Menjaga Suasana Hati saat PMS

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa ingin marah atau menangis tanpa alasan yang jelas dalam beberapa hari sebelum menstruasi? Jika iya, Anda tidak sendirian. Perubahan suasana hati alias bad mood yang drastis merupakan salah atu gejala paling umum dari Premenstrual Syndrome (PMS) dan oleh banyak  perempuan alami setiap bulannya.

Perubahan suasana hati ini karena naik turunnya hormon estrogen dan progesteron yang terjadi menjelang menstruasi. Dengan begitu, hormon tersebut dapat memengaruhi kinerja otak, sehingga emosi menjadi lebih sensitif daripada hari-hari biasanya. Meski demikian, kondisi ini dapat tercegah dengan pola hidup yang sehat agar tidak mengganggu aktivitas sehari-harimu tidak berantakan. 

Agar emosi tidak gampang tersulut, berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu lakukan untuk menjaga suasana hati tetap stabil saat PMS: pertama, kurangi minuman berkafein dan makanan tinggi gula. Saat bad mood menyerang, tubuh sering sekali menginginkan makanan manis seperti cokelat, boba, atau kopi susu. Tidak bisa kita pungkiri, lonjakan gula darah dari makanan manis justru bisa membuat suasana hati semakin tidak stabil, ketika kadar gulanya turun kembali secara drastis (sugar crash). Kandungan kafein pada kopi juga dapat meningkatkan rasa cemas dan membuatmu lebih sensitif. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi air putih, buah-buahan segar atau cemilan kaya kan serat.

Olahraga, Tidur, dan Relaksasi

Kedua, lakukan olahraga ringan secara rutin. Ketika tubuh terasa lemas dan perut mulai kram, olahraga mungkin menjadi hal terakhir yang ini  kamu lakukan. Namun, aktifitas fisik ringan seperti jalan kaki santai, yoga atau bisa juga dengan peregangan selama 15-30 menit. Olahraga dapat merangsang produksi hormon endorfin, yaitu senyawa kimia di otak yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami dan peningkatan suasana hati (mood booster).

Baca Lainya  Haid Panjang dan Solusi Kesehatan Lebih Baik

Ketiga, tidur malam yang cukup. Kurang tidur merupakan musuh utama emosi yang stabil. Saat memasuki fase PMS, tubuh perempuan bekerja lebih keras karena adanya perubahan hormonal, sehinggal kamu kan merasa lebih cepat lelah dari biasanya. Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas, sekitar 7-8 jam setiap malamnya. Batasi penggunaan ponsel menjelang tidur agar kualitas istirahatmu tidak terganggu.

Keempat, luangkan waktu untuk relaksasi. Jangan paksakan dirimu untuk terus produktif jika tubuh dan pikiran udah memberikan sinyal yang lelah. Berikan ruang bagi irimu sendiri untuk melakukan hal-hal yang menenangkan. Contohnya kamu bisa mencoba teknis pernapasan dalam, mendengarkan musik favorit, membaca buku, atau berendam air hangat, semua yang di sebutkan dapat mengurangi stres dari luar, akan sangat membantu menenangkan sistem saraf yang sedang sensitif.

Dan, kelima, sampaikan kondisi dengan orang terdekat. Salah satu cara terbaik agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan jujur kepada orang-orang di sekitarmu, baik itu pasangan, keluarga, maupun teman kerja. Kamu bisa memberi tahu mereka dengan baik-baik bahwa kamu sedang berada dalam fase PMS dan mungkin sedikit lebih sensitif dari biasanya. Dengan begitu, orang di sekitarmu bisa memberikan ruang ekstra dan lebih memaklumi kondisimu. PMS dan perubahan suasana hati memang fase bulanan yang di alami bagi perempuan. Namun jika bad mood yang kamu rasakan mengganggu fungsi sosial dan pekerja secara parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog, ya![]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *