Anak Perempuan Kedua: Belajar Tak Terlihat dan Tetap Bertumbuh

Sumber Gambar: pixabay.com Menjadi anak perempuan kedua dalam keluarga kadang terasa seperti menempati ruang kosong di antara dua sorotan cahaya. Kakak sulung sering menjadi simbol harapan dan tanggung jawab, sementara si bungsu menjadi pusat perhatian dan kasih sayang. Di antara dua kutub itu, saya tumbuh sebagai anak tengah—tidak terlalu mendapat tuntutan, tapi juga tidak terlalu…

Baca Lengkapnya

Tradisi Mitoni: Simbol Kesuburan dan Kehidupan

Perempuan pelestari budaya, mungkin menjadi salah satu sebutan yang kiranya tidak berlebihan tersemat kepada para perempuan. Bagaimana mana tidak, dalam hal tradisi mitoni misalnya, perempuan menjadi tokoh utama yang membuat tradisi tersebut terlaksana. Tradisi mitoni menjadi salah satu warisan budaya Jawa yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam menghormati peran perempuan sebagai penjaga kehidupan. …

Baca Lengkapnya

Ketika Pendidikan Bertemu Perempuan, Lahir Generasi Hebat

Dalam sejarah panjang peradaban manusia, perempuan sering kali bertempat pada posisi yang terbatas. Tidak sedikit masyarakat yang dulu menganggap pendidikan hanya layak untuk laki-laki, sementara perempuan cukup belajar hal-hal dasar untuk mengurus rumah tangga. Pandangan ini perlahan mulai bergeser, seiring tumbuhnya kesadaran bahwa perempuan juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan. Bahkan, kini…

Baca Lengkapnya
Mahasiswa Gen Z

Mahasiswa Gen Z, Teknologi Digital, dan Agen Perubahan 

Mahasiswa saat ini sebagian besar adalah Generasi Z (Gen Z). Generasi ini mulai lahir dari tahun 1997-2012. Mereka ini generasi pertama yang dalam kehidupannya selalu menggunakan teknologi salah satunya adalah teknologi digital. Teknologi ini sudah melekat pada mahasiswa dalam membentuk karakteristik, gaya dalam pembelajaran, dan sebagai agen perubahan masa depan. Alat digital yang sering mahasiswa…

Baca Lengkapnya
Sumber gambar: Kompas.com

Nyi Ageng Serang: Srikandi dari Tanah Jawa

Sumber Gambar: kompas.com Dalam sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda, banyak tokoh berperan penting dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Satu di antaranya adalah Nyi Ageng Serang, seorang perempuan tangguh yang tidak hanya menjadi pemimpin perang, tetapi juga menjadi simbol keberanian dan patriotisme bagi generasi selanjutnya. Bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi, beliau lahir pada…

Baca Lengkapnya

Perjalanan Panjang Perempuan Mencari Identitas Diri

Mencari identitas diri merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu. Namun, bagi perempuan, proses ini sering kali menghadapi banyak tantangan. Sejak kecil, mereka sudah harus berurusan dengan berbagai tuntutan, norma, dan harapan yang sulit terpahami. Beberapa mengatakan bahwa perempuan harus menunjukkan kelembutan. Sementara lain berpendapat mereka wajib cerdas, menarik, taat, dan…

Baca Lengkapnya

Dua Kata, Dua Makna: Kajian Semantik terhadap “Betina” dan “Jantan”

Dua kata, dua makna merupakan gambaran yang tepat untuk menjelaskan penggunaan kata betina dan jantan dalam bahasa Indonesia saat ini. Meskipun secara leksikal kedua kata tersebut sama-sama merujuk pada jenis kelamin makhluk hidup, masyarakat memberikan makna dan nilai yang berbeda terhadap keduanya. Masyarakat sering menganggap kata betina sebagai bentuk penghinaan bilamana tertuju kepada perempuan. Sedangkan…

Baca Lengkapnya

Sehampar Kisah Raumanen: Menyoal Bangsa, Mendamba yang Setara

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi “Keluarganya, masyarakat sesukunya. Apalagi bagi seorang pria. Harus kau mengerti ini, Manen. Keluarga, orang tua adalah darah daging sang suami. Istrinya cuma seorang pendatang, yang dapat disuruh pergi.” (Raumanen, 2006: 45) Buku yang sempat memenangi penghargaan sayembara penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975 ini menceritakan biografi perempuan, bernama Raumanen, lengkap…

Baca Lengkapnya

Dunia Tanpa Perempuan

Sumber Gambar: kompas.com Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, ekonomi, hingga ilmu pengetahuan. Mereka berkontribusi dalam menjaga keseimbangan sosial, menjadi pemimpin, inovator, serta penggerak perubahan di berbagai bidang. Namun, pernahkah kita membayangkan bagaimana jadinya jika mereka tidak pernah ada? Apakah dunia tetap bisa berjalan seperti sekarang? Tanpa perempuan, kehidupan…

Baca Lengkapnya

Peluncuran Dokumen Operasionalisasi Indikator PTRG

Nisa.co.id – UIN Raden Mas Said Surakarta bekerjasama dengan Yayasan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) Jakarta pada tanggal 23 Juni 2023 menyelenggarakan kegiatan Peluncuran Dokumen Operasionalisasi Indikator Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG). Kegiatan terlaksana di Gedung Theater UIN Raden Mas Said Surakarta. Kemudian terhadiri Rektor UIN RM Said dan perwakilan pimpinan UIN Sultan Syarif Kasim…

Baca Lengkapnya

Kesetaraan di Ruang Kelas

Kesetaraan berasal dari kata “setara” yang berarti sama, seimbang, selevel. Atau bisa juga berarti “Menyamakan sudut pandang yang berbeda”. Contohnya seperti penyetaraan orang-orang kulit hitam dengan kulit putih. Padahal jika melihat dari mata (bentuk fisik) orang-orang kulit hitam dengan kulit putih tidak bisa tersetarakan (tersamakan). Kecuali dengan adanya perubahan dari kulit hitam menjadi putih, ataupun…

Baca Lengkapnya

Manusia yang Melupakan Kemanusiaan

Perempuan acapkali mengalami ketidakadilan dan kehilangan haknya sebagai manusia seutuhnya. Masyarakat sering memandang perempuan dengan sudut pandang laki-laki, sampai lupa bahwa perempuan juga memiliki kebebasan atas diri sendiri. Mereka adakalanya menjadikan perempuan sebagai objek penilaian moral. Muncul banyak aturan mengenai bagaimana perempuan harus menjaga diri dan bagaimana kebebasan perempuan dalam mengekspresikan diri. Namun, sedikit dari…

Baca Lengkapnya

Bahasa Tangan Manusia

Beberapa daerah di wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatra, beberapa pekan kemarin mengalami bencana banjir. Air datang tak terkira, menghanyutkan harta benda dan menenggelamkan areal pemukiman, menyisakan lumpur, sampai-sampai mengangkut kayu-kayu gelondongan yang menunjukkan wajah deforestasi–yang selama ini penguasa tutup-tutupi.   Saat orang-orang sedang berusaha bertahan hidup di tengah segala keterbatasan, sudah pasti pihak pemerintah hadir,…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Mengapa Gender Ditentukan oleh Warna, Hobi, dan Mimpi?

Pernahkah kita mendengar kalimat seperti, “Anak laki-laki kok suka warna ping?” atau “Perempuan jangan main bola, itu olahraga laki-laki”? Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar biasa, tetapi sebenarnya kalimat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih sering membedakan sesuatu berdasarkan gender. Masyarakat kerap mengaitkan warna, hobi, bahkan cita-cita dengan jenis kelamin seseorang. Padahal, setiap orang memiliki kesukaan, bakat,…

Baca Lengkapnya