Masih Soal Dapur

“Perempuan sekolah tinggi ngapain? Ujung-ujungnya juga di dapur.” Kalimat seperti ini mungkin terdengar kuno, tetapi faktanya masih sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Ada yang mengucapkannya sebagai candaan, ada pula yang benar-benar meyakininya. Di balik kalimat tersebut, sebagian masyarakat menganggap pendidikan tinggi lebih penting bagi laki-laki, sedangkan perempuan pada akhirnya hanya akan menjalankan peran domestik sebagai…

Baca Lengkapnya

Standar Ganda di Balik Aroma Dapur

Di bawah pancaran lampu sorot sebuah restoran mewah bertaraf internasional, dapur restoran itu tampak seperti sebuah teater pertunjukan yang megah. Seorang pria mengenakan seragam putih bersih dan topi tinggi yang kaku. Dengan ketelitian layaknya seorang dokter bedah, ia menata setetes saus di atas piring porselen. Setiap gerakannya memancing decak kagum para tamu. Di ruang dapur…

Baca Lengkapnya

Kompor Bukan Kodrat

Ada ironi yang sangat mencolok dalam cara kita memandang dapur. Ketika seorang pria membawa piring masakan buatan sendiri ke meja makan, seisi ruangan serempak kagum. Namun ketika seorang perempuan mengaku tidak pandai memasak, desis penilaian langsung mengudara pertanyaan basa-basi berubah jadi sidang kecil. “Gimana nanti urus suami?” seolah-olah kompor adalah takdir yang hanya berlaku satu…

Baca Lengkapnya

Sarjana Perempuan di Balik Dapur

Sarjana perempuan sering terpandang sebagai simbol kemajuan pendidikan dan kesetaraan gender di masyarakat modern. Gelar akademik yang mereka raih melalui proses panjang seharusnya membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan kemandirian dalam mengambil keputusan. Hal ini menjadikan perempuan…

Baca Lengkapnya