Konsep Woman Support Woman dan Fenomena Queen Bee Syndrome

Sumber Gambar: initiativeafrica.net “…Wanita yang berdaya memberdayakan wanita lain..” Idealnya, sesama perempuan saling memberi dukungan dalam hal yang dapat memajukan dan mengembangkan potensinya. Dengan saling memberdayakan, umpamanya. Konsep Woman Support Woman (selanjutnya tertulis WSW) bukan menjadi hal yang tabu di telinga para perempuan. Konsep ini merupakan gerakan sosial yang menekankan pentingnya untuk saling mendukung, solidaritas, dan empati…

Baca Lengkapnya

Impresi Medsos terhadap Mahasiswa: antara Tren dan Realita

  Di era digital saat ini hampir seluruh orang menggunakan media sosial (medsos) terutama di kalangan mahasiswa. Medsos menyediakan berbagai platform untuk berkomunikasi, berbagi infromasi, saranan belajar, dan mencari hiburan. Pun menciptakan kreativitas, mengikuti video viral, atau membuat konten yang sedang tren. Namun, di balik kemudahan dan manfaat medsos berikan, terdapat juga dampak negatif yang…

Baca Lengkapnya

Muda Moderat: Diskusi Buku Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Muda Muslim

Nisa.co.id – Diskusi buku Moderasi Beragama: Reproduksi Kultur Keberagaman Moderat di Kalangan Generasi Muda Muslim karya Dr. Nur Kafid baru saja terselenggara. Serangkaian kegiatan berawal dari lomba esai dan resensi yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa ini dihelat di aula lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara berlangsung sejak pukul 8.30…

Baca Lengkapnya

Iduladha: Menepis Anggapan Perempuan Tak Mau “Berkurban”

Idulfitri: perempuan “diistimewakan” dengan tidak mau meminta maaf karena merasa tidak punya salah. Iduladha: perempuan kembali “diistimewakan” dengan tidak mau berkurban. Dua kalimat di atas yang hingga sekarang masih tetap popular di kalangan laki-laki yang kerap menjadikan senjata, jargon, sindiran, dan meme yang penuh ironi bagi perempuan. Seolah perempuan tidak akan melakukan dua hal tersebut,…

Baca Lengkapnya
Perempuan dan Media Sosial

Perempuan, Media Sosial, dan Standar Kecantikan yang Menyesatkan

Di era digital ini, media sosial penuh dengan berbagai macam konten. Banyak hal positif yang bisa kita temukan. Mulai dari inspirasi gaya hidup, peluang kerja, hingga konten untuk mengekspresikan diri kita sendiri. Namun di balik semua itu, ada sisi negatif yang sering tidak kita sadari. Terutama bagi perempuan, mulai banyak bermunculan persepsi keliru tentang makna…

Baca Lengkapnya

Catherine of Aragon: Duta Besar Perempuan Pertama Eropa

Catherine of Aragon adalah istri pertama Raja Henry VIII (Raja Inggris) pada tahun 1509 sampai 1533. Sebelum menjadi ratu Inggris, ia mendapat julukan Putri Wales sebagai istri dari pangeran Arthur. Caterine adalah duta besar perempuan pertama dalam sejarah Eropa. Ia menjabat sebagai duta besar untuk istana Spanyol di Inggris. Dengan demikian, kemampuan diplomatis dan jejaringnya…

Baca Lengkapnya

Kampus dan Stereotipe Pemimpin Perempuan

Dalam kehidupan bermasyarakat kita kerap mendengar obrolan-obrolan bahwa perempuan memiliki konsep diri yang lebih rendah daripada laki-laki. Baik terjadi dalam obrolan sehari-hari maupun forum resmi seperti di lembaga pendidikan mengenai kampus dan stereotipe, misalnya. Masih banyak terlontar pernyataan mengenai ketidakadilan gender seperti marginalisasi dan subordinasi. Bahwa yang menyebabkan ketidakadilan gender sebenarnya berasal dari perempuan sendiri…

Baca Lengkapnya

Eksistensi Peran Perempuan Pesantren

Sumber Gambar: lendoot.com Perempuan sebagai makhluk istimewa seringkali memiliki problematik hidup lebih rumit alih-alih laki-laki. Tuhan menciptakan peribadinya dengan tingkat kasih dan perasaan sensitif lebih tinggi. Tidak hanya soal perasaan, tubuh mereka pun terancang sedemikian rupa sebagai “Ibu Peradaban” yang menanggung beban reprdosuksi lebih besar, hingga nyawa menjadi taruhannya. Dari segi kondisi tubuh dan fisiknya,…

Baca Lengkapnya

Harlah KOPRI PB PMII: Titik Balik Stagnasi Gerakan Perempuan Indonesia

Jakarta – Perayaan Hari Lahir ke-58 KOPRI PB PMII terselenggara pada 10 Desember 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini pada momentum yang tepat, ketika gerakan perempuan di Indonesia tampak berjalan di tempat. Di tengah angka kekerasan berbasis gender yang melejit, minimnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta kecenderungan isu perempuan terreduksi menjadi slogan…

Baca Lengkapnya

Anak Perempuan Pertama dan Tuntutan Selalu Kuat

“Sebagai anak perempuan pertama, jangan cengeng. kamu harus kuat.” Kalimat seperti itu sering terdengar biasa di banyak keluarga. Sebagian orang tanpa sadar membebani mereka melalui kalimat tersebut. Sejak kecil, keluarga dan lingkungan sekitar sering mengharapkan mereka untuk bersikap lebih dewasa, lebih memahami keadaan, dan lebih sering mengalah daripada saudara-saudaranya. Harapan tersebut membuat mereka memikul berbagai…

Baca Lengkapnya

Fatimah az-Zahra: Inspirasi Perempuan Tangguh

Perempuan muslimah memegang peranan penting sebagai panutan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Keteladanan tersebut taka hanya terlihat dari sisi ibadah semata, tetapi juga akhlak mulia, peran sosial positif, serta kontribusinya bagi umat. Dalam perjalanan hidup seorang perempuan muslim, kehadiran sosok teladan sangat terbutuhkan. Di tengah deras arus modernisasi dan ragam pengaruh budaya luar, perempuan yang…

Baca Lengkapnya
Mahasantri

Mahasiswa dan Santri: Dua Ruang Belajar, Satu Semangat

Mahasiswa dan santri sering dianggap berasal dari dua dunia yang berbeda. Mahasiswa belajar di perguruan tinggi yang penuh dengan teknologi, teori modern, dan suasana yang dinamis. Sementara itu, santri hidup di lingkungan pesantren yang sederhana, teratur, dan sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Santri hidup di pondok pesantren terkenal sebagai manusia yang lebih paham agama oleh…

Baca Lengkapnya

Posisi Islam dan Moralitas Perempuan

Melihat realitas yang ada, pembahasan mengenai tema gender dan perempuan perlu dikulik lebih jauh. Salah satu alasannya ialah karena ketimpangan gender yang semakin tak terarahkan. Persoalan ini dipengaruhi budaya dan perubahan zaman yang semakin ekstrem. Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan faktor-faktor tersebut, melainkan juga harus melihat karakter manusia generasi saat ini. Pemikiran yang turun…

Baca Lengkapnya

Srikandi Putri Proklamator (1); Rachmawati Soekarnoputri: Pendidik Kritis Sang Singa Podium

Lembar sejarah Indonesia dulu dan kini masih menjadi sebuah perbincangan dalam diskusi, ruangan kelas, dan obrolan. Lakon sejarah bangsa Indonesia kerap terdominasi oleh tokoh-tokoh laki-laki. Namun, Soekarno—selanjutnya Bung Karno—sebagai Proklamator bangsa ini menyisakan kisah mengenai penerus lewat ketiga putrinya. Adalah Megawati, Rachmawati, dan Sukmawati merupakan ketiga anak perempuan Bung Karno atas pernikahannya dengan Fatmawati. Ketiga…

Baca Lengkapnya