Aulia Normalita

Editor Nisa.co.id, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta

Potret Kekuatan dan Kemandirian Sultanah Nahrasiyah

Potret kekuatan dan kemandirian perempuan tergambar pada tokoh Malikah Nahrasiyah atau terkenal dengan Ratu Nahrasiyah. Menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh sebagai seorang sultanah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam pada abad ke-17. Lahir dalam keluarga kerajaan yang merupakan putri Tunggal dari Sultan Zainal Abidin bin Ahmad bin Muhammad bin Al-Malik Ash-Shahih. Sejak kecil, Nahrasiyah…

Baca Lengkapnya

Iduladha: Menepis Anggapan Perempuan Tak Mau “Berkurban”

Idulfitri: perempuan “diistimewakan” dengan tidak mau meminta maaf karena merasa tidak punya salah. Iduladha: perempuan kembali “diistimewakan” dengan tidak mau berkurban. Dua kalimat di atas yang hingga sekarang masih tetap popular di kalangan laki-laki yang kerap menjadikan senjata, jargon, sindiran, dan meme yang penuh ironi bagi perempuan. Seolah perempuan tidak akan melakukan dua hal tersebut,…

Baca Lengkapnya

Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Perjalanan Spiritual Perempuan 

“…Aku ingin mencintai-Mu dengan bahagia, dengan bebas, dengan rindu setiap saat, tanpa harus ditakut-takuti neraka atau diiming-imingi surga…” – Nidah Kirani Tuhan Izinkan Aku Berdosa menjadi film perjalanan spiritual seorang perempuan dalam mencari jati diri. Lagi-lagi bahasan mengenai perempuan masih terus menggelitik untuk diperbincangkan, dulu, kemarin, hingga saat ini. Terlebih dalam beberapa kasus ada: diskriminasi, dominasi,…

Baca Lengkapnya

Idulfitri: Mempertanyakan Kembali Idealisme Perempuan

Idulfitri sebagai ajang mempertanyakan kembali idealisme perempuan dalam hal kebebasan menentukan pribadi dan kehidupannya kembali teruju ketika mendekati akhir Ramadan. Akhir Ramadan justru menjadi momen yang mengkhawatirkan bagi sebagian orang, khususnya perempuan. Kekhawatiran yang terhadapi bukan lagi perkara tak memiliki baju baru, sandal, mukena atau jilbab baru. Lebih dari itu, kekhawatiran muncul justru dari beragam…

Baca Lengkapnya
Ratu Shima

Menelusuri Jejak Kepemimpinan Ratu Shima

Menelusuri jejak kepemimpinan perempuan di Jepara tidak melulu soal R.A Kartini dan Ratu Kalinyamat. Tetapi jauh sebelum keduanya memimpin, telah hadir lebih dulu pemimpin perempuan tangguh yang ikut serta menjadi pejuang perempuan khususnya di Jepara, yakni Ratu Shima. Ratu Shima memimpin pada tahun 674-695 Masehi yang kala itu hampir seluruh dunia mengenalnya. Ia memerintah kerajaan…

Baca Lengkapnya
Rahmah El Yunusiah

Rahmah El Yunusiyah: Reformator Pendiri Diniyah Putri

Rahmah El Yunusiah lahir di Negeri Bukit Surungan, Padang Panjang pada 26 Oktober 1900. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Muhammad Yunus al-Khalidiyah bin Imanuddin dan Rafia. Perempuan yang kerap mendapat julukan reformator pendidikan Islam dan pejuang kemerdekaan Indonesia ini berhasil melakukan perubahan di bidang pendidikan keagamaan khususnya perempuan. Ayahnya, Yunus merupakan seorang muslim taat….

Baca Lengkapnya
mengasah potensi

Mengasah Potensi Menjadi Perempuan Berdaya dan Berdikari

Mengasah potensi bagi perempuan menjadi sebuah hak dan keharuan, namun konstruksi budaya berhasil menciptakan stigmatisasi publik bahwa penomorduaan masih terjadi. Kasus-kasus yang marak terjumpai seputar diskriminasi, pelecehan seksual, subordinasi, peran ganda, dan polemik perempuan lainnya hingga sekarang masih berserakan di mana-mana. Misalnya baru-baru ini kasus pelecehan seksual banyak bersliweran di berbagai media, mengutip dari detiknews.com…

Baca Lengkapnya
Sikap Diam Perempuan

Suara (Diam) Perempuan: Konsep Anggapan tak Percaya Diri

Perempuan kerap kali tidak berani menyuarakan hal-hal kecil. Misalnya bersuara soal berargumen di kelas, forum, organisasi, atau lingkup keseharian yang melibatkan banyak orang. Ketidakberanian tersebut membuat perempuan tak percaya diri. Dengan begitu, ketika hendak menunjukkan “inilah aku” kepada khalayak, keberaniannya perlahan tenggelam, bahkan karam. Terkadang penyebab hal itu karena cara berpikir perempuan sendiri. Padahal, bila…

Baca Lengkapnya

Makna “Cantik” sebagai Citra Diri Perempuan

Masyarakat kerap kali menciptakan standar kecantikan dengan beragam hal. Standar tersebut membuat perempuan menggebu untuk mencapainya. Misalnya, perempuan harus menarik, mengikuti tren, kosmetik, sempurna, dan cantik. Keseluruhan itu, perlahan menjadikan perempuan terkesan memaksakan cita-cita cantik sesuai harapan melalui cara tidak sehat dan realistis, bahkan ekstrem. Hal ini terbuktikan dengan fenomena kecantikan yang terus berkembang, misalnya,…

Baca Lengkapnya

Siti Sarah: Memaknai Keluhuran Hati Seorang Istri

Momentum Iduladha tidak dapat terpisahkan dari kisah ketaatan Nabi Ibrahim yang mendapat perintah Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Kisah ini kemudian menjadi suatu pengingat bagi orang muslim setiap kali menjelang hari raya Iduladha. Namun, jauh sebelum itu terjadi kisah yang jarang terulas dan tidak banyak terperbincangkan adalah kebesaran hati seorang perempuan di balik perjuangan Nabi…

Baca Lengkapnya

Demam Suhita: Mengarungi Ketabahan Alina dan Ketangguhan Rengganis

Film tanpa antagonis yang justru membuat penonton menangis, akhir-akhir ini kerap bersliweran di berbagai media. Film berjudul Hati Suhita merupakan adaptasi dari produk karya sastra berupa novel Best Seller karya Khilma Anis. Setelah resmi tayang pada 25 Mei 2023 lalu di seluruh bioskop Indonesia, film tersebut sukses membanjiri dunia perfilman. Film yang mengisahkan mengenai perjodohan…

Baca Lengkapnya

Kepada Perempuan

Kepada perempuan,merah-merah memeriahkan marahmeremehkan kalah merayakan patah menepis parah menolak pasrah melepas pelik dari hubungan rumit diam-diam menahan sakitterdengar hatinya menjerit berusaha bangkit namun kau tolak untuk kembali merakit. Kepada perempuan, kita hanyalah kata kehilangannya pun tak apa tak menjadikanmu terluka karena tak melulu hati melainkan logika. Kepada perempuan,biar saja beginimerayakan patah hati memestakan diri…

Baca Lengkapnya

Komoditas: Eksistensi Budaya Konsumtif Menjelang Lebaran

Konsumsi pakaian bagi perempuan bukan lagi sekadar keinginan semata, melainkan telah berubah menjadi kewajiban yang, bila “tidak” tercapai, dapat menimbulkan kegelisahan. Hal ini tertandai dengan terinternalisasi dalam rasionalitas berpikir masyarakat dan teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga konsumsi yang telah beroprasi pada masyarakat membentuk suatu budaya berupa konsumerisme. Mengutip dari Rene Descartes bahwa dahulu ungkapan “Cogeto…

Baca Lengkapnya

Asmaraloka: Tradisi Perjodohan di Pesantren

“Tradisi kuno dari buku tua menjelaskan bahwa seorang putra dari bangsa kesatria tidak boleh menikah dengan seorang putri dari bangsa Brahmana. Namun, seorang putra dari bangsa Brahmana boleh menikahi perempuan dari bangsa kesatria. Tradisi tersebut semata-mata untuk menjaga agar kaum perempuan dari bangsa Brahmana tidak diturunkan ke status kasta yang lebih rendah.“ Kalimat di atas…

Baca Lengkapnya

Menyelami Pergulatan Batin Perempuan

“…Aku bukan ratu. Akulah menjangan yang terluka dan ingin berlari sejauh-jauhnya” Alina Suhita Kalimat tersebut seolah menyelami relung benang merah novel Hati Suhita. Novel yang berhasil mengemban Best Seller di tahun 2019 dan akan rilis di bioskop pada tahun 2023 ini adalah novel ketiga Khilma Anis. Sebelumnya novel pertama karya Khilma Anis adalah Jadilah Purnamaku…

Baca Lengkapnya