Marriage is Scary

Perempuan dan Bayangan Marriage is Scary

Zaman sekarang, marak isu mengenai marriage is scary. Banyak perempuan memutuskan untuk tidak menikah karena takut dengan kehidupan rumah tangga. Mereka takut mendapat laki-laki tukang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tidak menafkahi, terlebih lagi laki-laki patriarki. Banyak perempuan rela untuk tidak atau menunda menikah demi mendapatkan laki-laki mumpuni. Isu tersebut sebenarnya wajar saja, terlebih masih…

Baca Lengkapnya
Opak

Perempuan Kedung Buni dan Kisah Opak Buatannya

Kedung Buni, sebuah dusun kecil yang sederhana di bilangan Kecamatan Panyingkiran, Majalengka. Di sana, sebagian kecil penduduknya selain menambak ikan, pun mencari penghidupan lewat produksi opak. Makanan khas Priangan berbahan dasar tepung beras, ketan, atau singkong. Saya, selama hampir satu dekade hidup dan kenal dengan ngopak, kegiatan membuatnya. Dalam sepekan, selain membuat pepes ikan atau pindang,…

Baca Lengkapnya
Potret Buya Husein dalam Acara DKUP Fahmina Institute

Buya Husein: Potret Ulama Kharismatik Pelopor Gerakan Feminis Indonesia

Bagi pegiat kesetaraan gender, membahas mengenai Husein Muhammad atau akrab dengan sebutan Buya Husein menjadi hal yang menarik untuk terulas. Karakteristik dan keunggulan yang ulama kharismatik ini miliki adalah bidang pemikiran dan pergerakannya mengenai feminisme. Tidak heran apabila banyak sekali yang menulis dan menyebutnya sebagai ulama feminis Indonesia. Karya dan gerakannya berfokus pada isu-isu perempuan,…

Baca Lengkapnya
Film Sore

Bayang Ilusi dan Kekuatan Trauma dalam Film Sore

Ada beberapa hal yang bagus dan tidak bagus dalam film Sore: Istri dari Masa Depan (2025) garapan Yandy Laurens. Adegan “Hai, saya Sore, istri kamu dari masa depan,” berulang-ulang. Bagi sebagian penonton (mungkin), saya khususnya, adegan itu membikin bosan. Namun, tulisan ini tak bakal mengupas Sore secara teknis, melain berusaha menyoroti bagaimana hal-hal lain yang melatarinya. Sejenak agak melipir,…

Baca Lengkapnya

Birrul Aulād: Tanggung Jawab Orang Tua dalam Menumbuhkan Generasi Beradab

Dalam khazanah Islam, kewajiban berbuat baik (birr) tidak hanya mengalir dari anak kepada orang tua (birrul wâlidain), tetapi juga dari orang tua kepada anak (birrul aulād). Sayangnya, wacana tentang birrul aulād sering kali kalah populer daripada birrul wâlidain. Padahal, Islam meletakkan tanggung jawab besar di pundak orang tua untuk menghadirkan kebaikan, keadilan, dan kasih sayang…

Baca Lengkapnya

Anak Perempuan, Sendiri Mewujudkan Mimpi

Sumber Gambar: betanews.id Anak perempuan tunggal adalah individu yang tumbuh tanpa memiliki saudara kandung, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keluarga mereka. Pengalaman hidupnya sering kali membawa dampak psikologis dan sosial yang berbeda alih-alih dengan anak yang memiliki saudara. Kondisi ini memengaruhi caranya meraih cita-cita dan mewujudkan impian mereka, karena tidak adanya saudara sebagai tempat berbagi…

Baca Lengkapnya

Sehampar Kisah Raumanen: Menyoal Bangsa, Mendamba yang Setara

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi “Keluarganya, masyarakat sesukunya. Apalagi bagi seorang pria. Harus kau mengerti ini, Manen. Keluarga, orang tua adalah darah daging sang suami. Istrinya cuma seorang pendatang, yang dapat disuruh pergi.” (Raumanen, 2006: 45) Buku yang sempat memenangi penghargaan sayembara penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975 ini menceritakan biografi perempuan, bernama Raumanen, lengkap…

Baca Lengkapnya
Potret Kang Faih dalam Acara Dawroh Kader Ulama Perempuan di Cirebon

Faqihuddin Abdul Qadir: Bapak Mubadalah Pejuang Kesalingan

Ialah Faqihuddin Abdul Qadir, atau akrab dengan sapaan Kang Faqih. Kiai energik  yang memiliki consern terhadap isu-isu kesetaraan, keadilan dan diskriminasi yang selama ini masih tertemui di lingkungan perempuan. Menjadi hal yang tidak mudah bagi laki-laki yang ikut serta menjunjung tinggi kesetaran dan keadilan gender. Apalagi hidup di tengah masyarakat yang masih menjunjung  kedudukan laki-laki…

Baca Lengkapnya