Opak

Perempuan Kedung Buni dan Kisah Opak Buatannya

Kedung Buni, sebuah dusun kecil yang sederhana di bilangan Kecamatan Panyingkiran, Majalengka. Di sana, sebagian kecil penduduknya selain menambak ikan, pun mencari penghidupan lewat produksi opak. Makanan khas Priangan berbahan dasar tepung beras, ketan, atau singkong. Saya, selama hampir satu dekade hidup dan kenal dengan ngopak, kegiatan membuatnya. Dalam sepekan, selain membuat pepes ikan atau pindang,…

Baca Lengkapnya

Melihat Tanpa Mata: Kisah Dua Siswi SLB Pangeran Cakrabuana di Hari ke-9 16 HAKTP

Hari ke-9 peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) menghadirkan suasana yang berbeda di halaman Episode Kopi pada Rabu, 3 Desember 2025. Tempat yang telah menjadi ruang percakapan sejak awal rangkaian kegiatan itu kembali terisi peserta yang ingin menyimak kisah-kisah yang bermakna. Dua siswi dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pangeran Cakrabuana, Khaerinnishiva…

Baca Lengkapnya
Kepemimpinan Perempuan

Kepemimpinan Perempuan dan Kesetaraan Gender

Kepemimpinan bukan hanya perihal pemimpin atau cara memimpin, tetapi juga mempengaruhi, mengajak, dan mengarahkan. Semua orang bisa menjadi pemimpin, untuk dirinya sendiri atau orang lain. Lebih dari sekadar memimpin dan memberikan instruksi, pemimpin juga harus bisa menginspirasi, memotivasi, dan mendengarkan anggota tim lainnya. Peran perempuan sebagai pemimpin bisa mendorong kesetaraan gender yang semakin masyarakat perhatikan….

Baca Lengkapnya
Nilai Keadilan

Dr. Syaifuddin: Moderasi Beragama adalah Soal Nilai Berkeadilan

Nisa.co.idhttps://nisa.co.id – “Prinsip dari moderasi beragama itu adalah value atau nilai keadilan. Artinya kekerasan dalam bentuk apapun itu terlarang, baik kalau misalnya itu terlakukan oleh kelompok kita sendiri,” ujar Dr. Phill. Syaifuddin Zuhri, M.A., pembicara pada agenda Pelatihan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) pada Kamis (07/09). Dr. Syaifuddin menyampaikan itu…

Baca Lengkapnya
Film Sore

Bayang Ilusi dan Kekuatan Trauma dalam Film Sore

Ada beberapa hal yang bagus dan tidak bagus dalam film Sore: Istri dari Masa Depan (2025) garapan Yandy Laurens. Adegan “Hai, saya Sore, istri kamu dari masa depan,” berulang-ulang. Bagi sebagian penonton (mungkin), saya khususnya, adegan itu membikin bosan. Namun, tulisan ini tak bakal mengupas Sore secara teknis, melain berusaha menyoroti bagaimana hal-hal lain yang melatarinya. Sejenak agak melipir,…

Baca Lengkapnya
Gus Dur

Relevansi Nilai Kemanusiaan, Toleransi, dan Keberpihakan Gus Dur terhadap Rakyat Kecil

Satu hal yang selalu terlintas di benak saya setiap kali membaca cerita tentang Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah kemanusiaan. Tidak bersyarat, tidak rumit, dan tidak jauh. Seolah-olah kemanusiaan bukanlah ide besar yang hanya terbicarakan di seminar. Sebaliknya, kemanusiaan adalah sesuatu yang dapat kita lakukan setiap hari di rumah, di jalan, dan di pusat perbedaan yang…

Baca Lengkapnya

Pemikiran Pascakolonial: Ketika Bule Menjadi Trofi Status Sosial di Indonesia

Pemikiran pascakolonial masih memengaruhi cara sebagian masyarakat Indonesia memandang hubungan romantis, kecantikan, dan status sosial. Saya menyadari hal itu ketika membaca sebuah komentar di TikTok yang berbunyi, “Kak, pokoknya kamu harus sama bule.” Komentar tersebut memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting: mengapa harus bule? Mengapa banyak orang masih menganggap identitas Barat sebagai nilai tambah dalam sebuah…

Baca Lengkapnya

Perempuan di Balik Ketegaran

Masyarakat sering mengenal perempuan sebagai sosok yang lembut, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Di balik kelembutan tersebut, perempuan juga menyimpan ketegaran yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus dalam keluarga maupun masyarakat. Tanggung jawab tersebut menuntut perempuan untuk mampu…

Baca Lengkapnya

Kontemplasi Perempuan Salihah

“…Dunia seisinya adalah harta dan sebaik-baiknya harta di dunia adalah perempuan yang baik akhlaknya…” Tulisan ini hadir sebagai wujud khidmat dalam pengamalan ilmu yang telah dipelajari, dikhatamkan, dan diulas. Bersama dengan teman-teman santri mahasiswa ihwal perempuan salihah dalam kitab kecil, ringan, tapi sarat akan makna. Ialah Mar’atus Sholihah, karangan Kiai Masruhan Almagfuri. Dalam pandangan umum kitab tersebut, termaktub bahwa perempuan…

Baca Lengkapnya

Serigala, Domba, dan Pemburu: Cermin Krisis Identitas Manusia Modern

Ketika empati memudar, manusia perlahan kehilangan kompleksitas diri sendiri. Gambaran ini tercermin kuat dalam sebuah adegan film Frankenstein (2025) ketika makhluk ciptaan itu menyaksikan serigala menyerang domba, lalu seorang pemburu membunuh serigala. Dalam keheningan setelah peristiwa itu, ia menyadari satu hal sederhana tapi mengganggu: pemburu tidak membenci serigala, serigala tidak membenci domba, tapi kekerasan di antara mereka…

Baca Lengkapnya

Gen Z dan Pernikahan: Prioritaskan Karier atau Komitmen?

Belakangan ini, media sosial ramai memperdebatkan persepsi tentang pernikahan. Fenomena ini menarik perhatian, terutama saat mengaitkannya dengan pola pikir Generasi Z (Gen Z), khususnya perempuan. Perempuan Gen Z cenderung memaknai pernikahan berbeda dari generasi sebelumnya. Banyak orang menunda pernikahan demi mencapai kemapanan pendidikan, karier, dan keuangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan angka pernikahan…

Baca Lengkapnya

Tren Fesyen ala Natasya Rizky

Sumber Gambar: dream.co.id Di era modern ini, tren fesyen berkembang begitu pesat dengan berbagai model dan gaya yang menarik. Tidak hanya di kalangan masyarakat umum, para muslimah juga ikut terpengaruh oleh perkembangan mode yang semakin dinamis. Sayangnya, banyak dari mereka yang mengikuti tren tanpa mempertimbangkan aspek kesopanan dan kesesuaian dengan syariat Islam. Padahal, sebagai seorang…

Baca Lengkapnya

Make Up Sekadar Cari Perhatian?

Mengapa stigma sosial beranggapan bahwa berdandan hanya untuk mencari perhatian? Tak ayal kita saksikan bersama bahwa tren mempercantik diri dengan menggunakan make up marak digandrungi berbagai khalayak di seluruh penjuru dunia. Fenomena ini tak lagi sekadar milik panggung hiburan yang glamor atau kalangan selebritas papan atas. Kini, fenomena tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat…

Baca Lengkapnya

Sinar Harapan Xaviera Putri

Dalam kehidupan ini, setiap individu memiliki kisahnya sendiri, kisah penuh warna, perjuangan, dan harapan. Salah satu kisah yang patut terangkat adalah perjalanan hidup Xaviera Putri, seorang perempuan muda berhasil menorehkan jejaknya dengan keberanian, ketekunan, dan semangat mencapai impian. Nama Xaviera berasal dari bahasa Basque yang berarti “terang” atau “cahaya,” dan dalam banyak aspek, ia benar-benar…

Baca Lengkapnya