Fatimah Al-Banjari: Ulama Perempuan Pengarang Kitab Perukunan

Sumber Gambar: freepik.com Barangkali kita lupa bahwa para pejuang Indonesia tidak terlepas dari kalangan ulama di berbagai penjuru negeri. Seperti halnya wilayah Kalimantan Selatan, sebut saja Fatimah Al-Banjari. Beliau salah satu tokoh ulama perempuan dari Banjarmasin yang hampir terlupakan.  Fatimah lahir di Martapura yang notabene dari keluarga terdidik. Putri ulama besar dan terhormat bernama Syaikh…

Baca Lengkapnya
Guru Perempuan

Masa Depan Kapur dan Dapur

Maksud masa depan “kapur dan dapur” di sini bahwa peremouan sebagai pendidik memegang kapur atau sering kali kita sebut guru, dan juga sebagai pemegang peralatan dapur, yakni ibu rumah tangga. Kapur dan peralatan dapur bukan sekadar instrumen fungsional, melainkan strategi dedikasi membentuk generasi mendatang melalui pengetahuan, tradisi budaya, dan empati emosional. Kapur tidak hanya tentang…

Baca Lengkapnya
Identitas Hijab

Menentang Stereotipe Perempuan Berhijab

Muslimah yang berhijab dalam pandangan khalayak umum, apalagi di era modern dengan teknologi dan media sosial, dapat juga menjadi tolak ukur orang menilai kepribadiannya. Sebagaimana dalam konteks sosial cara mereka berkomunikasi dan menjaga pandangan sebagai umat Islam yang seharusnya tetap menjaga marwah seorang perempuan. Di era modern ini, di mana teknologi dan media sosial seperti…

Baca Lengkapnya
Self Love

Self-Love dan Perisai Mental Perempuan

Pernah dengar istilah self-love? Mengapa hal ini erat kaitannya dengan perempuan?  Istilah self-love yang sering kita dengar bukan hanya slogan atau kata-kata manis di ruang digital. Ini merupakan salah satu bentuk kesadaran dan penerimaan diri yang terpromosikan. Secara harfiah, self-love berarti mencintai diri sendiri. Konsep mencintai diri sendiri bukan berarti narsis atau egois. Sebaliknya, ini adalah suatu cara menghargai diri…

Baca Lengkapnya
Ruang Aman Perempuan

Ruang Aman Perempuan: antara Harapan, Kenyataan, dan Perlawanan

Pembahasan tentang ruang aman perempuan selalu terasa relevan. Sebab, ia berangkat dari pengalaman hidup sehari-hari yang banyak perempuan alami di berbagai tempat. Istilah ini bukan sekadar jargon aktivisme, melainkan kebutuhan mendasar. Yakni hidup tanpa ketakutan, ancaman, dan tekanan yang merampas kebebasan perempuan menjadi diri sendiri. Namun, di balik harapan besar untuk memilikinya, kenyataan masih jauh dari ideal….

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Perempuan dan Luka Standar Kecantikan

Setiap hari, ada banyak perempuan yang betah berlama-lama menatap sosoknya di cermin. Namun, tak sedikit juga perempuan yang tegak di depan cermin bukan dalam rangka mengagumi diri sendiri, melainkan membandingkannya dengan orang lain. Berharap pipinya lebih tirus atau kulitnya sedikit lebih cerah. Ada pula yang membuka kamera depan ponsel, menggeser filter satu per satu hingga…

Baca Lengkapnya

Senyap di Balik Senyum dan Suara yang Tak Terdengar

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, ada seorang perempuan yang hidup dengan senyum yang dia kenakan sebagai topeng. Sekilas, dia tampak seperti perempuan kuat, selalu tertawa, selalu membantu orang lain, selalu terlihat mampu menghadapi semuanya. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik keceriaannya, ada suara senyap bergetar yang terus berbisik di dalam hatinya. Suara itu…

Baca Lengkapnya

Kontektualisasi Peranan Perempuan dalam Transmisi Al-Qur’an di Era Kontemporer

Pada abad ke-3 H telah banyak terpaparkan bahwa bukti-bukti empirik tentang partisipasi dan peran perempuan dalam transmisi Al-Qur’an telah menurun. Namun, pada abad ke-5, kebangkitan itu kembali. Kala itu, eksistensi perempuan  dalam transmisi Al-Qur’an cenderung dipandang sebelah mata, sehingga tidak mendapatkan apresiasi. Berbeda dengan laki-laki sebagai juru baca Al-Qur’an, adanya peranan perempuan dalam tranmisi Al-Qur’an…

Baca Lengkapnya
Opak

Perempuan Kedung Buni dan Kisah Opak Buatannya

Kedung Buni, sebuah dusun kecil yang sederhana di bilangan Kecamatan Panyingkiran, Majalengka. Di sana, sebagian kecil penduduknya selain menambak ikan, pun mencari penghidupan lewat produksi opak. Makanan khas Priangan berbahan dasar tepung beras, ketan, atau singkong. Saya, selama hampir satu dekade hidup dan kenal dengan ngopak, kegiatan membuatnya. Dalam sepekan, selain membuat pepes ikan atau pindang,…

Baca Lengkapnya