara kewajiban sebagai mahasiswi dan tanggung jawab sebagai pekerja di bidang food and beverage (F&B). Kedua peran tersebut sama-sama membutuhkan komitmen, tenaga, dan perhatian yang besar. Di satu sisi, saya memiliki tanggung jawab untuk mengikuti perkuliahan…

Baca Lengkapnya

Peran Ganda Perempuan

Perempuan kini memiliki kesempatan yang semakin luas untuk menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di berbagai bidang. Banyak perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga menjadi tenaga profesional yang berkontribusi terhadap perekonomian keluarga. Namun, di balik pencapaian tersebut, muncul tantangan besar, yaitu menjalankan peran sebagai pekerja sekaligus ibu dan istri. Menurut saya, peran…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Pilihan yang Diremehkan

Perempuan sering kali mendapatkan berbagai pertanyaan mengenai masa depan mereka. Salah satu pertanyan sering muncul adalah, “Mau kuliah atau langsung kerja?’”. Sekilas pertanyaan seperti itu terlihat sederhana dan memperlakukan wajar. Namun, pertanyaan yang sering diikuti oleh berbagai komentar secara tidak langsung meremehkan perempuan, terutama ketika mereka memilih untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi….

Baca Lengkapnya

Masih Soal Dapur

“Perempuan sekolah tinggi ngapain? Ujung-ujungnya juga di dapur.” Kalimat seperti ini mungkin terdengar kuno, tetapi faktanya masih sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Ada yang mengucapkannya sebagai candaan, ada pula yang benar-benar meyakininya. Di balik kalimat tersebut, sebagian masyarakat menganggap pendidikan tinggi lebih penting bagi laki-laki, sedangkan perempuan pada akhirnya hanya akan menjalankan peran domestik sebagai…

Baca Lengkapnya

Tekanan Perempuan di Dunia Kerja

Tekanan terhadap perempuan masih menjadi persoalan yang terus terjadi hingga saat ini, terutama dalam lingkungan kerja yang memberikan tekanan dan beban berlebihan kepada perempuan. Dunia kerja masih menganggap perempuan sebagai pekerja yang lebih mudah diatur dan penurut. Anggapan tersebut membuat perempuan sering memperoleh beban kerja yang berlebihan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja menuntut perempuan…

Baca Lengkapnya

Perempuan Merdeka dan Bayangan Pernikahan

Dari dulu sampai sekarang, kita sering mendengar perbedaan yang mencolok. Anak laki-laki mendapat pertanyaan: “Mau jadi apa kamu besarnya?”. Sedangkan anak perempuan mendapat pertanyaan: “Kapan kamu menikah?”. Dua pertanyaan sederhana itu mengandung pesan tersirat. Seakan-akan masyarakat ingin mengatakan bahwa masa depan perempuan adalah menunggu, bukan berkembang sebagai individu yang bebas. Ada juga ungkapan yang sangat…

Baca Lengkapnya

Perempuan Berpendidikan dan Stigma Masyarakat

Mengapa perempuan yang berpendidikan tinggi masih sering mendapat penilaian negatif di tengah terbukanya akses pendidikan? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika melihat kenyataan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka partisipasi perempuan pada jenjang pendidikan tinggi mencapai 35,98%. Mereka hadir sebagai akademisi, peneliti, guru,…

Baca Lengkapnya

Perempuan Tidak Harus Menjadi Superwoman

Perempuan masa kini menghadapi berbagai tuntutan yang semakin kompleks. Masyarakat mengharapkan mereka berprestasi dalam pendidikan, sukses dalam karier, mengurus keluarga, menjaga penampilan, serta aktif dalam kehidupan sosial. Harapan tersebut melahirkan sosok ideal yang sering disebut sebagai “superwoman“, yaitu perempuan yang mampu menjalankan semua peran secara sempurna. Media sosial ikut memperkuat gambaran tersebut. Setiap hari, berbagai…

Baca Lengkapnya

Dilema Perempuan Gen Z Memilih Pasangan

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Perkawinan dan Perceraian Indonesia 2021. Jakarta: BPS.

Bowlby, J. (1969). Attachment and Loss, Vol. 1: Attachment. New York: Basic Books.

Gottman Institute. (2023). The Four Horsemen: Recognizing Criticism, Contempt, Defensiveness, and Stonewalling. Diakses 27 Mei 2026, dari https://www.gottman.com/blog/the-four-horsemen-recognizing-criticism-contempt-defensiveness-and-stonewalling/

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848.

Schwartz, B. (2004). The Paradox of Choice: Why More Is Less. New York: Ecco.

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Standar yang Tak Pernah Selesai

Menjadi perempuan sering kali hidup berdampingan dengan berbagai standar yang terus berubah. Sejak kecil, perempuan sudah mengenal banyak aturan yang mengatur cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap. Orang tua sering mengajarkan anak perempuan menjadi pribadi yang sopan, lembut, dan penurut. Ketika memasuki masa remaja, standar yang harus memenuhi mereka semakin bertambah. Masyarakat mulai menuntut perempuan terkait…

Baca Lengkapnya

Perempuan, Aktivitas Malam, dan Stigma yang Tak Kunjung Hilang

Malam baru saja tiba. Sekelompok mahasiswa masih berkumpul di ruang organisasi mahasiswa (ormawa) untuk melaksanakan rapat kegiatan kampus. Di tengah jalannya rapat, salah satu mahasiswi meminta izin pulang terlebih dahulu karena khawatir akan mendapat pertanyaan dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Bukan karena ia melakukan suatu kesalahan, melainkan karena perempuan yang pulang malam masih sering menjadi…

Baca Lengkapnya

Merantau: Jalan Perempuan Mencari Ruang untuk Tumbuh

Perempuan dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Sejak lahir, perempuan hidup di tengah berbagai norma, aturan, serta harapan yang masyarakat ciptakan dan pelihara dalam kehidupan sosial. Dalam banyak keadaan, masyarakat sering menjadikan perempuan sebagai objek penilaian. Cara berpakaian, cara berbicara, pilihan pendidikan, pekerjaan, hingga keputusan mengenai masa depan kerap menjadi bahan komentar. Tidak jarang, penilaian…

Baca Lengkapnya

Karier atau Keluarga: Mengapa Perempuan Selalu Dipaksa Memilih?

Bayangkan seorang perempuan berusia dua puluhan akhir. Ia baru saja lulus pascasarjana, bekerja di bidang yang dicintainya, dan mulai membangun karier yang selalu ia impikan sejak kecil. Namun di sisi lain, ia juga ingin memiliki keluarga, menikah, dan mungkin suatu hari menjadi seorang ibu. Ketika ia mengungkapkan kedua keinginan ini, respons yang sering diterimanya sering…

Baca Lengkapnya

Pikiran Tidak Mau Diam, Perempuan, dan Overthingking

Tidak semua pikiran bisa berhenti hanya karena seseorang berkata “gak usah dipikirin.” Bagi sebagian orang terutama perempuan pikiran sering kali berjalan tanpa jeda. Hal-hal kecil seperti nada pesan, perubahan sikap seseorang, hingga ucapan yang terlihat sederhana dapat terus terulang di kepala. Hal tersebut ialah overthingking, yaitu kondisi ketika seseorang memikirkan suatu hal secara berlebihan dan…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Peradaban Modern dalam Lingkup Perkawinan

Sejak berabad-abad silam, perempuan telah melebarkan sayapnya tidak hanya berperan dalam ranah domestik tetapi juga mencakup ranah publik. Peran ini dapat kita temukan pada pribadi Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah saw. yang berperan sebagai pengusaha sukses. Lantas, melihat konteks saat ini, berkarier dan berperan menjadi istri serta ibu rumah tangga tak terelakkan karena salah satu…

Baca Lengkapnya