Pena Kartini di Tangan Gen Z: Tantangan Keadilan Gender

Goresan demi goresan tinta pena termaktubkan dalam kertas yang awalnya bersih. Seorang perempuan yang tangguh sedang memperjuangkan kemerdekaan kaumnya lewat pena. Merajut mimpi yang tampak mustahil dengan membawa suara-suara dan harapan-harapan, serta menjunjung tinggi hak hak perempuan selama ini terrendahkan. Perjuangan R.A. Kartini melalui pena dan kertasnya tidak boleh berhenti begitu saja. Kita, sebagai Kartini…

Baca Lengkapnya

Menggugat Janji Kebebasan Kartini di Balik Layar Ponsel

Ketika berita mengenai belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang melakukan pelecehan verbal massal mencuat, salah satu komentar di media sosial menyahut enteng. “Namanya juga grup laki-laki, pasti isinya bercandaan begitu, kenapa juga mahasiswinya sampai tahu?”. Adegan tersebut awalnya terasa seperti riak kecil di internet, sebelum akhirnya kita menyadari bahwa kasus ini melibatkan banyak korban,…

Baca Lengkapnya

Ibuisme Kartini dan Sastra

Kartini seorang perempuan Jawa penikmat bacaan sastra. Dan, juga perempuan ningrat Jawa yang gemar membaca berbagai buku-buku sastra mempengaruhi pemikirannya terhadap masalah yang menimpa kaum perempuan. Kita terlanjur mengerti, bahwa ia adalah perempuan paling masyhur bagi gerakan pembaharuan perempuan pribumi terhadap pelarangan dunia pendidikan kaum perempuan. Oleh karena itu, meski kita sudah lepas dari belengu…

Baca Lengkapnya

Berkebaya di Hari Kartini

Berkebaya di Hari Kartini seolah telah menjadi kewajiban bagi perempuan dengan tujuan memperingati jasa-jasa emansipasi Kartini. Tidak sedikit perempuan yang menyiapkan kebaya terbaik untuk memperingati hari kesetaraan perempuan tersebut. Tidak jarang pula yang rela membeli kebaya baru setiap tanggal 21 April. Momen peringatan Hari Kartini agaknya menjadi ajang pertunjukkan busana kebaya bagi perempuan. Mereka berlomba-lomba…

Baca Lengkapnya