Festival Jagat Hadirkan Fun Games dan Kelas Belajar Ekologi di Pesantren Seblak Jombang

JOMBANG – Indonesia sedang dalam keadaan krisis ekologi yang begitu mengkhawatirkan. Oleh karenanya, membangun kesadaran dan pelestarian terhadap lingkungan menjadi mendesak untuk segera kita lakukan. Namun, upaya pembangunan kesadaran ini kerap tidak berjalan secara efektif akibat pendekatan yang monoton dan membosankan, lebih-lebih jika audiensnya adalah anak-anak, remaja, serta masyarakat luas. 

Merespons tantangan tersebut, rangkaian Festival JAGAT (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) yang terinisiasi oleh jaringan GUSDURian bersama berbagai lembaga keagamaan dan komunitas edukatif lintas daerah menggelar Fun Games & Kelas Belajar (Ekologi) Jagat pada 29–30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang.

Mengenal Fun Games & Kelas Belajar (Ekologi) Jagat

Fun Games & Kelas Belajar (Ekologi) Jagat adalah program yang tergagas melalui kesadaran akan pentingnya penanaman kesadaran lingkungan sejak dini. Kegiatan ini hadir khusus sebagai ruang edukasi partisipatif yang ramah anak dan masyarakat. Melalui metode interaktif, aplikatif, dan menyenangkan, kegiatan ini berupaya membedah isu-isu lingkungan agar mudah terpahami. 

Untuk memaksimalkan dampaknya forum ini menyasar ratusan santri Pondok Pesantren Seblak dan murid-murid sekolah untuk belajar pemeliharaan alam secara menyenangkan. Selain itu, forum ini juga menyasar pengurus pesantren, pengelola rumah ibadah lintas iman, guru, pengurus OSIS, serta masyarakat umum guna menularkan keterampilan pengelolaan lingkungan di lembaga masing-masing.

Konten Kegiatan

Fun Games Ekologi yang terlaksana pada tanggal 29-30 Agustus 2026 menyajikan berbagai wahana interaktif, seperti Ular Tangga, Puzzle Mangrove, tebak kata Mangrove, dan  Engklek yang akan oleh Komunitas GUSDURian Subang fasilitasi. Lalu Ruang bercerita yang berisi Dakon, Puzzle, dan flash card terfasilitasi oleh Komunitas GUSDURian Semarang. Ada juga Quartet Card Pemilahan Sampah yang oleh Komunitas GUSDURian Makassar fasilitasi. Juga Kartu 9 Nilai Utama Gus Dur oleh Komunitas GUSDURian Mojokerto, hingga aneka permainan tradisional yang akan terfasilitasi oleh Kampung Sinau dan Kampung Lali Gadget.

Baca Lainya  Mengenal Forum Lingkar Jagat, Menyatukan Langkah Ekologi Lintas Iman

Kelas Belajar Ekologi sendiri dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2026, konten yang diselenggarakan meliputi tata kelola sampah pesantren oleh KH. M. Sholahuddin (Pengasuh Pesantren An-Nuqoyyah Sumenep), pembuatan pupuk cair akan dipandu Komunitas GUSDURian Lombok Tengah, pembuatan lilin aromaterapi akan dipandu oleh Komunitas GUSDURian Majalengka, komposter & biopori oleh GUSDURian Yogyakarta, pengolahan sampah rumah tangga oleh Hendrikus Hari Wantoro (Tim Pelayanan Keutuhan Ciptaan dan Lingkungan Hidup Gereja Katholik Paroki Santo Paulus Pringgolayan (GSPP) Bantul, Yogyakarta) , pengolahan sampah dengan magot oleh GUSDURian Lombok Tengah, eksperimen kopi oleh Komunitas GUSDURian Tasikmalaya, dan manajemen bank sampah komunitas oleh Komunitas GUSDURian Mojokerto.

Pelaksanaan program ini digerakkan oleh tiga tujuan utama yang ditujukan kepada warga pesantren dan masyarakat sekitar. Pertama, kegiatan ini bertujuan memberikan pendidikan praktis terkait tata cara pengelolaan serta pengolahan sampah yang tepat guna dan ramah lingkungan. Kedua, kegiatan ini berfokus mengenalkan wawasan lingkungan hidup agar peserta lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan ekosistem di sekitarnya. Ketiga, kegiatan ini terrancang untuk menghadirkan proses belajar yang interaktif dan menyenangkan melalui pemanfaatan media permainan edukatif, sehingga penyampaian materi berlangsung cair dan lebih partisipatif.

*

Selaras dengan tujuan tersebut, kegiatan ini kemudian menargetkan tiga bentuk output konkret yang ingin tercapai setelah melaksanakan seluruh rangkaian acara. Pertama, masyarakat dan warga pesantren diharapkan memiliki keterampilan serta mampu mengelola dan mengolah sampah secara mandiri di lingkungannya masing-masing. Kedua, masyarakat dan warga pesantren diharapkan memiliki pemahaman seputar ekologi. Ketiga, terwujudnya pengalaman belajar tentang isu-isu ekologi yang membekas, positif, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat dan warga pesantren yang terlibat.

Adapun Festival Jagat akan tergelar pada Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026, berpusat di Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, serta Pesantren Tebuireng Jombang. Untuk pendaftaran atau partisipasi dalam kegiatan ini dapat terakses melalui tautan di bawah ini.

Baca Lainya  Relevansi Nilai Kemanusiaan, Toleransi, dan Keberpihakan Gus Dur terhadap Rakyat Kecil

Link Pendaftaran Festival Jagat 2026: s.id/festivaljagat

Yogyakarta, 21 Agustus 2026

Aulia Abdurrahman Soleh

Ketua Panitia Festival JAGAT 2026

Jaringan GUSDURian

____

Kanal Informasi & Kontak: 

Instagram @festivaljagat / @jaringangusdurian

Email: jaringan.gusdurian@gmail.com

Contact Person: Haiba (0896-3011-6311) / Humaira (0812-1087-4000).

Festival Jagat 2026 bekerja sama publikasi media dengan NU Online, Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Kabar Sejuk, Konde, PeaceGEN, Semut Api, WALHI Jawa Timur, Tebuireng Online, Rahima, Islami, Bincang Syariah, Alif ID, Harakatuna, Mubadalah, Neswa ID, Arina ID, Tsaqafah ID, Islam Santun, Dunia Santri, Nisa, Nulondano, Damarku ID, Warta Ahmadiyah, Arah Media, Nahwa Media, Bangkit Media,  dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *