Perlawanan yang Mengalun dari Halaman Episode Kopi

Tatkala senja dibanjur hujan, parkiran Episode Kopi tergenang sepi. Genangan kecil memantulkan cahaya lampu yang berpendar seperti bulir-bulir kenangan yang enggan pergi. Di sana hanya Bondit, Fahmi, serta Barista menemani dan menyuguhkan kopi kepada vokalis Sembilu, Opi. Khusus hari pamungkas ini aku menuliskan dari segala rasa yang ada dalam diri. Hari itu, hari pamungkas 16…

Baca Lengkapnya

Memaknai Awal Tahun: Jalan Sunyi Mahasantri Tashfiyatul Qulub menuju Produktivitas dan Perbaikan Diri

Awal tahun sering kali terpahami sebatas pergantian angka dalam kalender. Orang merayakannya dengan hiruk-pikuk resolusi, pesta, dan harapan-harapan yang terkadang berakhir sebagai wacana kosong. Namun bagi seorang mahasantri Tashfiyatul Qulub, awal tahun seharusnya termaknai lebih dalam: sebagai momentum muhasabah, penjernihan niat, dan peneguhan langkah menuju Allah Swt. Mahasantri tidak hidup dalam ruang hampa. Ia adalah…

Baca Lengkapnya

Dominasi dan Pesona Kulit Putih

“Sentimen terhadap warna kulit selalu berembus melalui iklan, tradisi dari generasi ke generasi, norma-norma sosial, konsensus dari mulut ke mulut, dan komoditisasi industri.” (Vissia Ita Yulianto, Pesona Barat, 2007) Buku Pesona ‘Barat’ ini membentangkan kesadaran mengenai dominasi kulit putih yang dialami masyarakat Indonesia serta dampaknya secara psikis, fisik, dan kultural. Senarai dampak yang tak mungkin…

Baca Lengkapnya
Makan Bergizi Gratis

MBG, Kesetaraan, dan Kontras Perilaku Siswa Madrasah: Sebuah Analisis Sosiologis

Institusi pendidikan, tak terkecuali madrasah, seringkali menjadi cermin tempat norma-norma sosial. Termasuk konsep tentang kesetaraan gender terinternalisasi kepada siswa sebagai bagian norma yang oleh otoritas pendidikan bentuk. Sebuah fenomena observasional yang menarik muncul dari pola kerja sama siswa dalam tugas logistik MBG. Makudnya, mengacu pada kegiatan pemindahan benda untuk kepentingan bersama. Peristiwa itu menunjukkan adanya kontras perilaku…

Baca Lengkapnya
Diri Sendiri

Menjaga Kesehatan Mental Perempuan

Sumber Gambar: pixabay.com Di balik senyum ekspresi seorang perempuan, tersimpan berbagai beban yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Berbagai tuntutan datang dari banyak arah masyarakat, keluarga, bahkan pribadinya sendiri. Hal itu, tersadari atau tidak, bisa memunculkan keprihatian bagi kesehatan mental pribadinya. Padahal, masyarakat masih memegang erat harapan bahwa perempuan harus mampu menjalankan peran sebagai…

Baca Lengkapnya

Inklusivitas, Kursi Lipat, dan Nasib Mahasiswa Kidal

Dunia pendidikan sering kali menyuarakan slogan “Inklusivitas”. Yakni menuntut akses pendidikan yang setara untuk semua kelompok tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Namun, apabila kita mengesampingkan sejenak slogan tersebut dan melihat secara lebih mendalam ruang kelas, akan terlihat suatu kenyataan sederhana. Adalah dunia pendidikan kita ternyata masih terdominasi oleh penggunaan tangan kanan. Di antara deretan…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Perihal Ketidakpatuhan 

Sumber Gambar: freepik.com Mengapa kebebasan cenderung berkata “tidak” kepada kekuasaan?  Kalimat apik tersebut terambil dalam buku Erich Fromm Perihal Ketidakpatuhan (2020). Dalam benak kita, kepatuhan menjadi satu aspek sikap atau mindset seseorang dalam mengikuti aturan, perintah, dan tuntutan dari pemilik otoritas. Misalnya orang tua, suami, guru, atasan, atau hukum. Individu atau kelompok tertentu cenderung patuh kepada figur teranggap…

Baca Lengkapnya

Malala Yousafzai: Pena dan Suara Pejuang Pendidikan

“Aku tak ingin dianggap sebagai ‘anak perempuan yang ditembak oleh Taliban’, tapi ‘anak perempuan yang berjuang untuk pendidikan.’” –Malala Yousafzai Pendidikan menjadi satu kebutuhan pokok bagi setiap orang. Tujuannya bermuara pada keterbukaan pelbagai cakrawala pengetahuan. Lewat jendela itu, seseorang dapat membuat perubahan-perubahan. Walhasil, spektrum pendidikan mampu mendorong seseorang berkembang ke arah lebih baik. Oleh karena…

Baca Lengkapnya

Perempuan, Ruang Digital, dan Radikalisme Kapitalis

Era digital telah membuka peluang yang luas bagi perempuan untuk hadir dan berkontribusi di berbagai ruang sosial, politik, dan ekonomi. Media sosial, platform daring, hingga ruang-ruang komunitas digital menjadi arena baru bagi perempuan untuk bersuara, berkarya, dan memperjuangkan hak-haknya.  Namun, di balik keterbukaan ini, terdapat ancaman tersembunyi yang tak kalah serius: radikalisme kapitalis—sebuah bentuk eksploitasi perempuan…

Baca Lengkapnya