Perempuan Kuliah

Saya Melihat Mereka Berjuang: Di Balik Kisah Bangku Kuliah Perempuan

Saya tidak pernah mempertanyakan mengapa saya kuliah. Sejak awal, itu sudah terkesan sebagai bagian dari hidup saya. Sebuah kelanjutan yang wajar setelah lulus sekolah. Namun, ketika saya mulai memperhatikan kisah-kisah orang di sekitar, terutama para mahasiswa perempuan, saya menyadari bahwa perjalanan menuju bangku kuliah tidak pernah sesederhana itu bagi semua orang. Saya melihat mereka datang…

Baca Lengkapnya

Nadin Amizah: Perlawanan Sunyi Musik Indie

Sumber Gambar: yoursay.suara.com Di tengah gegap gempita industri musik Indonesia yang kerap terdominasi arus utama (mainstream), sosok Nadin Amizah hadir sebagai napas segar yang menawarkan sesuatu berbeda. Melalui karya-karyanya yang sarat makna, perempuan muda ini menghadirkan perlawanan sunyi tapi berdaya ledak kuat. Musiknya tidak bising, tidak penuh teriakan, melainkan berbisik pelan, mengajak pendengarnya masuk ke…

Baca Lengkapnya

Semarak Hari Santri Nasional 2023, UIN RM Said Surakarta Adakan ‘Pesantren Expo Se-Solo Raya’

Nisa.co.id – Menjelang Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2023, UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Pesantren Expo Se-Solo Raya. Acara tersebut terselenggara selama empat hari sepanjang 19-22 Oktober 2023. Acara ini akan menggandeng 41 Pondok Pesantren se-Solo Raya dari Sukoharjo, Kota Surakarta, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Karanganyar. Para ponies tersebut akan berpartisipasi sekaligus…

Baca Lengkapnya

Dua Dunia, Satu Peran: Impresi Roleplay pada Mental Remaja Perempuan

Remaja perempuan di era digital hari ini banyak memanfaatkan media sosial sebagai sarana hiburan sekaligus eksplorasi. Saat ini banyak remaja perempuan yang hidup di dua dunia yang berbeda tetapi saling berhubungan: dunia maya dan nyata (kehidupan sehari-hari). Pengertian ini orang-orang mengenalnya dengan sebutan roleplay. Roleplay adalah suatu kegiatan di mana seseorang memerankan peran lain baik…

Baca Lengkapnya

Perempuan, Ruang Digital, dan Radikalisme Kapitalis

Era digital telah membuka peluang yang luas bagi perempuan untuk hadir dan berkontribusi di berbagai ruang sosial, politik, dan ekonomi. Media sosial, platform daring, hingga ruang-ruang komunitas digital menjadi arena baru bagi perempuan untuk bersuara, berkarya, dan memperjuangkan hak-haknya.  Namun, di balik keterbukaan ini, terdapat ancaman tersembunyi yang tak kalah serius: radikalisme kapitalis—sebuah bentuk eksploitasi perempuan…

Baca Lengkapnya

Rasimah Ismail: Penentang Kolonialis dari Minangkabau

Rasimah Ismail menjadi salah satu tokoh perempuan yang memberontak dan menentang kolonialisme Belanda di wilayah Sumatera Barat. Perempuan yang lahir pada tahun 1912 di Jambu Air, Fort de Kock (sekarang Bukittinggi) adalah etek (bibi) dari penyair flamboyan Taufik Ismail. Ketika usia 7 tahun, Rasimah masuk ke Volkschool (Sekolah Desa). Setamat dari Sekolah Desa, Rasimah melanjutkan…

Baca Lengkapnya

Memanen Hikmah Anak

Sumber Gambar: freepik.com Seseorang yang, sedari kecil, memiliki segumpal impian itu bernama anak. Di sekolah, mereka terminta mengisahkan impiannya kelak. Setyaningsih dalam Bermula Buku, Berakhir Telepon (2016) mendaraskan definisi, barangkali seseorang yang tak memiliki impian, ia tak pernah merasa menjadi manusia penuh pengharapan sekaligus keputusasaan. Fase kanak-kanak pernah terlewati setiap orang. Segala imajinasi, rasa penasaran, hingga ketakjuban…

Baca Lengkapnya
Pengabdian kepada Masyarakat

Ibu-Ibu PKK Sukoharjo Sulap Bonggol Pisang Jadi Produk Unggulan Berbasis Kearifan Lokal

Sukoharjo – Peran perempuan dalam membangun ekonomi keluarga dan pengelolaan potensi desa terus digalakkan di Kabupaten Sukoharjo. Komitmen pemberdayaan ini menjadi dasar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh LPPM UIN Raden Mas Said Surakarta gagas bertajuk “Manajemen Branding Berbasis Kearifan Lokal pada Produk Karya Ibu-Ibu PKK Kabupaten Sukoharjo” pada Minggu (02/11). Kegiatan ini mendorong para perempuan desa…

Baca Lengkapnya
Marsinah

Marsinah: Simbol Perlawanan Perempuan

Ketika membicarakan tentang sejarah perjuangan buruh dan hak asasi manusia di Indonesia, nama Marsinah tidak dapat terpisahkan. Ia bukan hanya sekadar seorang buruh perempuan, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan represi negara. Tragedi yang menimpanya pada tahun 1993 menjadi titik balik dalam menyadarkan publik tentang kerasnya sistem ketenagakerjaan, lemahnya perlindungan terhadap buruh, serta…

Baca Lengkapnya

Menjaga Kesadaran di Hari Ketujuh: Belajar HIV dan AIDS bersama Gina Afriani

Cirebon – Sudah sepekan, rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan menjelma menjadi ruang pertemuan, percakapan, dan keseruan. Di palagan kesadaran itu, Ulya Mukarromah dari Paham Perempuan menjembatani sorotan peserta kepada Gina Afriani. Merangkai pengetahuan dan pengalaman, seolah membentangkan titian bagi siapapun ingin melintasi jurang ketidaktahuan tentang pencegahan AIDS pada Senin, 01 Desember 2025. Pusat…

Baca Lengkapnya