Mendidik Anak

Mendidik Diri dan Refleksi Masa Depan

Dalam hiruk-pikuk dunia perkuliahan, sering kali mahasiswi tersibukkan oleh tugas, ujian, dan impian karier. Namun, di balik kesibukan itu, ada peran besar yang menanti, menjadi pendidik pertama bagi generasi selanjutnya. Sebelum membentuk keluarga dan mendidik anak, mahasiswi perlu menata diri, memperkaya ilmu, memperhalus akhlak, dan meneguhkan nilai moral. Hal ini karena pendidikan terbaik bagi anak sejatinya…

Baca Lengkapnya

Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah

Pemandangan Bukit Uhud pada tahun 3 Hijriah sekejap berubah menjadi pertempuran yang mencekam ketika benteng pertahanan di puncak bukit runtuh akibat kelalaian pasukan pemanah. Pasukan berkuda Quraisy yang Khalid bin Walid pimpin yang masa itu masih menjadi musuh bergerak memanfaatkan celah tersebut. Berputar dari belakang dan mengepung kaum Muslimin yang sedang terbuai dengan harta rampasan….

Baca Lengkapnya

Pola Pikir Baru Mengenal Pendidikan Seksual

Di kalangan masyarakat, pendidikan seksual masih menjadi hal tabu. Walaupun penting, nyatanya tidak semua orang nyaman jika membahasnya. Sebenarnya apasih yang menyebabkan sebagian orang tak nyaman membahasnya? Dan, kenapa sex education begitu penting bagi anak-anak? “Semakin susah sesuatu untuk dibahas. Semakin penting sesuatu itu harus dibahas!” (Najwa Shihab, 2021). Kita sering memiliki persepsi yang sama…

Baca Lengkapnya

Menikah Bukan Balapan: Alasan Gen Z Enggan Terburu-buru Menuju Pelaminan

Belakangan ini, video konten di media sosial sering memenuhi dua hal yang kontradiktif: banyak orang mendambakan pernikahan yang harmonis dan berita pilu tentang perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagi Generasi Z (Gen Z), fenomena ini bukan sekadar konsumsi konten digital, melainkan sebuah pukulan realitas yang memicu kecemasan mendalam. Ada pergeseran paradigma yang masif….

Baca Lengkapnya

Tekanan Sosial Melanjutkan Impian Pendidikan

“Masa depan perempuan itu sudah pasti di dapur. Mau berpendidikan atau tidak ujungnya tetap sama. Jadi, buat apa melanjutkan pendidikan?” begitulah kalimat yang sering masyarakat penganut budaya patriarki lontarkan. Lagi-lagi perempuan berhadapan dengan tekanan sosial yang merendahkan martabatnya. Bukankah pendidikan merupakan hak bagi setiap insan tanpa memandang jenis kelamin?Perempuan juga memiliki cita-cita, keinginan untuk berkembang, serta harapan untuk…

Baca Lengkapnya

Iduladha: Menepis Anggapan Perempuan Tak Mau “Berkurban”

Idulfitri: perempuan “diistimewakan” dengan tidak mau meminta maaf karena merasa tidak punya salah. Iduladha: perempuan kembali “diistimewakan” dengan tidak mau berkurban. Dua kalimat di atas yang hingga sekarang masih tetap popular di kalangan laki-laki yang kerap menjadikan senjata, jargon, sindiran, dan meme yang penuh ironi bagi perempuan. Seolah perempuan tidak akan melakukan dua hal tersebut,…

Baca Lengkapnya

Kuliah: Bukan Hanya Mengejar Nilai

Bagi sebagian mahasiswa, masa kuliah adalah saat yang tepat untuk mengejar prestasi, memperluas relasi, dan merancang masa depan. Nilai akademik menjadi ukuran keberhasilan, sementara berbagai kegiatan kampus menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri. Namun, kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai dengan gambaran tersebut. Di sisi lain, ada mahasiswa yang harus menjalani kehidupan yang cukup rumit dan…

Baca Lengkapnya
V

Vina Muliana: Sosok None Jakarta menjadi Kreator Konten Inspiratif

Sumber Gambar: Instagram @vinamuliana Di era digital, media sosial tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga wadah edukasi bagi generasi muda. Salah satu sosok yang berhasil memanfaatkan platform ini untuk memberikan dampak positif adalah Vina Muliana. Dari seorang None Jakarta 2014, ia kini terkenal sebagai kreator konten edukatif di TikTok dengan jutaan pengikut. Dengan fokus…

Baca Lengkapnya

Untuk Apa Kita Belajar dan Bekerja?

Setiap hari kita belajar bahkan dari kita lahir. Mulai dari belajar merangkak, berbicara, membaca, berjalan, berlari, dan banyak hal-hal yang kita pelajari setiap harinya. Saat dewasa kita mulai bekerja, entah bekerja untuk mencari uang, memenuhi kebutuhan, atau bahkan agar tidak bosan saja.   Manusia menjalani kehidupan dengan ritme yang hampir sama. Bangun pagi, belajar, bekerja, melakukan…

Baca Lengkapnya

Transformasi Mental dan Kedewasaan Mahasiswa

Peralihan dari seorang siswa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang status baru, tetapi perjalanan yang panjang menuju kemandirian dan kedewasaan. Masa perkuliahan sering teranggap sebagai tahap pendewasaan, sebab di sini individu mulai belajar mengelola diri, bertanggung jawab atas keputusan yang terambil, dan beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas dan rumit. Jika selama menjadi siswa terbiasa dengan bimbingan…

Baca Lengkapnya

Menimbang Kembali Peran Pendidikan Agama Islam di Tengah Krisis Moral

Belakangan ini, persoalan krisis moral semakin sering menjadi perhatian masyarakat. Berbagai kasus yang terjadi seperti perundungan, kekerasan, dan rendahnya sikap menghormati orang lain, sehingga menyebabkan lunturnya nilai kejujuran menunjukkan bahwa yang masyarakat hadapi di era modern bukan hanya teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan digital. Namun juga menyangkut kualitas moral manusia. Memang betul kemajuan zaman telah…

Baca Lengkapnya
Maria Ulfah Anshor

Maria Ulfah Anshor: Kepedulian pada Perempuan dan Anak

Maria Ulfah Anshor, perempuan berdarah Indramayu Jawa Barat lahir pada 15 Oktober 1960. Beliau terlahir dari keluarga yang agamis nan sederhana, beliau merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Semasa kecilnya sangat kental dengan dunia keagamaan sebab sang ayah merupakan penggerak kegiatan musala serta Madrasah Yapin Kertasemaya. Selain itu, sang ibunda juga penggerak perempuan di desa…

Baca Lengkapnya

Toxic Parenting: Ketika Orang Tua Jadi Sumber Luka

Kebanyakan dari kita sering mendengar perkataan dari orang tua “jangan jadi anak durhaka”. Namun di tengah adanya pernyataan tersebut ada satu bumerang jarang sekali seorang anak menanyakan “jangan jadi orang tua durhaka”. Pastinya seorang anak tahu efek dari pertanyaan tersebut, dimarahi atau bahkan ditelantarkan. Tindakan durhaka bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi kelalaian dalam memenuhi…

Baca Lengkapnya

It’s Okay Not to Be Okay: Keberanian Merasa dan Tidak Baik-Baik Saja

“It’s okay to not be okay. It’s okay to cry. You’re not weak for feeling.” Ucapan Moon-young kepada Gang-tae ini bukan hanya sekadar kalimat penghibur, melainkan sapaan lembut bagi jiwa yang terlalu lama menahan air mata. Kalimat sederhana yang menjadi benang merah dari drama It’s Okay Not to Be Okay. Kalimat terdengar seperti pengakuan bahwa tak…

Baca Lengkapnya