Berdaya di Balik Lensa

Suasana senyap menderap di halaman Episode Kopi pada malam jelang penutupan 16 Hari anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Di ruang ini, dua perempuan muncul dengan keberanian yang tumbuh dari balik lensa. Mereka menafsirkan dunia melalui cahaya, bayangan, momentum, dan kedalaman rasa yang kemudian menerjemahkannya menjadi foto yang bisa kita nikmati pelan-pelan. Bondit, moderator acara, merunutkan alur…

Baca Lengkapnya

Bahasa Tangan Manusia

Beberapa daerah di wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatra, beberapa pekan kemarin mengalami bencana banjir. Air datang tak terkira, menghanyutkan harta benda dan menenggelamkan areal pemukiman, menyisakan lumpur, sampai-sampai mengangkut kayu-kayu gelondongan yang menunjukkan wajah deforestasi–yang selama ini penguasa tutup-tutupi.   Saat orang-orang sedang berusaha bertahan hidup di tengah segala keterbatasan, sudah pasti pihak pemerintah hadir,…

Baca Lengkapnya

Kebebasan Perempuan Meraih Mimpi

Setiap manusia berhak memiliki hak dan kebebasan untuk bermimpi, termasuk perempuan. Mimpi adalah cita-cita, harapan, dan tujuan yang sangat ingin setiap orang capai dalam hidup. Namun, perempuan seringkali teranggap lemah, tidak mandiri, dan juga terpandang sebelah mata untuk bermimpi. Sebenarnya, perempuan tidak hanya kuat secara fisik dan mental, tetapi perempuan juga sosok yang cerdas dan…

Baca Lengkapnya

Untuk Apa Kita Belajar dan Bekerja?

Setiap hari kita belajar bahkan dari kita lahir. Mulai dari belajar merangkak, berbicara, membaca, berjalan, berlari, dan banyak hal-hal yang kita pelajari setiap harinya. Saat dewasa kita mulai bekerja, entah bekerja untuk mencari uang, memenuhi kebutuhan, atau bahkan agar tidak bosan saja.   Manusia menjalani kehidupan dengan ritme yang hampir sama. Bangun pagi, belajar, bekerja, melakukan…

Baca Lengkapnya

Dampak Persepsi Masyarakat terhadap Kemajuan Karier Mahasiswa

Sebagai seorang mahasiswa, saya sering merasa berada di persimpangan. Di satu sisi, karena ada cita-cita pribadi dan keinginan untuk menjadi perempuan mandiri, berpendidikan tinggi, dan sukses dalam dunia profesional. Saya ingin meraih semua itu dengan kemampuan dan kerja keras saya sendiri. Namun di sisi lain, saya juga terbayangi berbagai harapan, tekanan, dan aturan tidak tertulis…

Baca Lengkapnya
Drama Cina

Drama Cina: Dari Tugas ke Episode

Di dunia perkuliahan, kata ”stres” sangat familiar di telinga mahasiswa bahkan sudah menjadi hal yang lumrah. Rasanya kata itu menjadi bayangan ketika dosen memberikan tugas, ujian, bahkan skripsi yang biasanya membutuhkan perhatian yang serius. Kata ini tidak hanya buat tubuh lelah tetapi juga pikiran ,terasa terkuras. Di tengah  banyaknya tugas yang menumpuk, ada sebuah tren unik….

Baca Lengkapnya

Semangat Membahagiakan Umat, Tekad Melawan sampai Menang

Cirebon – Angin di halaman Episode Kopi pada malam Sukarelawanan lebih terasa karena lengangnya peserta 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Namun celah di tengah barisan peserta tidak meredupkan dari para relawan yang hidupnya beririsan dengan bencana, dan dari semangat warga yang bergulat dengan luka lingkungan yang tak membuat mereka pasrah. Tanggal 5 Desember 2025…

Baca Lengkapnya

Fenomena Menunggu Jam Genap untuk Aktivitas

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai fenomena terkait kebiasaan tentang waktu. Banyak orang memulai aktivitas bukan karena mereka siap tapi ingin waktu menunjukkan angka genap. Misalnya ada seseorang yang ingin mengerjakan tugas pukul 18.53, ia memilih untuk menunggu hingga pukul 19.00 dengan alasan mengikuti jam genap atau agar pas saja. Demikian juga dengan kegiatan lain…

Baca Lengkapnya

Mengukir Makna dalam Ilusi Waktu: Refleksi Mahasiswa di Ruang Akademik

Di dunia kampus, waktu bisa terasa elastis. Perlahan ketika dosen menjelaskan sesuatu yang terlalu abstrak untuk segera terpahami atau melaju cepat ketika tenggat tugas menunggu di depan mata. Di ruang kelas, koridor fakultas, hingga ruang perpustakaan yang senyap, mahasiswa belajar bukan hanya teori dan konsep, tetapi juga bagaimana memahami hubungan antara mereka dan waktu; bahwa…

Baca Lengkapnya
Mahasantri

Mahasiswa dan Santri: Dua Ruang Belajar, Satu Semangat

Mahasiswa dan santri sering dianggap berasal dari dua dunia yang berbeda. Mahasiswa belajar di perguruan tinggi yang penuh dengan teknologi, teori modern, dan suasana yang dinamis. Sementara itu, santri hidup di lingkungan pesantren yang sederhana, teratur, dan sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Santri hidup di pondok pesantren terkenal sebagai manusia yang lebih paham agama oleh…

Baca Lengkapnya

Fesyen Mahasiswa: Gaya Mereduksi Kenyamanan

Di era modern ini, apalagi pada dunia perkuliahan, penampilan menjadi sangat penting bagi mahasiswa untuk mengekspresikan identitas kepribadian. Namun, akhir-akhir ini muncul tren fesyen mahasiswa yang lebih mementingkan gaya daripada kenyamanan untuk aktivitas sehari-hari. Hal ini selalu saya lihat dari pilihan outfit mereka yang tidak selalu mendukung aktivitas mereka pada saat di kampus. Mahasiswa seringkali…

Baca Lengkapnya

Membuka Stereotipe Baru Perempuan Masa Lampau

Historiografi Perempuan Mataram (2025) berhasil membuka perspektif baru mengenai peran dan posisi perempuan masa lampau. Perempuan yang acap kali mendapat stereotipe negatif. Sri Lestari bersama rekan-rekannya dalam buku ini menawarkan beberapa pandangan baru dari hasil studinya baru-baru ini. Uniknya, para penulis, membuka perspektif tidak hanya dari satu sudut pandang yang kaku. Lestari, dkk. menyuguhkan—selain dari perspektif…

Baca Lengkapnya

Harlah KOPRI PB PMII: Titik Balik Stagnasi Gerakan Perempuan Indonesia

Jakarta – Perayaan Hari Lahir ke-58 KOPRI PB PMII terselenggara pada 10 Desember 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini pada momentum yang tepat, ketika gerakan perempuan di Indonesia tampak berjalan di tempat. Di tengah angka kekerasan berbasis gender yang melejit, minimnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta kecenderungan isu perempuan terreduksi menjadi slogan…

Baca Lengkapnya

Perempuan Indonesia di Tengah Jebakan Feminitas dan Patriarki

Indonesia sering bangga menyebut diri sebagai negara ramah pada kesetaraan gender. Statistik Indeks Ketimpangan Gender 2024 turun menjadi 0,421, capaian terbaik beberapa tahun terakhir—yang seakan tampak menjanjikan. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Komnas Perempuan mencatat lebih dari 445 ribu kasus kekerasan sepanjang 2024, meningkat dari tahun sebelumnya. Dan hingga Juli 2025, laporan kekerasan terhadap…

Baca Lengkapnya