Bayangkan seorang kreator digital yang memulai perjalanan karier digitalnya tanpa modal kamera mahal, tanpa menampilkan wajahnya menggunakan filter, dan tanpa merancang konsep konten untuk menyenangkan banyak orang. Ia hanya tampil dengan satu hal, yaitu dirinya sendiri. Cara bicaranya yang santai, gaya tawa yang spontan, dan kejujuran yang ia tempilkan tanpa dibuat-buat. Ia adalah Ria Sukma Wijaya atau yang penggemarnya lebih kenal dengan panggilan Ria SW.
Di Tengah era media sosial yang sering mendorong perempuan untuk tampil sempurna dengan tubuh yang ideal, gaya hidup mewah, dan konten yang memukau, Ria SW memilih jalannya sendiri yang cukup berbeda. Ia membangun kariernya dari hal kecil yang sederhana, yaitu kecintaanya pada kuliner dan perjalanan.
Dari hal kecil yang sederhana itu tadi, ia berhasil meraih 4,6 juta lebih pelanggan di YouTube pribadinya, menerbitkan sebuah buku yang berisi inspirasi dari kisah nyata di balik layar, dan juga dapat membuktikan bahwa menjadi diri sendiri bukanlah sebuah kelemahan, tetapi kekuatan besar yang bisa perempuan miliki di era digital saat ini.
Perjalanan Karier
Ria SW bukanlah orang yang secara tiba-tiba menjadi terkenal dalam waktu yang singkat. Sebelum banya orang mengenalnya sebagai food vlogger dan perjalanan, ia sudah lebih dulu menjalani proses yang panjang di industri kreatif. Ia pernah berkeja di Fremantle, yaitu salah satu perusahaan produksi konten terbesar di dunia. Kemudian, ia pernah bekerja di SCTV dan akhirnya bergabung dengan media digital malesbanget.com. Dari sanalah program-program seperti NyamNyamNyam, Two Side Make-Up, dan Ria’s Vlog mulai menaikkan namanya.
Pada tanggal 26 Mei 2016, Ria SW mengunggah konten pertamanya di YouTube pribadinya. Kemudian, beberapa bulan setelah itu, ia mulai mengunggah konten kuliner dengan judul ”Mukbang Sehat Shabu Shabu.” Walaupun kontennya sederhana, ia terus menjaga konsistensinya.
Dari hal itu, Ria SW tidak langsung mencapai puncak suksesnya, ia terus berusaha secara perlahan tetapi tetap pasti, dengan pengalaman dan keberanian yang akhirnnya membuatnya memiliki platform sendiri. Kita perlu mengingat kisah dari Ria SW ini, khususnya untuk perempuan muda yang ingin cepat berhasil. Kita tidak bisa meraih kesuksesan dengan serba cepat, kita harus menjalani proses dengan sungguh-sungguh.
Membangun Kepercayaan Penonton
Penonton akan merasakan satu hal saat menonton konten Ria SW, adalah keasliannya. Ia tidak mengatakan suatu makanan rsasanya enak kalau aslinya biasa saja, dan ia selalu mengatakan apakah makanan itu cocok atau tidak dengan selera lidahnya. Sehingga, cara ia berbicara terasa akrab, jujur, dan menyenangkan. Ciri khas itulah yang membedakan Ria SW dari banyaknya food vlogger lainnya. Cara Ria SW me-review dengan jujur dan terbuka membuat penontonnya tidak hanya menikmati kontennya, tetapi juga mendapat informasi yang benar-benar berguna.
Saat banyak drama dan konflik memenuhi media sosial, Ria SW memilih untuk tetap tenang, konsisten menjalani pilihannya, dan tetap menjadi dirinya sendiri. Dari hal itu, tidak mengherankan jika ia mendapat julukan sebagai salah satu kreator yang hampir tidak memiliki haters. Sehingga pada tahun 2022, para pengguna Twitter yang sekarang menyebutnya sebagai X, memilih Ria SW sebagai food vlogger terbaik melalui polling. Bukan karena kontennya yang viral atau memiliki konten yang paling menarik, tetapi karena para penonton memercayainya. Ria SW menunjukkan kepercayaan itu melalui konsisten dan kejujurannya, bukan dari trik algoritma.
Bahkan dari cara Ria SW menjaga privasinya pun sangat unik. Ia menyebut bahwa dirinnya berasal dari “planet Zizya”, cara kreatif untuk mengingatkan dirinya untuk tidak terlalu kepo dengan urusan orang lain, dan juga menjaga batasan antara konten yang ia buat dan bagikan dengan kehidupan pribadinya. Di tengah era media sosial yang serba terbukan ini, memilih apa yang ingin kita bagikan adalah bentuk kemandirian tersendiri, dan seorang Ria SW melakukan hal itu dengan anggun.
Kemandirian di Dunia Kuliner Digital
Masyarakat masih sering menyuarakan sebuah narasi lama, yaitu bahwa perempuan yang terjun ke dunia kuliner berarti sedang menjalani ”peran mereka”. Namun, seorang Ria SW membalikkan pandangan narasi tersebut. Menurutnya, dunia kuliner tidak hanya mengikat perempuan pada urusan rumah tangga saja, tetapi juga ruang untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman baru. Ria SW menjelajahi berbagai sudut negara mulai dari Malaysia, Singapura, Jepang, bahkan sampai Korea Selatan melalui kuliner dengan kontennya yang khas, yaitu ”Menggila di…”
Kemandirian dari seorang Ria SW tidak hanya berhenti di YouTube. Pada tahun 2018, ia sempat menulis dan menerbitkan buku yang berjudul Off The Record. Sebuah karya yang mewujudkan impian lamannya. Buku ini berisi cerita di balik petualangan kulinernya, lengkap dengan ilustrasi unik yang Ria SW buat sendiri. Ria SW juga bekerja sama dengan kafe Omija untuk mengembangkan rangkaian street snack Korea. Hal ini menunjukkan bahwa kreator digital juga bisa berkontribusi dalam ekonomi yang kreatif dan nyata. Ria SW tidak menyesuaikan diri dengan tren, tetapi tren yang akhirnya bergerak mendekatinya.
Kisah dari Ria SW mengajarkan suatu hal sederhana yang sering kita lupakan, perempuan tidak perlu mengikuti standar orang lain untuk bisa mencapai kesuksesan. Dari sebuah konten kuliner dan perjalanan yang biasa sampai mendapatkan jutaan penonton, dari seorang pekerja di bidang industri kreatif, sampai menjadi penulis dan membuat konten mandiri, Ria SW menunjukkan bahwa kecintaan pada hal yang sederhana, jika kita jalani dengan sungguh-sungguh dan konsisten, maka dapat menjadi sumber kekuatan yang laur biasa. Sehingga, tulisan ini ingin menyampaikan pesan bahwa, di tengah era digital yang terus berkembang dan mendorong seseorang untuk mengikuti standar orang lain, tetaplah jadi diri sendiri, karena hal itu merupakan bentuk dari keberanian dan penuh makna.[]

