Cerdas Digital, Miskin Nalar?

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah mengubah cara manusia memperoleh informasi. Saat ini, pelajar dan mahasiswa dapat menemukan jawaban atas berbagai persoalan hanya dalam hitungan detik melalui internet dan aplikasi berbasis AI. Kemudahan tersebut membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan karena akses terhadap pengetahuan menjadi lebih cepat dan luas (J. A. Putri et…

Baca Lengkapnya

Normalisasi Victim Blaming Perempuan di Ruang Publik

Setiap seorang mengalami hal yang buruk, ada satu pertanyaan yang selalu muncul lebih dulu dari pertanyaan lainnya. Bukan siapa yang melakukannya, melainkan, apa yang dia lakukan sebelumnya? Beberapa waktu lalu, sebuah video beredar dalam media sosial. Seorang perempuan sedang berolahraga padahal sebuah aktivitas yang wajar, sehat, dan tidak merugikan siapapun. Lalu seorang pengendara pria memperlambat…

Baca Lengkapnya

Khazanah Kajian Intelektual Feminis

Banyak referensi karya bertema feminis yang sebenarnya cukup menarik untuk dibahas guna menjadi asupan intelektual. Namun, kali ini penulis akan mengulas buku berjudul Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan (2020). Buku tersebut cukup menarik sebagai bagian dari khazanah kajian para intelektual di bidang feminisme termasuk menjadi bacaan wajib para feminis dalam berbagai sektor. Sepanjang…

Baca Lengkapnya
Realita Mahasiswi

Peraduan Cita, Citra, dan Realita Mahasiswi

Hidup sebagai mahasiswi di era digital bukan hanya soal mengejar gelar sarjana atau menuntaskan tugas akhir. Lebih dari itu, menjadi mahasiswi berarti menjalani perjalanan panjang untuk memahami diri sendiri di tengah benturan antara cita-cita, citra sosial, dan realita kehidupan yang sering kali tak sejalan. Di balik label “mahasiswa aktif”, “agen perubahan”, atau “perempuan berpendidikan”, tersimpan…

Baca Lengkapnya
Roleplay

Mengenali Pengaruh Imajinasi terhadap Kepercayaan Diri

Di era digital, banyak remaja yang memanfaatkan aktivitas online sebagai sarana hiburan sekaligus sarana mengekspresikan diri. Salah satu aktivitas paling populer adalah roleplay, atau ada juga yang menyebutnya RP. Roleplay adalah suatu kegiatan bermain peran sebagai karakter tertentu yang biasa seseorang lakukan melalui interaksi di media sosial. Remaja perempuan menjadi fokus dalam tulisan ini, karena menurut saya kebanyakan dari…

Baca Lengkapnya

Menikah Bukan Balapan: Alasan Gen Z Enggan Terburu-buru Menuju Pelaminan

Belakangan ini, video konten di media sosial sering memenuhi dua hal yang kontradiktif: banyak orang mendambakan pernikahan yang harmonis dan berita pilu tentang perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagi Generasi Z (Gen Z), fenomena ini bukan sekadar konsumsi konten digital, melainkan sebuah pukulan realitas yang memicu kecemasan mendalam. Ada pergeseran paradigma yang masif….

Baca Lengkapnya

Memandang (Raga) Perempuan

Saat membaca buku ini, tidak bisa dipungkiri bahwa pembaca akan membayangkan (raga) perempuan, sebelum masuk lebih jauh ke persoalan konstruksi sosial masyarakat. Buku ini memaparkan pengalaman-pengalaman nyata kaum perempuan dalam memandang menjalani hidup, ikhtiar pemenuhan sosial, dan kodrat ragawi. Setiap perempuan di dunia ini niscaya memiliki pengalaman yang sangat beda—meski secara garis besar sama. Hal…

Baca Lengkapnya

Menggugat Stigma “Hanya” Ibu Rumah Tangga

Pertanyaan mengenai rencana pasca-kelulusan sering kali menjadi beban psikologis bagi banyak mahasiswa. Muncul ketakutan tersirat bahwa memilih peran sebagai ibu rumah tangga berarti menyia-nyiakan seluruh jerih payah menuntut ilmu di universitas. Kita tentu tidak asing dengan sinisme komunal yang sering terdengar di masyarakat, seperti, “Sekolah tinggi-tinggi kok ujung-ujungnya cuma ke dapur.” Penggunaan kata “hanya” di…

Baca Lengkapnya

MURI bukan Solusi

Belum genap setahun berlalu, sejak publik gempar oleh kesaksian para mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta mengenai dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kasus pada 2025 itu bukan sekadar membuka bobrok ketimpangan relasi kuasa di ruang akademik. Namun juga menunjukkan betapa lambat dan gagapnya birokrasi kampus dalam melindungi…

Baca Lengkapnya
Lepas Jilbab

Dilema Identitas: Fenomena Lepas Hijab Pasca Lulus Pesantren

Hijab melambangkan iman dan pengabdian dalam agama Islam, terutama di dalam komunitas pesantren. Para santriwati sering kali mesti menggunakan hijab sebagai bagian dari tradisi, bukan hanya sebagai sebuah kewajiban agama. Namun, adanya fenomena di mana beberapa santriwati, lulusan pesantren, memilih melepasnya setelah menyelesaikan studi mereka memunculkan perdebatan mengenai identitas, kebebasan, dan makna spiritual dari hijab….

Baca Lengkapnya
Film Sore

Bayang Ilusi dan Kekuatan Trauma dalam Film Sore

Ada beberapa hal yang bagus dan tidak bagus dalam film Sore: Istri dari Masa Depan (2025) garapan Yandy Laurens. Adegan “Hai, saya Sore, istri kamu dari masa depan,” berulang-ulang. Bagi sebagian penonton (mungkin), saya khususnya, adegan itu membikin bosan. Namun, tulisan ini tak bakal mengupas Sore secara teknis, melain berusaha menyoroti bagaimana hal-hal lain yang melatarinya. Sejenak agak melipir,…

Baca Lengkapnya

Umi Laila: Inspirasi Generasi Muda Mencintai Selawat

Sumber Gambar: Instagram lailaarrahmah880 Di era modern yang penuh dengan berbagai jenis hiburan dan musik, ada sosok inspiratif yang membawa kesejukan melalui lantunan salawat dan musik religi. Umi Laila, dalah salah satu figur yang berhasil menggabungkan musik Islami dan dakwah dengan indah. Dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan, ia berhasil menyentuh hati banyak orang…

Baca Lengkapnya

Polarisasi Organisasi Keagamaan

Pada pertengahan 2024 hingga berlanjut ke tahun berikutnya, ruang publik Indonesia sempat terguncang oleh pemberitaan pemberian izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Keagamaan (melalui PP No. 25 Tahun 2024). Kebijakan ini memicu perdebatan di media sosial, ruang akademik, hingga akar rumput. Narasi yang mengemuka bahkan menyentuh jantung sosiologis umat, salah satunya polarisasi…

Baca Lengkapnya

RISALAH CUT NYAK DIEN – MENTENG

BULAN KEBANGKITAN ULAMA PEREMPUAN INDONESIA 2026 “Indonesia Tanpa Kekerasan: Dari Ruang Domestik hingga Negara” بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kami, ulama, guru, dan penggerak komunitas dari Jaringan KUPI dalam momentum Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia ini menyerukan panggilan kesadaran. Dengan semangat perjuangan para pendahulu, kami menegaskan bahwa Islam adalah agama rahmah. Dan Indonesia adalah negeri yang harus bebas dari segala…

Baca Lengkapnya