Membunyikan Makna: Membaca Buat Apa Menikah?

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan bercerita lebih dulu. Bulan lalu saya berkesempatan membedah buku di komunitas Serambi Kata. Komunitas kecil dengan agenda rutin membedah buku dalam berbagai genre setiap pekannya. Kebetulan buku yang saya pilih adalah karangan Badriyah Fayumi bertajuk Buat Apa Menikah? Mengapa Kita Takut dan Apa yang Selama ini Terlewat (2026). Sekilas, buku…

Baca Lengkapnya

Menyoal Buku “Buat Apa Menikah?”: Membaca Ulang Makna Pernikahan

Apakah kita akan bahagia jika menikahi orang yang kita cintai? Sebagian orang mungkin menjawab “ya bahagia”. Namun jawaban itu tidak muncul dalam sebuah obrolan buku Serambi Kata, Jumat, 24 Juli 2026. Hal ini mengingatkan saya akan teori ilmu ekonomi dasar tentang kebutuhan manusia yang beragam di antaranya yakni kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Dua kebutuhan…

Baca Lengkapnya

Pernikahan Bukan Sekadar Tentang Usia

Di tengah masyarakat Indonesia, pertanyaan “kapan menikah?” masih sering muncul, terutama kepada perempuan yang telah memasuki usia 20-an. Banyak orang menjadikan usia sebagai patokan utama untuk menilai kesiapan seseorang memasuki jenjang pernikahan. Mereka kerap menganggap perempuan yang belum menikah pada usia tertentu terlalu memilih pasangan, terlalu fokus pada karier, atau terlambat menjalani kehidupan. Padahal, pernikahan…

Baca Lengkapnya