Seni Menjadi Perempuan Berdaya ala Nusaibah

Pemandangan Bukit Uhud pada tahun 3 Hijriah sekejap berubah menjadi pertempuran yang mencekam ketika benteng pertahanan di puncak bukit runtuh akibat kelalaian pasukan pemanah. Pasukan berkuda Quraisy yang Khalid bin Walid pimpin yang masa itu masih menjadi musuh bergerak memanfaatkan celah tersebut. Berputar dari belakang dan mengepung kaum Muslimin yang sedang terbuai dengan harta rampasan….

Baca Lengkapnya

Kartini dan Kebebasan Perempuan di Era Digital

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan. Kartini dikenal sebagai sosok yang membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan. Berkat perjuangannya, perempuan Indonesia saat ini dapat menempuh pendidikan tinggi, bekerja, bahkan berperan penting di berbagai…

Baca Lengkapnya
Pendidikan Perempuan

Perempuan Bungsu dengan Cita-citanya

Dulu, di saat kehidupan membawa saya ke dalam realita menjadi siswa kelas dua belas, di situlah saya mulai bingung menentukan antara lanjut kuliah atau bekerja. Umumnya, orang-orang memikirkan tentang masa depan sedari mereka naik kelas sebelas. Namun karena begitu santainya, saya baru mulai memikirkan semua itu ketika sudah kelas dua belas. Dengan begitu, pada akhirnya saya…

Baca Lengkapnya

Senyap di Balik Senyum dan Suara yang Tak Terdengar

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, ada seorang perempuan yang hidup dengan senyum yang dia kenakan sebagai topeng. Sekilas, dia tampak seperti perempuan kuat, selalu tertawa, selalu membantu orang lain, selalu terlihat mampu menghadapi semuanya. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik keceriaannya, ada suara senyap bergetar yang terus berbisik di dalam hatinya. Suara itu…

Baca Lengkapnya
Mendidik Anak

Mendidik Diri dan Refleksi Masa Depan

Dalam hiruk-pikuk dunia perkuliahan, sering kali mahasiswi tersibukkan oleh tugas, ujian, dan impian karier. Namun, di balik kesibukan itu, ada peran besar yang menanti, menjadi pendidik pertama bagi generasi selanjutnya. Sebelum membentuk keluarga dan mendidik anak, mahasiswi perlu menata diri, memperkaya ilmu, memperhalus akhlak, dan meneguhkan nilai moral. Hal ini karena pendidikan terbaik bagi anak sejatinya…

Baca Lengkapnya
Demonstrasi MBG

Perempuan, Demonstrasi, dan MBG

Pemerintah agaknya lalai terkait dengan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak awal program yang teranggap bagus dan terdukung oleh sebagian besar masyarakat Indonesia memang terkesan seperti pengumpulan tugas yang mepet deadline. Artinya, penerapan MBG ini memiliki narasi yang luar biasa namun nihil dalam implementasi.  Mulai dari makanan basi, menu yang terefisiensi, sampai banyaknya kasus keracunan…

Baca Lengkapnya
Harga Diri

Menjaga Harga Diri Perempuan

Harga diri adalah fondasi penting bagi kesejahteraan emosional dan mental setiap individu, terutama bagi perempuan. Dalam masyarakat yang sering kali menempatkan tekanan dan harapan yang tidak realistis pada perempuan, menjaga harga diri menjadi semakin penting. Harga diri yang sehat memungkinkan perempuan untuk menghargai diri mereka sendiri, menetapkan batasan yang sehat, dan mencapai potensi penuh mereka….

Baca Lengkapnya
Diri Sendiri

Menjadi Perempuan Tangguh dan Lembut

Menjadi perempuan sering kali berarti hidup di antara dua dunia yang tampak bertolak belakang, yaitu dunia kelembutan dan ketangguhan. Sejak kecil, perempuan mendapat ajaran bersikap halus, penuh empati, dan menjaga perasaan orang lain. Namun, seiring bertambahnya usia, dunia menuntutnya untuk menjadi kuat, berani, dan tegas menghadapi relitas hidup yang tak selalu ramah. Di titik inilah,…

Baca Lengkapnya
Realita Mahasiswi

Peraduan Cita, Citra, dan Realita Mahasiswi

Hidup sebagai mahasiswi di era digital bukan hanya soal mengejar gelar sarjana atau menuntaskan tugas akhir. Lebih dari itu, menjadi mahasiswi berarti menjalani perjalanan panjang untuk memahami diri sendiri di tengah benturan antara cita-cita, citra sosial, dan realita kehidupan yang sering kali tak sejalan. Di balik label “mahasiswa aktif”, “agen perubahan”, atau “perempuan berpendidikan”, tersimpan…

Baca Lengkapnya