Menjadi perempuan sering kali hidup berdampingan dengan berbagai standar yang terus berubah. Sejak kecil, perempuan sudah mengenal banyak aturan yang mengatur cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap. Orang tua sering mengajarkan anak perempuan menjadi pribadi yang sopan, lembut, dan penurut. Ketika memasuki masa remaja, standar yang harus memenuhi mereka semakin bertambah. Masyarakat mulai menuntut perempuan terkait penampilan, bentuk tubuh, cara bergaul, hingga pencapaian akademik.
Seiring bertambahnya usia, tuntutan tersebut tidak berkurang, melainkan semakin banyak. Zaman menuntut perempuan untuk memiliki pendidikan yang baik, pekerjaan yang mapan, serta mendesak mereka memiliki kehidupan pribadi yang ideal di mata publik. Berbagai tuntutan ini membuat banyak perempuan merasa harus selalu memenuhi harapan orang lain agar mendapat pengakuan dan penerimaan dari lingkungan sekitar. Padahal, tidak semua perempuan memiliki latar belakang, kemampuan, dan pilihan hidup yang sama.
Standar Sosial
Standar sosial terhadap perempuan muncul hampir di setiap tahap kehidupan. Ketika masih menjadi pelajar, perempuan sering mendapat tekanan untuk memiliki nilai yang baik dan menunjukkan perilaku yang harus sesuai dengan norma masyarakat. Setelah memasuki dunia perkuliahan, standar tersebut berkembang menjadi tuntutan untuk aktif berorganisasi, memiliki prestasi akademik, dan mulai merencanakan masa depan. Ketika memasuki usia dewasa, muncul tuntutan baru yang berkaitan dengan pekerjaan dan pernikahan.
Banyak perempuan yang harus menghadapi pertanyaan seperti “kapan lulus?”, “kapan bekerja?”, atau “kapan menikah?”. Pertanyaan tersebut sering menganggap biasa, tetapi bagi sebagian perempuan, hal itu dapat menjadi tekanan yang cukup besar. Tidak jarang perempuan merasa serba salah dalam mengambil keputusan. Saat memilih fokus pada pendidikan atau karier, sebagian orang menganggap mereka terlalu ambisius.
Namun, ketika memilih membangun keluarga lebih dahulu, ada pula yang menilai bahwa mereka kurang memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Situasi ini menunjukkan bahwa perempuan sering berada dalam posisi yang sulit karena apa pun pilihannya, selalu ada penilaian dari masyarakat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa norma sosial sering kali tidak memberikan ruang yang cukup bagi perempuan menentukan jalannya sendiri.
Media Sosial dan Budaya Perbandingan
Perkembangan teknologi dan media sosial turut memperkuat berbagai standar yang ada di masyarakat. Saat ini, perempuan dapat dengan mudah melihat kehidupan orang lain hanya melalui layar ponsel. Berbagai unggahan yang menampilkan pencapaian, penampilan menarik, gaya hidup mewah, hingga hubungan yang tampak sempurna hadir setiap hari. Kondisi ini sering menimbulkan budaya perbandingan. Tanpa menyadari, banyak perempuan mulai membandingkan dirinya dengan orang lain.
Mereka merasa kurang cantik, kurang produktif, atau kurang sukses karena melihat apa yang orang lain tampilkan di media sosial. Padahal, apa yang kita lihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Di era media sosial, perempuan tidak hanya menghadapi penilaian dari lingkungan sekitar, tetapi juga berbagai standar yang muncul melalui layar ponsel setiap hari. Berbagai unggahan tentang kecantikan, kesuksesan, dan gaya hidup yang tampak sempurna sering kali membuat perempuan membandingkan dirinya dengan orang lain.
Tanpa mereka sadari, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan perasaan kurang percaya diri dan merasa bahwa dirinya belum cukup baik. Padahal, setiap perempuan memiliki latar belakang, kemampuan, dan proses kehidupan yang berbeda sehingga tidak seharusnya mengukur diri berdasarkan kehidupan orang lain yang terlihat di media sosial. Media sosial juga menciptakan anggapan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna. Mereka harus terlihat cantik, produktif, bahagia, dan sukses dalam waktu yang bersamaan.
Akibatnya, banyak perempuan merasa tidak pernah cukup dengan dirinya sendiri. Mereka terus mengejar standar baru tanpa sempat menghargai pencapaian yang telah mereka raih. Jika kondisi ini terus berlangsung, perempuan dapat kehilangan rasa percaya diri dan lebih fokus pada penilaian orang lain daripada kebutuhan dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dan tidak dapat membandingkannya secara sederhana melalui media sosial.
Menentukan Makna Sukses
Di tengah banyaknya standar yang berkembang di masyarakat, perempuan perlu memiliki keberanian untuk menentukan makna sukses menurut versinya sendiri. Tidak semua perempuan harus memiliki jalan hidup yang sama. Ada yang memilih melanjutkan pendidikan, ada yang fokus membangun karier, ada yang memilih menjadi ibu rumah tangga, dan ada pula yang menjalankan beberapa peran sekaligus.
Semua pilihan tersebut memiliki nilai yang sama pentingnya selama perempuan mendasarkannya pada keinginan dan pertimbangan pribadi. Keberhasilan tidak seharusnya mengukur hanya dari standar yang masyarakat tetapkan. Setiap perempuan berhak menentukan tujuan hidup, impian, dan kebahagiaannya sendiri. Pandangan serupa juga sering menyuarakan oleh UN Women Asia dan pasifik yang mendorong terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Kesetaraan tersebut tidak hanya berkaitan dengan hak, tetapi juga kebebasan untuk menentukan pilihan hidup tanpa tekanan dari berbagai standar sosial. Pada akhirnya, standar terhadap perempuan mungkin akan terus ada dan berkembang seiring perubahan zaman. Namun, perempuan tidak harus menghabiskan hidupnya untuk memenuhi semua tuntutan tersebut. Yang lebih penting adalah mengenali diri sendiri, menghargai proses yang sedang mereka jalani, serta memahami bahwa penilain masyarakat tidak menentukan nilai seorang perempuan.
Masyarakat tidak perlu melihat perempuan menjadi sempurna untuk menganggapnya berharga. Mereka cukup menjadi dirinya sendiri, menjalani hidup sesuai pilihan yang mereka yakini, dan tidak membiarkan standar sosial menentukan seluruh arah kehidupannya. Dengan cara itulah perempuan dapat hidup lebih bebas dari tekanan dan lebih dekat dengan kebahagiaan yang sesungguhnya.[]

