Menyoal Buku “Buat Apa Menikah?”: Membaca Ulang Makna Pernikahan

Apakah kita akan bahagia jika menikahi orang yang kita cintai? Sebagian orang mungkin menjawab “ya bahagia”. Namun jawaban itu tidak muncul dalam sebuah obrolan buku Serambi Kata, Jumat, 24 Juli 2026. Hal ini mengingatkan saya akan teori ilmu ekonomi dasar tentang kebutuhan manusia yang beragam di antaranya yakni kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Dua kebutuhan…

Baca Lengkapnya

Pernikahan Bukan Sekadar Tentang Usia

Di tengah masyarakat Indonesia, pertanyaan “kapan menikah?” masih sering muncul, terutama kepada perempuan yang telah memasuki usia 20-an. Banyak orang menjadikan usia sebagai patokan utama untuk menilai kesiapan seseorang memasuki jenjang pernikahan. Mereka kerap menganggap perempuan yang belum menikah pada usia tertentu terlalu memilih pasangan, terlalu fokus pada karier, atau terlambat menjalani kehidupan. Padahal, pernikahan…

Baca Lengkapnya
Marriage is Scary

Perempuan dan Bayangan Marriage is Scary

Zaman sekarang, marak isu mengenai marriage is scary. Banyak perempuan memutuskan untuk tidak menikah karena takut dengan kehidupan rumah tangga. Mereka takut mendapat laki-laki tukang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tidak menafkahi, terlebih lagi laki-laki patriarki. Banyak perempuan rela untuk tidak atau menunda menikah demi mendapatkan laki-laki mumpuni. Isu tersebut sebenarnya wajar saja, terlebih masih…

Baca Lengkapnya