Melawan Budaya Diam terhadap Kasus Pelecehan Seksual di Kampus

Beberapa waktu terakhir, publik kembali menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama seorang dosen di lingkungan perguruan tinggi. Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan sekaligus kekhawatiran besar, terutama di kalangan mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang masih aktif menjalani kehidupan akademik, saya memandang persoalan ini bukan lagi sekadar kasus personal, melainkan cerminan rusaknya rasa aman dan nilai…

Baca Lengkapnya

Satu Pesan, Seribu Beban: Pelecehan Seksual Digital di Kampus

Notifikasi masuk pukul 22.47. Bukan dari teman atau keluarga, melainkan dari dosen pembimbing skripsi. “Kamu cantik kalau pakai baju warna itu tadi.” Jarinya berhenti mengetik. Pelecehan seksual digital sering bermula dari pesan seperti ini. Jika mengabaikannya, skripsinya yang baru separuh jalan bisa terancam. Jika melapor, siapa yang akan percaya? Akhirnya, ia memilih diam. Kisah seperti…

Baca Lengkapnya

Ancaman Cyber Grooming pada Anak dan Remaja

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai platform komunikasi baru. Sayangnya, inovasi ini juga membuka celah bagi risiko keamanan digital. Salah satunya adalah aplikasi yang menggunakan avatar virtual, Reality. Berbeda dengan platform konvensional yang menampilkan identitas asli, fitur avatar memungkinkan interaksi tanpa menunjukkan wajah. Pengguna dapat mengobrol, bermain gim, dan membangun komunitas daring dalam lingkungan yang tampak aman…

Baca Lengkapnya

Tindak Asusila di PNJ: Cermin Ruang Aman Perempuan

Pada awal Juni 2026, dugaan tindakan asusila sesama jenis antara mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan pihak eksternal mengejutkan publik. Pihak kampus dan mahasiswa bergerak cepat merespons, memergoki, lalu memproses insiden tersebut secara hukum. Ruang akademik seharusnya menjadi mimbar nalar kritis. Namun, tiba-tiba menjadi sorotan tajam karena gagal menyaring eksploitasi dan tindakan amoral dari pihak…

Baca Lengkapnya

Pelecehan Santriwati di Lingkungan Pondok Pesantren

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai kasus pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren kembali mengejutkan publik dan memicu perbincangan luas media sosial. Berita-berita tersebut memunculkan kemarahan sekaligus keprihatinan masyarakat karena korban merupakan santriwati yang seharusnya mendapatkan perlindungan. Di sisi lain, pelaku sering kali merupakan sosok yang mendapat penghormatan dan kepercayaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan kekerasan…

Baca Lengkapnya

Kekerasan Seksual di Ruang Agama: Relasi Kuasa, Manipulasi Doktrin Agama, dan Silence Culture

Jagad media sedang heboh dengan masifnya perilaku bejat berupa kekerasan seksual oleh oknum kiai. Pasalnya, pesantren yang seharusnya menjadi ruang aman bagi santriwati justru menjadi tempat terjadinya perilaku yang keji dan menjijikkan. Kiai yang merupakan figur agama juga menciptakan stigma buruk yang berdampak pada banyak hal. Di antaranya menjadikan masyarakat skeptis terhadap lingkungan pesantren bahkan…

Baca Lengkapnya

Menggugat Predator Akademik: Alarm Keras dari UIN Raden Mas Said Surakarta

Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kembali terkejutkan oleh kabar kelam yang mencoreng institusi akademik berbasis moral dan agama. Mutakhir, media sosial heboh oleh unggahan yang mengungkap dugaan pelecehan seksual seorang oknum dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Kasus ini mencuat setelah seorang alumni berinisial P berani menyuarakan pengalaman pahitnya ke ruang…

Baca Lengkapnya

Saat Candaan Mengkhianati Perjuangan Keadilan

Media sosial seringkali menjadi panggung bagi perilaku yang kontradiktif. Di satu sisi, kita melihat gerakan masif yang menuntut ruang aman bagi perempuan. Namun di sisi lain, kita menyaksikan pemandangan ganjil di kolom komentar aplikasi TikTok. Ketika ada kreator konten laki-laki yang mempunyai visual menarik mengunggah video, tak jarang kolom komentarnya penuh oleh perempuan yang melontarkan…

Baca Lengkapnya

Kisah Aurélie Moeremans, Broken Strings, dan Relasi yang Salah Arah

Menjelang akhir 2025, nama Aurélie Moeremans ramai publik bicarakan setelah ia merilis buku Broken Strings (2025). Bukan karena gosip murahan atau sensasi kosong, melainkan karena keberaniannya membuka luka lama yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Buku itu bukan sekadar memoar selebritas, tapi catatan pahit tentang bagaimana relasi yang kita kira cinta justru menjelma menjadi rangkaian kekerasan…

Baca Lengkapnya
Kekerasan Seksual

Pelecehan, Pakaian, dan (Kesalahan) Korban

Dalam masyarakat patriarki, perempuan sering kali jadi objek kontrol yang norma sosial mengaturnya, di mana pakaian teranggap simbol moralitas dan kesopanan. Pakaian ternilai sebagai penanda kesucian dan kepatutan, sehingga muncul anggapan yang salah bahwa perempuan yang berpakaian “sopan” otomatis terhindar dari kekerasan atau pelecehan. Hal ini jelas tidak adil bagi perempuan karena tanggung jawab perlindungan…

Baca Lengkapnya

Kekerasan Seksual dan Kegagalan Sistematik Pendidikan

Kekerasan seksual telah lama mencuat menjadi masalah kita bersama. Di banyak ruang, baik publik seperti terminal, stasiun, pasar, bahkan ruang yang semestinya aman yakni sekolah, kasus demi kasus masih saja berulang terjadi. Beberapa kasus terbaru, seorang guru agama melakukan kekerasan seksual terhadap muridnya. Kejadian ini kembali membuat kita kesal, mengingat kasus-kasus semacam ini sebenarnya telah…

Baca Lengkapnya
Perundungan

Mencari Ruang Aman di Perguran Tinggi

Di balik megahnya gendung-gedung perkuliahan, antusiasme mahasiswa baru, dan jargon-jargon “kampus ramah”, ternyata masih banyak luka yang tersembunyi dan sering oleh orang-orang abaikan. Luka ini bukan datang dari mendapat nilai C, D, dan E. Ataupun karena mengerjakan skripsi yang tidak kunjung selesai. Melainkan datang dari kekerasan dan pelecehan seksual yang oleh sebagian mahasiswa alami.  Kampus, yang…

Baca Lengkapnya

Panggilan Darurat Pelecehan Seksual

Sumber Gambar: news.detik.com Belakangan, kembali tersiar berita menyayat hati di bidang kesehatan. Kasus pelecehan seksual kembali mengguncang publik, dan ironisnya pelakunya adalah seorang dokter. Bidang kesehatan yang selama ini memiliki citra tinggi di kalangan masyarakat membunyikan bom mengguncang keyakinan dan kesedihan mendalam bagi masyarakat. Hal semestinya masyarakat merasa aman dan terbantu, kini harus menerima kenyataan pedih…

Baca Lengkapnya

Menikahi Korban Bukan Solusi

Sumber Gambar: kantongntt.com Awal tahun 2024 silam, seorang anggota Kepolisian RI Bripda Fauzan akhirnya kembali berdinas usai mengajukan banding atas sanksi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Kasus bermula pada Oktober 2023, BF memerkosa dan memaksa teman perempuannya (korban) bernama M aborsi. Dua bulan berselang, selain menikahi M, BF mengajukan banding sidang kode etik polisi—sesuai Peraturan…

Baca Lengkapnya

Menggugat Perilaku Asusila Guru terhadap Murid

Pasya Pratiwi Toiti merupakan Ketua Osis di MAN 1 Gorontalo. Ia juga aktifdi organisasi sekolah lainnya. ia terkenal sebagai murid multitalenta dan berprestasi. Segala prestasi pernah ia dapat seperti juar fotografi di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau FLS2N tingkat Kabupaten Gorontalo pada 2023. Namun sayang, sejak menjadi sorotan publik, karena video dirinya mendapat tindak…

Baca Lengkapnya