Greta Thunberg: Perempuan Muda Penyangga Iklim

Dewasa ini, pelbagai persoalan mesti mendapat perhatian lebih; lingkungan hidup misalnya. Kita khawatir namun berlagak lumrah menanggapi kondisi lingkungan sekitar. Padahal kondisinya kian memburuk, menyebabkan bencana di mana-mana. Menjadi bukti nyata tak terbantahkan bahwa kerusakan lingkungan dari hari ke hari kian meluas. Sudah sepantasnya lingkungan hidup terangkat sebagai isu global harus terbicarakan. Artinya, tanggung jawab…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Ujungnya Cuma ke Dapur”

Hingga hari ini, stigma bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena akhirnya akan kembali ke dapur masih terus masyarakat rawat. Pikiran tersebut jelas tidak masuk akal, sebab mengurus rumah tangga dan mendidik anak justru membutuhkan kecerdasan yang matang. Ada kontradiksi besar ketika masyarakat menuntut lahirnya generasi masa depan yang cerdas, namun membatasi ruang belajar bagi…

Baca Lengkapnya

Logika di Balik Murka: Mencari Keadilan di Tengah Ego

Dalam kehidupan manusia, kemarahan adalah emosi yang sering muncul tanpa peringatan. Ia hadir ketika seseorang merasa disalahpahami, diperlakukan tidak adil, atau ketika harapan tiba-tiba runtuh. Ledakannya terasa spontan, tetapi di baliknya terdapat persoalan yang lebih dalam tentang cara manusia memahami diri dan dunianya. Sejak lama para filsuf memikirkan emosi ini. Bagi kaum Stoa, kemarahan merupakan…

Baca Lengkapnya
Liena Ozora

Liena Ozora: Gigih Mengemudi, Mengais Rezeki

Dalam dunia transportasi darat (otobus), kehadiran sopir sangat fundamental. Tak semua orang lihai dan memiliki skil untuk mengemudi kendaraan besar dan panjang ini. Perlu keahlian khusus dan kematangan teknik untuk mengendalikannya. Saya teringat beberapa video di kanal YouTube Po Haryanto Official tentang interview dan tes sebagai sopir bus. Perusahaan mengecek satu persatu gaya mengemudi setiap…

Baca Lengkapnya

RISALAH CUT NYAK DIEN – MENTENG

BULAN KEBANGKITAN ULAMA PEREMPUAN INDONESIA 2026 “Indonesia Tanpa Kekerasan: Dari Ruang Domestik hingga Negara” بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kami, ulama, guru, dan penggerak komunitas dari Jaringan KUPI dalam momentum Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia ini menyerukan panggilan kesadaran. Dengan semangat perjuangan para pendahulu, kami menegaskan bahwa Islam adalah agama rahmah. Dan Indonesia adalah negeri yang harus bebas dari segala…

Baca Lengkapnya

Saat Kuat Menjadi Identitas

Anak pertama kerap tumbuh di bawah bayang-bayang ekspektasi keluarga. Lingkungan rumah menuntut mereka sejak dini untuk menjadi contoh bagi adik-adiknya. Mereka wajib menunjukkan karakter kuat, bertanggung jawab penuh, serta lihai mengatasi berbagai masalah. Namun, benarkah anak pertama terutama anak pertama perempuan selalu sekuat yang terlihat? Di balik sikap dewasa dan tanggung jawab yang mereka tunjukkan?…

Baca Lengkapnya

Di Balik Unggahan yang Indah: Beban Estetika pada Perempuan

Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi, tetapi juga panggung untuk menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang. Berbagai platform penuh dengan potret kehidupan yang tampak rapi, indah, dan tanpa cela. Dalam konteks ini, perempuan sering menjadi subjek utama dari standar visual yang terbangun. Tren seperti “mode sashfir vs mode musafir”…

Baca Lengkapnya

Stigma Skincare Laki-laki

Fenomena penggunaan produk perawatan kulit oleh laki-laki masih menjadi bahan diskusi di masyarakat. Banyak orang beranggapan bahwa lelaki yang memanfaatkan produk skincare teranggap “menyimpang” dari karakter maskulin mereka. Bahkan sering mendapatkan sebutan “kelihatan cewek”. Pandangan ini menunjukkan bahwa stereotipe gender masih sangat mengakar dan membatasi kebebasan individu untuk mengekspresikan diri, terutama dalam hal pengelolaan penampilan….

Baca Lengkapnya

Kontemplasi Perempuan Salihah

“…Dunia seisinya adalah harta dan sebaik-baiknya harta di dunia adalah perempuan yang baik akhlaknya…” Tulisan ini hadir sebagai wujud khidmat dalam pengamalan ilmu yang telah dipelajari, dikhatamkan, dan diulas. Bersama dengan teman-teman santri mahasiswa ihwal perempuan salihah dalam kitab kecil, ringan, tapi sarat akan makna. Ialah Mar’atus Sholihah, karangan Kiai Masruhan Almagfuri. Dalam pandangan umum kitab tersebut, termaktub bahwa perempuan…

Baca Lengkapnya

Perempuan Merdeka dan Bayangan Pernikahan

Dari dulu sampai sekarang, kita sering mendengar perbedaan yang mencolok. Anak laki-laki mendapat pertanyaan: “Mau jadi apa kamu besarnya?”. Sedangkan anak perempuan mendapat pertanyaan: “Kapan kamu menikah?”. Dua pertanyaan sederhana itu mengandung pesan tersirat. Seakan-akan masyarakat ingin mengatakan bahwa masa depan perempuan adalah menunggu, bukan berkembang sebagai individu yang bebas. Ada juga ungkapan yang sangat…

Baca Lengkapnya

Menggugat Janji Kebebasan Kartini di Balik Layar Ponsel

Ketika berita mengenai belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang melakukan pelecehan verbal massal mencuat, salah satu komentar di media sosial menyahut enteng. “Namanya juga grup laki-laki, pasti isinya bercandaan begitu, kenapa juga mahasiswinya sampai tahu?”. Adegan tersebut awalnya terasa seperti riak kecil di internet, sebelum akhirnya kita menyadari bahwa kasus ini melibatkan banyak korban,…

Baca Lengkapnya

Kekerasan Seksual di Ruang Agama: Relasi Kuasa, Manipulasi Doktrin Agama, dan Silence Culture

Jagad media sedang heboh dengan masifnya perilaku bejat berupa kekerasan seksual oleh oknum kiai. Pasalnya, pesantren yang seharusnya menjadi ruang aman bagi santriwati justru menjadi tempat terjadinya perilaku yang keji dan menjijikkan. Kiai yang merupakan figur agama juga menciptakan stigma buruk yang berdampak pada banyak hal. Di antaranya menjadikan masyarakat skeptis terhadap lingkungan pesantren bahkan…

Baca Lengkapnya

Eksistensi Peran Perempuan Pesantren

Sumber Gambar: lendoot.com Perempuan sebagai makhluk istimewa seringkali memiliki problematik hidup lebih rumit alih-alih laki-laki. Tuhan menciptakan peribadinya dengan tingkat kasih dan perasaan sensitif lebih tinggi. Tidak hanya soal perasaan, tubuh mereka pun terancang sedemikian rupa sebagai “Ibu Peradaban” yang menanggung beban reprdosuksi lebih besar, hingga nyawa menjadi taruhannya. Dari segi kondisi tubuh dan fisiknya,…

Baca Lengkapnya