Tekanan Sosial Melanjutkan Impian Pendidikan

“Masa depan perempuan itu sudah pasti di dapur. Mau berpendidikan atau tidak ujungnya tetap sama. Jadi, buat apa melanjutkan pendidikan?” begitulah kalimat yang sering masyarakat penganut budaya patriarki lontarkan. Lagi-lagi perempuan berhadapan dengan tekanan sosial yang merendahkan martabatnya. Bukankah pendidikan merupakan hak bagi setiap insan tanpa memandang jenis kelamin?Perempuan juga memiliki cita-cita, keinginan untuk berkembang, serta harapan untuk…

Baca Lengkapnya

Pemikiran Pascakolonial: Ketika Bule Menjadi Trofi Status Sosial di Indonesia

Pemikiran pascakolonial masih memengaruhi cara sebagian masyarakat Indonesia memandang hubungan romantis, kecantikan, dan status sosial. Saya menyadari hal itu ketika membaca sebuah komentar di TikTok yang berbunyi, “Kak, pokoknya kamu harus sama bule.” Komentar tersebut memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting: mengapa harus bule? Mengapa banyak orang masih menganggap identitas Barat sebagai nilai tambah dalam sebuah…

Baca Lengkapnya
Nilai Keadilan

Dr. Syaifuddin: Moderasi Beragama adalah Soal Nilai Berkeadilan

Nisa.co.idhttps://nisa.co.id – “Prinsip dari moderasi beragama itu adalah value atau nilai keadilan. Artinya kekerasan dalam bentuk apapun itu terlarang, baik kalau misalnya itu terlakukan oleh kelompok kita sendiri,” ujar Dr. Phill. Syaifuddin Zuhri, M.A., pembicara pada agenda Pelatihan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) pada Kamis (07/09). Dr. Syaifuddin menyampaikan itu…

Baca Lengkapnya

Tindak Asusila di PNJ: Cermin Ruang Aman Perempuan

Pada awal Juni 2026, dugaan tindakan asusila sesama jenis antara mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan pihak eksternal mengejutkan publik. Pihak kampus dan mahasiswa bergerak cepat merespons, memergoki, lalu memproses insiden tersebut secara hukum. Ruang akademik seharusnya menjadi mimbar nalar kritis. Namun, tiba-tiba menjadi sorotan tajam karena gagal menyaring eksploitasi dan tindakan amoral dari pihak…

Baca Lengkapnya

Redupnya Kabel Empati: Saat Otak menjadi Tahanan Echo Chamber

Dewasa ini media sosial terasa seperti medan perang yang tak kunjung usai. Ketika satu isu mulai mencuat ke permukaan, terbelah dua kubu memenuhi kolom komentar yang saling menghujam satu sama lain. Tidak ada ruang antara, tidak ada keinginan untuk sekadar menimbang kacamata yang berbeda. Di sana terjadi dikotomi yang memenatkan “teman” atau “musuh”. Kita acap…

Baca Lengkapnya
Perundungan

Mencari Ruang Aman di Perguran Tinggi

Di balik megahnya gendung-gedung perkuliahan, antusiasme mahasiswa baru, dan jargon-jargon “kampus ramah”, ternyata masih banyak luka yang tersembunyi dan sering oleh orang-orang abaikan. Luka ini bukan datang dari mendapat nilai C, D, dan E. Ataupun karena mengerjakan skripsi yang tidak kunjung selesai. Melainkan datang dari kekerasan dan pelecehan seksual yang oleh sebagian mahasiswa alami.  Kampus, yang…

Baca Lengkapnya
Drama Cina

Drama Cina: Dari Tugas ke Episode

Di dunia perkuliahan, kata ”stres” sangat familiar di telinga mahasiswa bahkan sudah menjadi hal yang lumrah. Rasanya kata itu menjadi bayangan ketika dosen memberikan tugas, ujian, bahkan skripsi yang biasanya membutuhkan perhatian yang serius. Kata ini tidak hanya buat tubuh lelah tetapi juga pikiran ,terasa terkuras. Di tengah  banyaknya tugas yang menumpuk, ada sebuah tren unik….

Baca Lengkapnya

Anak Perempuan Pertama dan Tuntutan Selalu Kuat

“Sebagai anak perempuan pertama, jangan cengeng. kamu harus kuat.” Kalimat seperti itu sering terdengar biasa di banyak keluarga. Sebagian orang tanpa sadar membebani mereka melalui kalimat tersebut. Sejak kecil, keluarga dan lingkungan sekitar sering mengharapkan mereka untuk bersikap lebih dewasa, lebih memahami keadaan, dan lebih sering mengalah daripada saudara-saudaranya. Harapan tersebut membuat mereka memikul berbagai…

Baca Lengkapnya
Naia Alifia Yuriza

Transformasi Spiritual Naisa Alifia Yuriza

Sumber Gambar: Instagram @naisaalifiayuriza Naisa Alifia Yuriza, yang orang akrab menyapanya Nay, adalah seorang YouTuber muda yang telah mencuri perhatian banyak orang di Indonesia. Sejak kecil, Nay terkenal sebagai sosok ceria, kreatif, dan peduli terhadap sesama. Namun, di balik kesuksesan yang ia raih di dunia digital, Nay mengalami perubahan mendalam dalam perjalanan spiritual setelah kehilangan…

Baca Lengkapnya

Memanen Hikmah Anak

Sumber Gambar: freepik.com Seseorang yang, sedari kecil, memiliki segumpal impian itu bernama anak. Di sekolah, mereka terminta mengisahkan impiannya kelak. Setyaningsih dalam Bermula Buku, Berakhir Telepon (2016) mendaraskan definisi, barangkali seseorang yang tak memiliki impian, ia tak pernah merasa menjadi manusia penuh pengharapan sekaligus keputusasaan. Fase kanak-kanak pernah terlewati setiap orang. Segala imajinasi, rasa penasaran, hingga ketakjuban…

Baca Lengkapnya
Makan Bergizi Gratis

MBG, Kesetaraan, dan Kontras Perilaku Siswa Madrasah: Sebuah Analisis Sosiologis

Institusi pendidikan, tak terkecuali madrasah, seringkali menjadi cermin tempat norma-norma sosial. Termasuk konsep tentang kesetaraan gender terinternalisasi kepada siswa sebagai bagian norma yang oleh otoritas pendidikan bentuk. Sebuah fenomena observasional yang menarik muncul dari pola kerja sama siswa dalam tugas logistik MBG. Makudnya, mengacu pada kegiatan pemindahan benda untuk kepentingan bersama. Peristiwa itu menunjukkan adanya kontras perilaku…

Baca Lengkapnya
Rasa Malu

Hilangnya Rasa Malu Muslimah

Rasa malu merupakan salah satu mahkota bagi seorang perempuan. Karena ia menjadi lambang kehormatan, kemuliaan, dan penjagaan diri. Belakangan ini, banyak fenomena muslimah yang dengan percaya diri memamerkan aurat di media sosial seperti di Twitter, TikTok, Instagram, dan YouTube. Rasulullah saw. pernah berkata, “Rasa malu adalah sebagian dari iman”. Mengutip juga dari Ustaz Hanan Attaki:…

Baca Lengkapnya

Maria Ulfah Santoso: Menteri Perempuan Pertama

Satu lagi tokoh pahlawan perempuan Indonesia yang terlupakan, dia adalah Maria Ulfah Santoso. Maria adalah perempuan pertama Indonesia yang mendapatkan gelar sarjana hukum. Ia juga memiliki pengaruh penting pada saat terjadinya perjanjian Linggarjati. Selain itu, ada banyak kontribusi positif yang di antaranya Maria Ulfah menjadi Menteri Perempuan pertama Indonesia sekaligus perempuan Indonesia pertama yang menjadi…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Objek Stereotipe Sosial

Sumber Gambar: istockphoto.com Generasi muda kiwari memang kreatif dalam menuangkan ide. Di antaranya, ide sebuah karya, konten viral, maupun sapaan-sapaan tertentu yang berbagai kalangan menggunakannya. Misalnya memakai sapaan “The Nuruls”, “Aura Magrib”, “Si Paling …”, “Bocil Kematian”, dan banyak lagi sapaan lain dengan niat bercanda. Lantas, apakah kita menyadari dampak dari sapaan-sapaan tadi?  Sapaan-sapaan tersebut booming dan…

Baca Lengkapnya

Perempuan Muda di Persimpangan Mimpi dan Tuntutan Sosial

Di perguruan tinggi, bangku perkuliahan saat ini tidak lagi sepi dari kehadiran perempuan. Jika kita melihat ke dalam kelas, jumlah mahasiswi bahkan sering kali memadati barisan kursi depan. Mereka adalah generasi yang tumbuh dengan narasi bahwa “perempuan bebas menjadi apa saja”. Namun, jika kita mau duduk sejenak untuk mendengarkan keluh kesah mereka di koridor kampus,…

Baca Lengkapnya