Sumber Ilustrasi gambar diambil dari Tirto.id

Maria Walanda Maramis: Pendobrak Adat, Pejuang Kemajuan Perempuan Minahasa

Maria Walanda Maramis memiliki nama asli Maria Josephine Catherine Maramis. Ia adalah seorang Pahlawan Nasional karena usahanya untuk memajukan perempuan Indonesia pada permulaan abad ke-20. Ia lahir pada 1 Desember 1872 dan meninggal pada 22 April 1924. Sejak usia enam tahun, Maria tinggal bersama paman dan bibinya, sebab kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Waktu…

Baca Lengkapnya
Sumber gambar: Kompas.com

Nyi Ageng Serang: Sosok Bu Nyai Pemimpin Perang

Sosok Nyi Ageng Serang bagi sebagian orang memang tidak asing. Terlebih ketika melihat kiprah perjuangan beliau yang begitu mengharukan dan mengharumkan. Pahlawan nasional dari Purwodadi Jawa Tengah ini memiliki nama asli Raden Ajeng (RA) Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi. Nyai Ageng merupakan putri dari Pangeran Natapraja penguasa daerah Serang (saat ini Purwodadi) sekaligus panglima perang Sultan…

Baca Lengkapnya

Ikhtiar Mengelola Tambang

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya. Luas hutan tropis, tingginya keanekaragaman hayati, dan melimpahnya sumber daya alam. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi besar agar terus berkembang. Namun, kekayaan tersebut tak bakal bertahan lama jika mayarakat tak menjaganya dengan bijak. Mengenai persoalan pengelolaan tambang sebagai contoh kecilnya. Kita tahu, Badan Legislasi DPR RI mutakhir…

Baca Lengkapnya
Siti Walidah

Siti Walidah: Perempuan Visioner, Menerobos Batas Zaman 

Sumber Gambar: mediahusbandry.com Ketika kita berbicara tentang tokoh perempuan dalam sejarah Islam di Indonesia, nama Siti Walidah atau yang lebih karib dengan nama Nyai Ahmad Dahlan, seharusnya menjadi salah satu yang paling teringat dan terhormati. Ia bukan hanya seorang istri pendiri Muhammadiyah, tetapi seorang pemimpin pemikiran, pelopor pendidikan, dan pejuang hak perempuan di masa ketika…

Baca Lengkapnya

Dinamika Perempuan dan Patriarki dalam Masyarakat Modern

Di era modern sekarang, masyarakat hidup dengan segala kompleksitas dan terus mengalami kemajuan, dalam dinamika gender misalnya. Dalam hal ini, isu yang masih ada, bahkan menjadi perbincangan, di setiap kalangan adalah hubungan antara perempuan dan patriarki. Patriarki merupakan sistem sosial di mana laki-laki memiliki dominasi daripada perempuan. Sistem ini sudah mengakar dalam berbagai aspek kehidupan…

Baca Lengkapnya

Menikah Bukan Balapan: Alasan Gen Z Enggan Terburu-buru Menuju Pelaminan

Belakangan ini, video konten di media sosial sering memenuhi dua hal yang kontradiktif: banyak orang mendambakan pernikahan yang harmonis dan berita pilu tentang perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagi Generasi Z (Gen Z), fenomena ini bukan sekadar konsumsi konten digital, melainkan sebuah pukulan realitas yang memicu kecemasan mendalam. Ada pergeseran paradigma yang masif….

Baca Lengkapnya

Dekapan Islam pada “Mood” Perempuan

Pernah tidak, hari ini rasanya pengin ketawa terus, tapi besok tiba-tiba diam dan menjauh dari semua orang? Jika pernah, tenang, itu bukan aneh tapi sebuah kenormalan seorang manusia. Namun, stigma masyarakat yang terjadi tidak selalu berbanding lurus dengan hal ini. Perubahan mood (suasana hati), terutama pada perempuan, sering tersalahartikan. Kecewa sedikit orang bilang “lebay”, “drama”,…

Baca Lengkapnya

Kurikulum Perspektif Keadilan Gender: Kunci Pencegahan Kekerasan Seksual

Akhir-akhir ini kasus kekerasan seksual kerap muncul di beberapa media sosial. Yang sangat mengejutkan adalah pada Januari lalu sempat ramai kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu TK di Pekanbaru. Salah satu influencer, Kalis Mardiasih, juga sempat mengangkat konten tentang berita ini. Menurut penjelasannya baik korban atau pelaku sama-sama menjadi korban. Setelah diusut ternyata…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Perempuan Hebat tak Hanya Cantik, tapi Berbudi

Seringkali masyarakat beranggapan bahwa kecantikan fisik adalah modal utama seorang perempuan untuk diterima dan dihargai. Media dan iklan pun semakin memperkuat stereotipe itu, membuat kita berpikir bahwa perempuan hebat haruslah cantik secara lahiriah. Namun, jika ingin menyelami lebih dalam, kehebatan sejati perempuan bukan sekadar terpancar dari penampilan, melainkan dari hati dan budi pekertinya. Cantik tanpa…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Ujungnya Cuma ke Dapur”

Hingga hari ini, stigma bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena akhirnya akan kembali ke dapur masih terus masyarakat rawat. Pikiran tersebut jelas tidak masuk akal, sebab mengurus rumah tangga dan mendidik anak justru membutuhkan kecerdasan yang matang. Ada kontradiksi besar ketika masyarakat menuntut lahirnya generasi masa depan yang cerdas, namun membatasi ruang belajar bagi…

Baca Lengkapnya

Rekonstruksi Pola Pikir Masyarakat tentang Pendidikan Perempuan

“Bukan tanpa alasan orang mengatakan kebaikan dan kejahatan dimulai anak bersama air susu ibu, karena tangan ibulah yang meletakkan benih kebaikan ataupun kejahatan dalam hati manusia .” R.A. Kartini Kasur, dapur, dan sumur, sudah tak asing selalu menempel pada diri perempuan. Banyak suara-suara yang mengatakan “perempuan itu nggak perlu kuliah tinggi-tinggi, karena kodrat perempuan itu…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Standar yang Tak Pernah Selesai

Menjadi perempuan sering kali hidup berdampingan dengan berbagai standar yang terus berubah. Sejak kecil, perempuan sudah mengenal banyak aturan yang mengatur cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap. Orang tua sering mengajarkan anak perempuan menjadi pribadi yang sopan, lembut, dan penurut. Ketika memasuki masa remaja, standar yang harus memenuhi mereka semakin bertambah. Masyarakat mulai menuntut perempuan terkait…

Baca Lengkapnya
Roleplay

Mengenali Pengaruh Imajinasi terhadap Kepercayaan Diri

Di era digital, banyak remaja yang memanfaatkan aktivitas online sebagai sarana hiburan sekaligus sarana mengekspresikan diri. Salah satu aktivitas paling populer adalah roleplay, atau ada juga yang menyebutnya RP. Roleplay adalah suatu kegiatan bermain peran sebagai karakter tertentu yang biasa seseorang lakukan melalui interaksi di media sosial. Remaja perempuan menjadi fokus dalam tulisan ini, karena menurut saya kebanyakan dari…

Baca Lengkapnya

Make Up Sekadar Cari Perhatian?

Mengapa stigma sosial beranggapan bahwa berdandan hanya untuk mencari perhatian? Tak ayal kita saksikan bersama bahwa tren mempercantik diri dengan menggunakan make up marak digandrungi berbagai khalayak di seluruh penjuru dunia. Fenomena ini tak lagi sekadar milik panggung hiburan yang glamor atau kalangan selebritas papan atas. Kini, fenomena tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat…

Baca Lengkapnya

Sarjana Perempuan di Balik Dapur

Sarjana perempuan sering terpandang sebagai simbol kemajuan pendidikan dan kesetaraan gender di masyarakat modern. Gelar akademik yang mereka raih melalui proses panjang seharusnya membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan kemandirian dalam mengambil keputusan. Hal ini menjadikan perempuan…

Baca Lengkapnya