Transformasi Mental dan Kedewasaan Mahasiswa

Peralihan dari seorang siswa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang status baru, tetapi perjalanan yang panjang menuju kemandirian dan kedewasaan. Masa perkuliahan sering teranggap sebagai tahap pendewasaan, sebab di sini individu mulai belajar mengelola diri, bertanggung jawab atas keputusan yang terambil, dan beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas dan rumit. Jika selama menjadi siswa terbiasa dengan bimbingan…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Tatkala Dunia Mengatur Standar Kecantikan

Standar kecantikan bukanlah hukum alam; ia adalah sebuah mata uang sosial, nilainya tertentukan oleh pasar budaya dan algoritma yang terus berubah. Hari ini, pasar tersebut terdominasi sebuah mekanisme kerja dengan kecepatan dan jangkauan yang belum pernah ada sebelumnya: media sosial. Jika dahulu standar kecantikan teratur oleh majalah dan iklan cetak, kini ia terorkestrasi oleh layar…

Baca Lengkapnya

Ibu, Aku, & Anakku

SejenakTerbaring pilu jua lemasMengapa begini?Pikirku kala ituTernyata memang takdir telah membuatnya adaSembari menyadariTerlintas perempuan (ibu) ituMasih terlelap dalam ketakutanMeratapi bagaimana esokTerjalani dengan baik nuansa ketakutan melanda Ah pikirku…Bagaimana bisa?DarahNanahPedihResah Melanda tak karuan rasanyaSedangkan ia (ibu)?Tak tahu harus mengapa?Sedang ia (ibu) sendiri juga tak bisa merasa?Lalu, bagaimana bisa aku ada dan terus tumbuh menua?Tanpa hadirmu, aku…

Baca Lengkapnya

Dua Kata, Dua Makna: Kajian Semantik terhadap “Betina” dan “Jantan”

Dua kata, dua makna merupakan gambaran yang tepat untuk menjelaskan penggunaan kata betina dan jantan dalam bahasa Indonesia saat ini. Meskipun secara leksikal kedua kata tersebut sama-sama merujuk pada jenis kelamin makhluk hidup, masyarakat memberikan makna dan nilai yang berbeda terhadap keduanya. Masyarakat sering menganggap kata betina sebagai bentuk penghinaan bilamana tertuju kepada perempuan. Sedangkan…

Baca Lengkapnya

MURI bukan Solusi

Belum genap setahun berlalu, sejak publik gempar oleh kesaksian para mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta mengenai dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kasus pada 2025 itu bukan sekadar membuka bobrok ketimpangan relasi kuasa di ruang akademik. Namun juga menunjukkan betapa lambat dan gagapnya birokrasi kampus dalam melindungi…

Baca Lengkapnya

Pengadilan Publik pada Peran Ibu: Membongkar Mom Shaming

Kehidupan berumah tangga tidak lepas dari peranan seorang perempuan atau Ibu.  Ia adalah pondasi dalam sebuah keluarga yang sering kali perannya memicu tekanan sosial. Seperti umumnya dalam sebuah keluarga ia bertanggung jawab merawat, mendidik, dan membesarkan seorang anak. Sementara Ayah menjalankan kewajibannya memberi nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Merawat anak tidak lain menjaganya, memastikannya…

Baca Lengkapnya

Nastar Core: Implikasi Objektifikasi Perempuan

Bukan hal baru sebenarnya, menjelang lebaran dari tahun ke tahun selalu identik dengan makanan khas, yakni nastar. Nastar merupakan kue kering yang berisi selai nanas dan terbaluri karamel beserta parutan keju. Selain itu semakin ke sini bentuk nastar variatif seperti dengan warna-warni, menyerupai bebek, dan variasi lainnya.  Hal ini bukan merupakan perilaku fear of missing out (fomo)…

Baca Lengkapnya

Gen Z dan Pernikahan: Prioritaskan Karier atau Komitmen?

Belakangan ini, media sosial ramai memperdebatkan persepsi tentang pernikahan. Fenomena ini menarik perhatian, terutama saat mengaitkannya dengan pola pikir Generasi Z (Gen Z), khususnya perempuan. Perempuan Gen Z cenderung memaknai pernikahan berbeda dari generasi sebelumnya. Banyak orang menunda pernikahan demi mencapai kemapanan pendidikan, karier, dan keuangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan angka pernikahan…

Baca Lengkapnya

Harapan di Tahun Baru: Pendidikan Perempuan sebagai Jalan Perubahan

Pergantian tahun selalu membawa optimisme. Tahun baru seakan memberi ruang harapan, memperbaiki, dan memulai kembali. Namun bagi banyak perempuan, terutama dalam konteks pendidikan, harapan itu sering kali berjalan lebih lambat daripada perubahan kalender. Tahun boleh berganti, tetapi tantangan yang perempuan hadapi dalam mengakses pendidikan kerap tetap sama. Pendidikan sering tersebutkan sebagai pondasi utama kemajuan bangsa….

Baca Lengkapnya

Fenomena Healing: Ketika Ketenangan Menjadi Komoditas

Setiap akhir pekan, jalan menuju kawasan wisata selalu penuh dengan kendaraan. Kafe-kafe yang menawarkan panorama alam penuh oleh pengunjung. Di media sosial, linimasa berisi foto pegunungan yang terselimuti kabut, pantai yang tenang, hamparan sawah yang menghijau, atau secangkir kopi yang bersanding dengan kalimat sederhana, “Healing dulu, besok kembali menghadapi realitas.” Fenomena itu semakin akrab dalam kehidupan…

Baca Lengkapnya

Nyai Hj. Yuhanidz Fayumi: Ulama dan Aktivis Perempuan

Siapa yang tak kenal dengan sosok istimewa Bu Nyai Badriyah Fayumi? Beliau adalah seorang Ketua Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) sekaligus aktivis perempuan dengan segudang penghargaan yang membanggakan. Begitupun dengan sosok sang ibu, yakni Nyai Hj. Yuhanidz Fayumi yang dikenal sebagai ulama perempuan, bu nyai energik, hingga aktivis perempuan yang layak menjadi panutan. Istri KH….

Baca Lengkapnya
Sirkel Mahasiswa

Lingkaran Pertemanan Mahasiswa

Dalam dunia perkuliahan, sering kita temui sekelompok pertemanan mahasiswa (sirkel atau geng). Sirkel biasanya terdiri dari beberapa orang yang memiliki kesamaan minat, hobi, jurusan, atau tujuan tertentu. Mereka saling mendukung, berbagi pengalaman, dan menjalani aktivitas bersama selama masa kuliah. Hal itu sangat memberikan dampak di kehidupan. Di lingkungan kampus, sirkel perkawanan memegang peranan yang penting karena dapat…

Baca Lengkapnya

Perempuan dalam Islam: Agama atau Budaya Patriarki?

Perdebatan mengenai posisi perempuan dalam Islam masih sering muncul di tengah masyarakat. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa berbagai pembatasan terhadap perempuan, seperti akses pendidikan, kesempatan berkarier, atau keterlibatan dalam ruang publik, merupakan bagian dari ajaran agama. Akibatnya, muncul anggapan bahwa Islam tidak mendukung kesetaraan gender dan cenderung menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah…

Baca Lengkapnya

Inklusivitas, Kursi Lipat, dan Nasib Mahasiswa Kidal

Dunia pendidikan sering kali menyuarakan slogan “Inklusivitas”. Yakni menuntut akses pendidikan yang setara untuk semua kelompok tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Namun, apabila kita mengesampingkan sejenak slogan tersebut dan melihat secara lebih mendalam ruang kelas, akan terlihat suatu kenyataan sederhana. Adalah dunia pendidikan kita ternyata masih terdominasi oleh penggunaan tangan kanan. Di antara deretan…

Baca Lengkapnya

Berdaya di Balik Lensa

Suasana senyap menderap di halaman Episode Kopi pada malam jelang penutupan 16 Hari anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Di ruang ini, dua perempuan muncul dengan keberanian yang tumbuh dari balik lensa. Mereka menafsirkan dunia melalui cahaya, bayangan, momentum, dan kedalaman rasa yang kemudian menerjemahkannya menjadi foto yang bisa kita nikmati pelan-pelan. Bondit, moderator acara, merunutkan alur…

Baca Lengkapnya