Aulia Normalita

Editor Nisa.co.id, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta

Menolak Kekerasan sebagai Pemulihan Martabat

Kau mungkin lupa, situasi yang menyakitkan mampu berbalik arah. Kau akan mengingatku sebagai angka delapan yang tegak serupa sketsa jam waktu. Pasir di dalamnya adalah usahaku, begitu banyak, terbuat dari butir-butir kemantapan hati, terkikis oleh kenyataan yang kau buat sendiri. Duka yang akan menggelapkan harimu lebih kejam dari tiap-tiap kemungkinan yang dapat dibayangkan.  Sekilas, petikan…

Baca Lengkapnya

Kontemplasi Perempuan Salihah

“…Dunia seisinya adalah harta dan sebaik-baiknya harta di dunia adalah perempuan yang baik akhlaknya…” Tulisan ini hadir sebagai wujud khidmat dalam pengamalan ilmu yang telah dipelajari, dikhatamkan, dan diulas. Bersama dengan teman-teman santri mahasiswa ihwal perempuan salihah dalam kitab kecil, ringan, tapi sarat akan makna. Ialah Mar’atus Sholihah, karangan Kiai Masruhan Almagfuri. Dalam pandangan umum kitab tersebut, termaktub bahwa perempuan…

Baca Lengkapnya
Nyi Sadikem

Nyi Sadikem: Gowok dan Simbol Perlawanan

Artie Ahmad mengawali alur kisah dalam novelnya Nyi Sadikem (2025) dengan menampilkan nuansa kolonial yang erat kaitannya dengan jual-beli perempuan untuk dijadikan sebagai gundik. Ekonomi yang sulit, mendorong para orang tua untuk menjual anak perempuannya kepada para Landha. Dari sebuah desa, terkisahkan seorang bapak melarat menjual anaknya seharga sekian ratus gulden. Ia hanya gadis muda, cukup cantik, dan…

Baca Lengkapnya

Nyanyian Sunyi: Asmara dan Realita

Kehidupan khas pedesaan tertampilkan secara apik oleh Mahfud Ikhwan. Berlatar perkampungan bernama Rumbuk Randu, desa yang ‘konon’ memiliki banyak kisah kelam dari pasangan ganjil Mat Dawuk dan Inayatun. Menjadi sentral pengisahan yang oleh Warto Kemplung ceritakan.  Selain menyoroti pasangan ganjil yang aneh itu, gambaran pedesaan di novel-novel umunya kerap kali terabadikan dengan nuansa tenteram, tenang,…

Baca Lengkapnya

Jejak Perempuan Lokal dari Jepara

Tiga tokoh perempuan tangguh yang dahulu mewarnai Jepara memberikan alasan kuat pada perempuan-perempuan Jepara masa kini agar turut menerus-juangkan kiprah ketiganya. Corak kepemimpinan masa Ratu Shima dengan ketegasannya, Ratu Kalinyamat dengan keberaniannya, hingga RA. Kartini dengan kecerdasannya memberikan ruang bagi perempuan untuk menjadikan ketiganya sebagai tolok ukur dalam memimpin, berdaya, dan memiliki daya juang tinggi…

Baca Lengkapnya

Aestehtic: Pemberdayaan Perempuan melalui UMKM

“Hidup terlalu keras untuk menjadi perempuan manja” Perjalanan sebagai seorang pemula pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area kampus Islam membuka banyak dimensi. Salah satunya, dalam proses kegiatan manajerial semacam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengendalian atau proses evaluasi sebagai bentuk perbaikan dari jalannya usaha. Melalui penerapan konsep manajerial yang jelas, para pelaku UMKM…

Baca Lengkapnya

Berteman dengan Beta Woman (2)

Sumber Gambar: inet.detik.com Pascaberkenalan dengan Alpha Female, tulisan ini kembali mengajak pembaca untuk bersua dengan istilah gen Alpha lainnya. Spesifik mengenai corak kepribadian perempuan selanjutnya, yakni Beta Woman atau Beta Female. Berkaca pada Freud (2002) kepribadian sebagai struktur yang terdiri dari tiga komponen yaitu id, ego, dan superego menjelaskan mengenai tingkah laku sebagai suatu hasil…

Baca Lengkapnya
Pemimpin Perempuan

Berkenalan dengan Alpha Female (1)

Sumber Gambar: freepik.com Budaya patriarki era sekarang perlahan mulai tergeser dengan banyaknya gerakan perempuan, misalnya gender, feminisme, mubadalah, dan sebagainya. Terdukung bertambah juga ragam komunitas maupun organisasi serta media massa yang fokus di bidang isu-isu perempuan. Di antaranya Feministic, KUPI, PUKAPS, Nawaning, Fahmina.or.id, Neswa.id, Nisa.co.id, Rahma.id dan lainnya, yang turut menyuarakan kesetaraan. Di balik mekarnya gerakan dan…

Baca Lengkapnya

Ragam Perempuan

Pada perempuan, ribuan pengandaian tersemat.Menuai ragam kata menggubahnya menjadi frasa.Beberapa frasa bahkan sengaja menjadi para Tuan sebagai klausa kaya makna.Beberapa lagi mengemasnya sebagai klausa minim harga.Sebagian menafikan keelokannya,sebagian lagi mengijabkan keanggunan perempuan. Pada perempuan dengan segala musim yang terlampir.Badai tak akan lahir bila angin tak diundang hadir.Kemarau berkepanjangan mesti ditempuh bila kebajikan dibalas dengan angkuh.Lebih…

Baca Lengkapnya

Konsep Woman Support Woman dan Fenomena Queen Bee Syndrome

Sumber Gambar: initiativeafrica.net “…Wanita yang berdaya memberdayakan wanita lain..” Idealnya, sesama perempuan saling memberi dukungan dalam hal yang dapat memajukan dan mengembangkan potensinya. Dengan saling memberdayakan, umpamanya. Konsep Woman Support Woman (selanjutnya tertulis WSW) bukan menjadi hal yang tabu di telinga para perempuan. Konsep ini merupakan gerakan sosial yang menekankan pentingnya untuk saling mendukung, solidaritas, dan empati…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Perihal Ketidakpatuhan 

Sumber Gambar: freepik.com Mengapa kebebasan cenderung berkata “tidak” kepada kekuasaan?  Kalimat apik tersebut terambil dalam buku Erich Fromm Perihal Ketidakpatuhan (2020). Dalam benak kita, kepatuhan menjadi satu aspek sikap atau mindset seseorang dalam mengikuti aturan, perintah, dan tuntutan dari pemilik otoritas. Misalnya orang tua, suami, guru, atasan, atau hukum. Individu atau kelompok tertentu cenderung patuh kepada figur teranggap…

Baca Lengkapnya

Misoginis: Narasi Seksisme Politisasi Kampanye Pemilu

Kampanye pemilu jadi ajang unjuk diri setiap paslon untuk memperlihatkan pribadinya. Pengemasan bahasa yang menarik, bermodal visi misi dan kegagahannya sebagai garda terdepan dalam memberikan perhatian, bantuan, dan penyalur aspirasi menjadi senjata ampuh pemikat rakyat. Segala bentuk program kerja “seolah-olah” akan terealisasikan pasca terpilihnya salah satu paslon. Padahal belum tentu.  Jelang pemilu, 27 November kian tegang…

Baca Lengkapnya
Fatimah Mernissi

Fatimah Mernissi: Feminis Muslim Pejuang Reinterpretasi Teks Islam

Terlahir sebagai seorang muslim di daerah yang mayoritas muslim, rupanya tidak menenutup kemungkinan tetap mendapat perlakuan diskriminasi terhadap perempuan. Fatimah Mernissi merupakan seorang feminis, sosiolog, dan penulis asal Maroko. Lahir pada 27 September 1940 di Fez, Maroko dan meninggal dunia pada 30 November 2015 di Rabat, Maroko. Perjalanan hidup menuntunnya untuk berjuang membela kesetaraan gender,…

Baca Lengkapnya
Sumber Gambar: Detik.com

Membaca Ulang Sejarah Cendekiawan Sulawesi Selatan

Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae atau yang karib dengan sebutan Colliq Pujie merupakan salah satu dari banyak pahlawan perempuan Nusantara belum banyak terketahui. Kala itu, Colliq Pujie merupakan tokoh perempuan yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Sulawesi Selatan. Ia terkenal sebagai seseorang yang menentang Belanda. Meski begitu, keaktifannya…

Baca Lengkapnya

Opu Daeng Risadju: Sang Renta Ksatria Politik

“…Usia boleh tua tapi jiwa harus tetap muda…” Ungkapan benar dan pantas tersemat pada Opu Daeng Risadju. Ia menjadi salah satu pahlawan nasional Indonesia yang turut berjuang di usia yang tak lagi muda. Meski sudah renta, perempuan dari Tanah Luwu itu berani menanggung siksaan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) demi mengamalkan amar makruf nahi mungkar. Mulanya Risadju adalah seorang…

Baca Lengkapnya