Seiring berjalannya waktu lingkungan yang kita tinggali ini mengalami banyak kerusakan ataupun pencemaran yang oleh ulah manusia maupun oleh alam sebabkan. Pencemaran lingkungan bisa terbedakan menjadi tiga yaitu pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah.
Pencemaran air di Indonesia sangatlah parah, banyak sumber air yang terkontaminasi polutan seperti sampah plastik, logam berat, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Kebanyakan penyebab dari kerusakan itu adalah dari ulah manusia sendiri.
Masyarakat di Indonesia belum memiliki kesadaran mengolah sampah dengan baik. Kebanyakan dari mereka masih membuang sampah ke sungai, tanah lapang, ataupun mereka bakar, tanpa memikirkan dampaknya. Selain masyarakatnya yang belum memiliki pengetahuan pengolahan sampah dengan baik, pemerintah Indonesia juga belum optimal dalam mengatasi permasalahan limbah sampah.
Padahal dampak dari pembuangan sampah sembarangan itu sudah jelas mereka rasakan. Contohnya saja saat datangnya musim hujan, pasti sungai yang biasanya mereka gunakan untuk membuang sampah akan banjir. Tanah yang mereka gunakan untuk membuang atau menimbun sampah pasti akan menghasilkan bau yang tidak sedap, dan juga pembuangan sampah di tanah akan membuat kesuburan tanah berkurang.
Permasalahan Sampah
Permasalahan sampah ini tidak ada hentinya jika kita bicarakan. Hal ini tersebabkan oleh sumber daya manusia yang kurang bagus. Mereka masih belum mengerti bagaimana mengatasi permasalahan sampah. Pun pemerintah yang belum mencanangkan tindakan yang benar-benar bisa menghentikan laju permasalahan sampah.
Di tengah masyarakat dan pemerintah yang belum optimal dalam pengelolaan sampah, muncul sekolompok pemuda dari Bandung. Mereka menamai dengan nama Pandawara Grup, yang beranggotakan Ridhwan, Rofiq, Fauzi, Gilang, dan Rifqi. Nama Pandawara sendiri mempunyai makna, yaitu gabungan dari dua kata Sunda, Pandawa berarti lima dan wara yang berarti kabar baik, artinya sebagai lima pembawa kabar baik.
Awalnya, mereka hanya membersihkan sungai tempat mereka tinggal lalu mereka dokumentasikan dan mengunggahnya ke media sosial. Namun ternyata video tersebut viral dan menginspirasi banyak orang. Pandawara mulai sering mengunggah video kegiatan bersih-bersih sungai di banyak tempat. Mereka bukanlah anak pejabat, bukan orang kaya, bukan juga orang berpengaruh besar sebelumnya, tapi mereka punya semangat luar biasa untuk menjaga lingkungan.
Pandawara Grup melakukan aksi tersebut terlatarbelakangi oleh keresahan mengenai daerah rumah mereka yang selalu terdampak banjir setiap musim hujan datang. Mereka menelusuri apa yang membuat daerah tersebut banjir, dan ternyata tersebabkan oleh limbah sampah yang menumpuk di sungai. Dengan begitu sungai tidak bisa mengalir dengan baik, dari situlah Pandawara Grup mulai membersihkan sampah-sampah di sungai sekitar.
Hal yang membuat masyarakat respect kepada Pandawara adalah karena mereka bukan hanya memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan saja, tapi mereka langsung mencontohkan dengan datang langsung membersihkan sungai. Setiap mereka selesai membersihkan sungai hasilnya pasti akan langsung terlihat, dari sungai yang tertutup dengan sampah-sampah menjadi bersih. Jadi masyarakat tidak hanya mendengarnya lalu lupa, tetapi pasti ada hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, yang masyarakat contoh dari aksi Pandawara.
Memanfaatkan Media Sosial
Pandawara juga sukses memanfaatkan media sosial sebagai alat perubahan yang positif. Biasanya saat kita membuka media sosial yang akan muncul di beranda adalah konten tentang gosip artis, hiburan-hiburan, atau konten lucu-lucuan. Pandawara membuktikan bahwa media sosial juga bisa menjadi tempat untuk menyebarkan inspirasi.
Melalui video yang Pandawara unggah masyarakat tahu pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan banyak anak muda mengikuti aksi mereka engan membersihkan lingkungan. Karena aksi heroik mereka, masyarakat mengapresiasi dan juga memberikan dukungan. Dengan itu, membuat Pandawara Grup sering mengadakan kegiatan membersihkan sampah mengajak seluruh masyarakat, organisasi, dan pemerintahan.
Contoh kolaborasi antara Pandawara, masyarakat, komunitas pencinta lingkungan, dan pemerintah yaitu ketika Pandawara membersihkan pantai terkotor di Indonesia, yakni pantai Sukaraja di Lampung. Kegiatan tersebut banyak melibatkan masyarakat, aktivis lingkungan, dan juga pemerintah daerah Lampung. Aksi tersebut membuat banyak masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan di sekitarnya.
Wujud Tantangan
Walaupun kegiatan Pandawara terdengar menyenangkan dan mudah, banyak sekali tantangan yang mereka hadapi untuk mewujudkan lingkungan bersih. Salah satu tantangannya yaitu jumlah sampah yang terlampau banyak. Di beberapa tempat masyarakatnya masih belum mengerti pentingnya menjaga lingkungan. Dengan begitu, setelah Pandawara membersihkan tempat itu tak lama masyarakat membuang sampah lagi di situ.
Selain tantangan jumlah sampah yang banyak dan kesadaran masyarakatn, Pandawara juga mengalami tantangan di pendanaan. Saat awal-awal membuat konten, mereka masih menggunakan dana pribadi untuk kegiatan bersih-bersih. Namun sekarang dengan banyaknya dukungan, Pandawara mendapatkan bantuan pendanaan dari masyarakat melalui donasi maupun dari pemerintah dan sponsor.
Dari Pandawara Grup kita bisa mengambil banyak pelajaran yaitu jangan tunggu orang lain untuk memulai, tapi mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu. Gunakan media sosial sebagai tempat untuk mencari maupun memberikan inspirasi, bukan hanya untuk bermalas malasan saja. Aksi nyata lebih penting alih-alih dengan banyak omong.
Pandawara Grup adalah contoh nyata bahwa perubahan berat termulai dari hal-hal kecil. Pandawara bukanlah superhero, mereka hanya lima anak yang peduli terhadap lingkungannya. Dengan aksi mereka banyak sekali tempat-tempat di Indonesia yang menjadi lebih bersih, dan dengan aksi mereka itu banyak sekali masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya menjaga dan melindungi lingkungan tempat tinggalnya.
Lingkungan bukan hanya milik pemerintah, bukan juga milik aktivis lingkungan, tapi milik kita semua. Oleh karena itu, tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan melindungi lingkungan bukan hanya untuk pemerintah dan aktivis saja, melainkan tanggung jawab untuk kita semua yang tinggal di lingkungan tersebut. Karena menjaga bumi itu kewajiban bukan pilihan, jika bukan kita yang jaga, siapa lagi? Dan, kalau bukan sekarang, kapan lagi?[]

