Sosok Ibu

Pelukan Ibu dan Dunia Pendidikan

Dalam perjalanan menuju kedewasaan, tidak ada sosok yang memberikan pengaruh sedalam dan sehalus seorang ibu. Kehangatan pelukannya, kalimat-kalimat lembut yang seringkali terucap, hingga nasihat sederhana yang dia sampaikan di sela-sela kesibukan, semuanya perlahan menjadi kompas kehidupan bagi anak-anaknya. Bagi Generasi Z yang kini memasuki dunia perkuliahan, sebuah fase penuh dinamika, tuntutan, dan perubahan cepat, nilai-nilai…

Baca Lengkapnya
Mendidik Anak

Mendidik Diri dan Refleksi Masa Depan

Dalam hiruk-pikuk dunia perkuliahan, sering kali mahasiswi tersibukkan oleh tugas, ujian, dan impian karier. Namun, di balik kesibukan itu, ada peran besar yang menanti, menjadi pendidik pertama bagi generasi selanjutnya. Sebelum membentuk keluarga dan mendidik anak, mahasiswi perlu menata diri, memperkaya ilmu, memperhalus akhlak, dan meneguhkan nilai moral. Hal ini karena pendidikan terbaik bagi anak sejatinya…

Baca Lengkapnya
Salah Jurusan

Di Ujung Pilihan Salah Jurusan

Menjadi mahasiswa adalah bagian penting dalam perjalanan menuju kebaikan dan kemandirian. Namun, banyak mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan jurusan yang mereka pilih. Fenomena ini selalu terjadi di berbagai universitas, baik negeri maupun swasta. Hal ini bisa mengurangi semangat belajar, mengurangi hasil akademik, dan memengaruhi masa depan karier seseorang. Salah satu penyebab utama mahasiswa salah…

Baca Lengkapnya
Identitas Hijab

Hijab, Identitas, dan Kebebasan

Hijab sejatinya adalah salah satu identitas seorang muslimah. Bagi sebagian orang, hijab mungkin terlihat seperti kain penutup kepala biasa, tapi bagi seorang perempuan beriman, hijab memiliki makna yang jauh lebih dalam. Hijab bukan sekadar pakaian, melainkan tanda ketaatan, kehormatan, dan jati diri mereka. Dalam setiap helainya tersimpan pesan tentang bagaimana seorang muslimah menjaga diri dan…

Baca Lengkapnya
Demonstrasi MBG

Perempuan, Demonstrasi, dan MBG

Pemerintah agaknya lalai terkait dengan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak awal program yang teranggap bagus dan terdukung oleh sebagian besar masyarakat Indonesia memang terkesan seperti pengumpulan tugas yang mepet deadline. Artinya, penerapan MBG ini memiliki narasi yang luar biasa namun nihil dalam implementasi.  Mulai dari makanan basi, menu yang terefisiensi, sampai banyaknya kasus keracunan…

Baca Lengkapnya
Anak Perempuan dan Ayah

Obituari dan Peran Ayah bagi Anak

Seorang ayah memiliki peran penting dalam keluarga, perannya sangat berpengaruh pada perkembangan anak, terutama anak perempuannya. Peran ayah yang tercukupi dengan baik akan membentuk perkembangan serta kepribadian yang baik pula bagi anak perempuannya. Seorang anak perempuan akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri sebab mendapatkan kasih sayang penuh dari ayahnya. Banyak orang yang…

Baca Lengkapnya
Guru Perempuan

Masa Depan Kapur dan Dapur

Maksud masa depan “kapur dan dapur” di sini bahwa peremouan sebagai pendidik memegang kapur atau sering kali kita sebut guru, dan juga sebagai pemegang peralatan dapur, yakni ibu rumah tangga. Kapur dan peralatan dapur bukan sekadar instrumen fungsional, melainkan strategi dedikasi membentuk generasi mendatang melalui pengetahuan, tradisi budaya, dan empati emosional. Kapur tidak hanya tentang…

Baca Lengkapnya
Krisis Iklim

Menjaga Bumi di Tengah Krisis Iklim

Lingkungan hidup merupakan warisan yang harus kita jaga bersama, bukan hanya demi generasi sekarang tapi juga generasi mendatang. Namun, fakta mengungkapkan bahwa bumi tengah mengalami krisis iklim yang sangat serius akibat kerusakan lingkungan yang terus memburuk. Mulai dari pencemaran udara, perubahan iklim, hingga menurunnya keanekaragaman hayati, semuanya menjadi peringatan bagi kita agar segera bertindak. Tulisan…

Baca Lengkapnya
Feminismer

Feminisme: Jalan Menuju Kesetaraan Perempuan

Sejak kecil, saya selalu mempertanyakan hal-hal yang menurut saya tidak adil di dunia ini. Saya mempertanyakan kenapa saat ada pertemuan (terutama di desa) hanya laki-laki yang berada di depan, duduk di kursi, dan kepentingannya terutamakan? Mengapa perempuan harus duduk di belakang, menyiapkan semua keperluan laki-laki, dan kepentingannya selalu terakhirkan? Bukankah seharusnya menyiapkan segala sesuatu bersama-sama?…

Baca Lengkapnya