Kesetaraan Gender dalam Sepak Bola

Kesetaraan gender merupakan prinsip yang menekankan bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk olahraga. Salah satu cabang olahraga yang masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender adalah sepak bola. Selama bertahun-tahun, sepak bola sering dipandang sebagai olahraga yang identik dengan laki-laki sehingga partisipasi…

Baca Lengkapnya

Pengadilan Publik pada Peran Ibu: Membongkar Mom Shaming

Kehidupan berumah tangga tidak lepas dari peranan seorang perempuan atau Ibu.  Ia adalah pondasi dalam sebuah keluarga yang sering kali perannya memicu tekanan sosial. Seperti umumnya dalam sebuah keluarga ia bertanggung jawab merawat, mendidik, dan membesarkan seorang anak. Sementara Ayah menjalankan kewajibannya memberi nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Merawat anak tidak lain menjaganya, memastikannya…

Baca Lengkapnya

Mengkritisi Narasi Single Mom, Belajar dari Alam Liar

Istilah single mom biasanya merujuk pada para perempuan yang memiliki tanggung jawab ganda untuk merawat, mengasuh, dan membesarkan anak tanpa dukungan seorang suami atau ayah di sampingnya. Tulisan ini tidak hanya memaknai single mom sebagai perempuan yang bercerai atau ditinggal meninggal suaminya, tetapi juga menyoroti fenomena “ayah yang hadir tapi absen secara figur”, yang mana…

Baca Lengkapnya

Gender dan Kesetaraan dalam Kehidupan Masyarakat Modern

Gender merupakan konsep sosial yang menjelaskan peran, tanggung jawab, hak, serta harapan masyarakat terhadap laki-laki dan perempuan. Ia berbeda dengan jenis kelamin (sex) yang bersifat biologis dan sudah Tuhan tentukan sejak lahir. Pun ia terbentuk oleh konstruksi sosial dengan perkembangan zaman dan kondisi masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti Pendidikan,…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja: antara Peluang dan Tantangan

Di era modern seperti sekarang, kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan sebenarnya semakin terbuka bagi siapa saja. Namun, ketika berbicara tentang dunia kerja, isu kesetaraan gender masih menjadi topik yang relevan untuk dibahas. Kita sering mendengar bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk bekerja dan mengembangkan karier. Akan tetapi, dalam praktiknya masih terdapat…

Baca Lengkapnya

Tindak Asusila di PNJ: Cermin Ruang Aman Perempuan

Pada awal Juni 2026, dugaan tindakan asusila sesama jenis antara mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan pihak eksternal mengejutkan publik. Pihak kampus dan mahasiswa bergerak cepat merespons, memergoki, lalu memproses insiden tersebut secara hukum. Ruang akademik seharusnya menjadi mimbar nalar kritis. Namun, tiba-tiba menjadi sorotan tajam karena gagal menyaring eksploitasi dan tindakan amoral dari pihak…

Baca Lengkapnya

Kesetaraan Gender dalam Islam: Satu Jiwa, Dua Fisik

Pernahkah kalian menemukan potongan hadis saat sedang scrolling media sosial yang berbunyi kira-kira: “perempuan kekurangan akal”, “Allah menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok”, atau bahkan “kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan”. Padahal, kesetaraan gender dalam Islam sangat jelas dari konsep nafs wahidah. Sebagai sesama perempuan, kita sering merasa dada sesak ketika membaca kutipan itu…

Baca Lengkapnya

Perempuan Mandiri, Bukan Menyaingi

Ketika seorang laki-laki sukses membangun karier, masyarakat memujinya sebagai sosok pekerja keras. Namun ketika perempuan mencapai keberhasilan yang sama, masyarakat sering mengajukan pertanyaan yang berbeda. Misalnya “Apakah dia tidak takut membuat laki-laki minder?” atau “Nanti siapa yang mau menikah dengannya?”. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu menunjukkan bahwa masyarakat masih menganggap keberhasilan perempuan sebagai ancaman, bukan sebagai prestasi….

Baca Lengkapnya

Patriarki dan Peran Domestik

Membahas mengenai patriarki tak pernah lelah untuk terbicarakan dari waktu ke waktu sejak dulu. Praktik budaya yang mengakar kuat dalam suatu masyarakat yang terakibatkan oleh cara pandang terhadap peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bertempat sebagai pihak dominasi kekuasaan terhadap perempuan dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan pihak perempuan selalu menjadi kaum yang tidak terbiarkan menyuarakan…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Hanya” Ibu Rumah Tangga

Pertanyaan mengenai rencana pasca-kelulusan sering kali menjadi beban psikologis bagi banyak mahasiswa. Muncul ketakutan tersirat bahwa memilih peran sebagai ibu rumah tangga berarti menyia-nyiakan seluruh jerih payah menuntut ilmu di universitas. Kita tentu tidak asing dengan sinisme komunal yang sering terdengar di masyarakat, seperti, “Sekolah tinggi-tinggi kok ujung-ujungnya cuma ke dapur.” Penggunaan kata “hanya” di…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Ujungnya Cuma ke Dapur”

Hingga hari ini, stigma bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena akhirnya akan kembali ke dapur masih terus masyarakat rawat. Pikiran tersebut jelas tidak masuk akal, sebab mengurus rumah tangga dan mendidik anak justru membutuhkan kecerdasan yang matang. Ada kontradiksi besar ketika masyarakat menuntut lahirnya generasi masa depan yang cerdas, namun membatasi ruang belajar bagi…

Baca Lengkapnya

Derajat Sama, Beban tak Pernah Setara

Sejak kecil, banyak perempuan sudah akrab dengan kalimat, “perempuan itu tempatnya di dapur”. Kalimat tersebut terulang-ulang seolah menjadi hukum alam. Ironisnya, ketika perempuan itu tumbuh dewasa, pertanyaan yang datang justru berubah “sudah kerja belum?”. Di sisnilah letak kontradiksi sosial yang sering luput kita sadari. Perempuan mendapat kewajiban masuk dapur, pun tertuntut bekerja. Sementara laki-laki, sejak…

Baca Lengkapnya

Mencari Ruang Kisah Perempuan

Setiap perempuan, hidup dengan kisah masing-masing. Kisah yang tidak selalu terceritakan, tetapi terasa dari cara mereka berjalan, tertawa, atau bahkan diam. Di balik langkah-langkah kecil itu, ada batas-batas tak terlihat yang sering membuat dunia terasa sempit. Batas yang tidak tertulis, tetapi begitu kuat memengaruhi cara perempuan memandang diri dan tempatnya di kehidupan ini. Sejak kecil,…

Baca Lengkapnya

Perempuan Indonesia di Tengah Jebakan Feminitas dan Patriarki

Indonesia sering bangga menyebut diri sebagai negara ramah pada kesetaraan gender. Statistik Indeks Ketimpangan Gender 2024 turun menjadi 0,421, capaian terbaik beberapa tahun terakhir—yang seakan tampak menjanjikan. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Komnas Perempuan mencatat lebih dari 445 ribu kasus kekerasan sepanjang 2024, meningkat dari tahun sebelumnya. Dan hingga Juli 2025, laporan kekerasan terhadap…

Baca Lengkapnya