Self Love

Self Love: Langkah Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa

Menjadi mahasiswa sering teranggap sebagai masa paling bebas dan menyenangkan dalam hidup. Namun, di balik kesibukan kuliah, rapat organisasi, dan aktivitas media sosial, banyak mahasiswa yang senyap-senyap merasa lelah, cemas, kesepian, bahkan kehilangan arah. Tuntutan akademik dan sosial sering kali membuat mereka lupa bagaimana caranya menghargai dan mencintai diri sendiri. Di era sekarang, self love atau…

Baca Lengkapnya
Mahasiswa Gen Z

Mahasiswa Gen Z, Teknologi Digital, dan Agen Perubahan 

Mahasiswa saat ini sebagian besar adalah Generasi Z (Gen Z). Generasi ini mulai lahir dari tahun 1997-2012. Mereka ini generasi pertama yang dalam kehidupannya selalu menggunakan teknologi salah satunya adalah teknologi digital. Teknologi ini sudah melekat pada mahasiswa dalam membentuk karakteristik, gaya dalam pembelajaran, dan sebagai agen perubahan masa depan. Alat digital yang sering mahasiswa…

Baca Lengkapnya

It’s Okay Not to Be Okay: Keberanian Merasa dan Tidak Baik-Baik Saja

“It’s okay to not be okay. It’s okay to cry. You’re not weak for feeling.” Ucapan Moon-young kepada Gang-tae ini bukan hanya sekadar kalimat penghibur, melainkan sapaan lembut bagi jiwa yang terlalu lama menahan air mata. Kalimat sederhana yang menjadi benang merah dari drama It’s Okay Not to Be Okay. Kalimat terdengar seperti pengakuan bahwa tak…

Baca Lengkapnya

Harapan di Tahun Baru: Pendidikan Perempuan sebagai Jalan Perubahan

Pergantian tahun selalu membawa optimisme. Tahun baru seakan memberi ruang harapan, memperbaiki, dan memulai kembali. Namun bagi banyak perempuan, terutama dalam konteks pendidikan, harapan itu sering kali berjalan lebih lambat daripada perubahan kalender. Tahun boleh berganti, tetapi tantangan yang perempuan hadapi dalam mengakses pendidikan kerap tetap sama. Pendidikan sering tersebutkan sebagai pondasi utama kemajuan bangsa….

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Pendidikan: Akses, Pilihan, dan Ketimpangan yang Tersisa

Pendidikan kerap kita pahami sebagai ruang yang terbuka dan netral, seolah setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya. Namun bagi banyak perempuan, perjalanan menempuh pendidikan tidak sesederhana itu. Ada berbagai pertimbangan sosial, budaya, dan ekonomi yang membuat proses belajar harus kita (perempuan) lalui dengan tantangan yang berbeda daripada laki-laki. Dalam sejumlah keluarga, pendidikan perempuan…

Baca Lengkapnya

Dominasi dan Pesona Kulit Putih

“Sentimen terhadap warna kulit selalu berembus melalui iklan, tradisi dari generasi ke generasi, norma-norma sosial, konsensus dari mulut ke mulut, dan komoditisasi industri.” (Vissia Ita Yulianto, Pesona Barat, 2007) Buku Pesona ‘Barat’ ini membentangkan kesadaran mengenai dominasi kulit putih yang dialami masyarakat Indonesia serta dampaknya secara psikis, fisik, dan kultural. Senarai dampak yang tak mungkin…

Baca Lengkapnya
Kekerasan Seksual

Pelecehan, Pakaian, dan (Kesalahan) Korban

Dalam masyarakat patriarki, perempuan sering kali jadi objek kontrol yang norma sosial mengaturnya, di mana pakaian teranggap simbol moralitas dan kesopanan. Pakaian ternilai sebagai penanda kesucian dan kepatutan, sehingga muncul anggapan yang salah bahwa perempuan yang berpakaian “sopan” otomatis terhindar dari kekerasan atau pelecehan. Hal ini jelas tidak adil bagi perempuan karena tanggung jawab perlindungan…

Baca Lengkapnya
Makan Bergizi Gratis

MBG, Kesetaraan, dan Kontras Perilaku Siswa Madrasah: Sebuah Analisis Sosiologis

Institusi pendidikan, tak terkecuali madrasah, seringkali menjadi cermin tempat norma-norma sosial. Termasuk konsep tentang kesetaraan gender terinternalisasi kepada siswa sebagai bagian norma yang oleh otoritas pendidikan bentuk. Sebuah fenomena observasional yang menarik muncul dari pola kerja sama siswa dalam tugas logistik MBG. Makudnya, mengacu pada kegiatan pemindahan benda untuk kepentingan bersama. Peristiwa itu menunjukkan adanya kontras perilaku…

Baca Lengkapnya

Menikah Bukan Balapan: Alasan Gen Z Enggan Terburu-buru Menuju Pelaminan

Belakangan ini, video konten di media sosial sering memenuhi dua hal yang kontradiktif: banyak orang mendambakan pernikahan yang harmonis dan berita pilu tentang perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagi Generasi Z (Gen Z), fenomena ini bukan sekadar konsumsi konten digital, melainkan sebuah pukulan realitas yang memicu kecemasan mendalam. Ada pergeseran paradigma yang masif….

Baca Lengkapnya

Eksistensi Ketimpangan Perempuan dalam Film

Dalam hidangan pelbagai karya, kita mengenal istilah alih wahana. Begitupun dalam karya sastra. Alih wahana saban tahun terus menjadi sorotan lalu lintas perbincangan. Karya sastra kerap menjadi objek alih wahana menjadi sebuah film (terlayar lebarkan). Bertema cinta, ironi, komedi, hingga ketimpangan. Banyak novel, puisi, cerpen dlsb telah teralih wahanakan menjadi tontonan. Karya sastra mengubah wujudnya…

Baca Lengkapnya

Di Balik Sindrom “Sing Penting Absen”

Frasa “Sing Penting Absen” adalah tiga kata sederhana yang berasal dari bahasa Jawa. Namun, di dalam makna kata ini, tersimpan ironi yang luar biasa besar. Secara harfiah “absen” berarti tidak hadir. Namun, dalam praktiknya, kata ini justru tergunakan untuk menyatakan kehadiran demi sebuah legalitas formal semata. Kerap saya temui banyak mahasiswa, bahkan teman-teman saya sendiri,…

Baca Lengkapnya
Kepemimpinan Perempuan

Kepemimpinan Perempuan dan Kesetaraan Gender

Kepemimpinan bukan hanya perihal pemimpin atau cara memimpin, tetapi juga mempengaruhi, mengajak, dan mengarahkan. Semua orang bisa menjadi pemimpin, untuk dirinya sendiri atau orang lain. Lebih dari sekadar memimpin dan memberikan instruksi, pemimpin juga harus bisa menginspirasi, memotivasi, dan mendengarkan anggota tim lainnya. Peran perempuan sebagai pemimpin bisa mendorong kesetaraan gender yang semakin masyarakat perhatikan….

Baca Lengkapnya

Maskulinitas di Balik Megahnya Industri Jepang

Ketika seorang kawan pria kembali dari perantauan dengan modal usaha ratusan juta, respons kolektif masyarakat kita hampir selalu berpola seraga. “Wah, sudah jadi pria sukses sekarang, benar-benar laki-laki sejati“. Riuh tepuk tangan, decak kagum, dan puja-puji sosial langsung menyergap ruang dengar masyarakat. Di kampung halaman, ia seketika naik kelas menjadi barometer keberhasilan baru karena berhasil…

Baca Lengkapnya