Pemikiran Pascakolonial: Ketika Bule Menjadi Trofi Status Sosial di Indonesia

Pemikiran pascakolonial masih memengaruhi cara sebagian masyarakat Indonesia memandang hubungan romantis, kecantikan, dan status sosial. Saya menyadari hal itu ketika membaca sebuah komentar di TikTok yang berbunyi, “Kak, pokoknya kamu harus sama bule.” Komentar tersebut memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting: mengapa harus bule? Mengapa banyak orang masih menganggap identitas Barat sebagai nilai tambah dalam sebuah…

Baca Lengkapnya

Senyap di Balik Senyum dan Suara yang Tak Terdengar

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, ada seorang perempuan yang hidup dengan senyum yang dia kenakan sebagai topeng. Sekilas, dia tampak seperti perempuan kuat, selalu tertawa, selalu membantu orang lain, selalu terlihat mampu menghadapi semuanya. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik keceriaannya, ada suara senyap bergetar yang terus berbisik di dalam hatinya. Suara itu…

Baca Lengkapnya

Stella Christie: Dari Akademisi Menuju Kepemimpinan Pendidikan Tinggi

Sumber Gambar: blitarkawentar.jawapos.com Perhatian publik kini terpusatkan dengan kemunculan wakil menteri perempuan yang memiliki gaya khas dalam berbicara dan penampilannya. Ia bernama Stella Christie. Beliau mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Jabatannya sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia. Perempuan berkacamata ini lahir di Medan pada 11 Januari…

Baca Lengkapnya

Reset Indonesia: Membaca Ulang Luka, Harapan, dan Jalan Pulang

Bondit, seorang raper yang juga ayah dari dua anak, membuka jalan diskusi malam itu dengan sebuah puisi. Judulnya sama dengan buku yang hendak terbedah, Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru (2025). Suaranya yang berat tapi lembut, berpadu ritme yang seperti mengetuk-ngetuk kesadaran peserta. Ia tidak hanya mengucapkan kata-kata, ia mengajak para pembicara, Farid Gaban dan…

Baca Lengkapnya

Perempuan, Ayah, dan Label Fatherless

Warganet ramai memperbincangkan istilah fatherless generasi saat ini kerap menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan berbagai persoalan yang anak perempuan alami. Ketika seorang perempuan memiliki rasa percaya diri yang rendah, sulit membangun hubungan, atau menunjukkan perilaku tertentu, tidak sedikit orang yang langsung mengaitkannya dengan ketiadaan figur ayah dalam hidupnya. Label ini seolah menjadi jawaban paling mudah…

Baca Lengkapnya

Paradigma Pembangunan Mengabaikan Perempuan (Isu Perempuan di Kepulauan Karimunjawa)

Sumber Gambar: greennetwork.id Pembangunan ekonomi di Indonesia sering kali mengabaikan perempuan sebagai subjek aktif dalam pengelolaan lingkungan dan ekonomi. Ketidaksetaraan gender dalam paradigma pembangunan telah menciptakan ketimpangan yang merugikan perempuan dan lingkungan. Dominasi laki-laki dalam kebijakan pembangunan menyebabkan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, dengan dampak yang sangat terasa di wilayah-wilayah konservasi seperti Kepulauan…

Baca Lengkapnya

Menjaga Suasana Hati saat PMS

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa ingin marah atau menangis tanpa alasan yang jelas dalam beberapa hari sebelum menstruasi? Jika iya, Anda tidak sendirian. Perubahan suasana hati alias bad mood yang drastis merupakan salah atu gejala paling umum dari Premenstrual Syndrome (PMS) dan oleh banyak  perempuan alami setiap bulannya. Perubahan suasana hati ini karena naik turunnya hormon estrogen dan progesteron yang…

Baca Lengkapnya

Keluarga: Perihal Gender dan Kesadaran

Dalam sebuah acara, Dr. Layyin Mahfiana, dosen saya di Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta pernah berkata, “Saya seorang perempuan, pekerjaan saya sebagai dosen, namun saya juga seorang ibu di keluarga saya.” Ucapan pendek itu memuat tafsir luas manakala ingin dipanjang-lebarkan. Kalimat itu pendek dan sederhana namun sarat akan makna. Sebagai pengajar mata kuliah…

Baca Lengkapnya

Menerka Anggapan Ketabuan Seksualitas

Seksualitas di ranah publik masih menjadi anggapan tabu untuk perbincangan. Akibatnya, tidak banyak yang mengerti dan menerka apa itu seksualitas. Perlu paham mendasar bahwa seks dan seksualitas itu berbeda. Seks adalah given, kodrat/sesuatu yang pada hakikatnya setiap orang miliki. Sedangkan seksualitas adalah konstruksi sosial budaya yang cakupannya meliputi aspek fisik, psikis, kepercayaan, tradisi, emosional, dan…

Baca Lengkapnya

Bukan Sekadar Peran: Menikmati Ruang tanpa Ekspektasi

Saya percaya bahwa setiap dari kita adalah seorang penampil yang terampil. Bukan penampil dalam arti orang yang berdiri di atas panggung dan memainkan sebuah peran, melainkan seseorang yang, secara sadar ataupun tidak, terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan keadaan. Kita belajar membaca situasi, mengenali siapa yang sedang berada di hadapan kita, lalu menampilkan versi diri yang…

Baca Lengkapnya

Bicara Inovasi Bisnis di Talkshow Pesantren Expo 2023 Bersama Branch Manager CIMB Niaga dan Ketua HEBITREN

Nisa.co.id – Talkshow Bisnis Pesantren yang dihadiri ratusan santri pada Sabtu (21/10) menjadi serangkaian event dari Semarak Pesantren Expo UIN Raden Mas Said Surakarta terhitung sejak 19-22 Oktober nanti. Tema dalam Talkshow bisnis pesantren tersebut mengangkat mengenai “Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam Pengembangan Bisnis Pesantren”. Acara yang mengundang dua narasumber, Rusmiati sebagai Branch Manager CIMB…

Baca Lengkapnya
Sumber gambar: Kompas.com

Nyi Ageng Serang: Sosok Bu Nyai Pemimpin Perang

Sosok Nyi Ageng Serang bagi sebagian orang memang tidak asing. Terlebih ketika melihat kiprah perjuangan beliau yang begitu mengharukan dan mengharumkan. Pahlawan nasional dari Purwodadi Jawa Tengah ini memiliki nama asli Raden Ajeng (RA) Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi. Nyai Ageng merupakan putri dari Pangeran Natapraja penguasa daerah Serang (saat ini Purwodadi) sekaligus panglima perang Sultan…

Baca Lengkapnya

Girls Lead the Class: Pendidikan itu Power

Di era sekarang, peran perempuan dalam dunia pendidikan semakin menonjol dan tidak bisa teranggap remeh. Kalau dulu masih ada anggapan bahwa sekolah tinggi itu hanya prioritas laki-laki, kini paradigma itu sudah banyak berubah. Perempuan hadir bukan sekadar pengikut, tetapi pemimpin di kelas, inspirasi di kampus, hingga penggerak perubahan di masyarakat. Ungkapan “Girls Lead the Class”…

Baca Lengkapnya

Toxic Positivity Berkedok Peduli yang Merusak Mental Mahasiswa

Kuliah itu berat. Ia bukan lagi sekadar perihal goresan tinta di atas kertas, melainkan bagaimana cara kita mengemban tanggung jawab yang telah kita pilih sendiri. Menjalani hari-hari sebagai mahasiswa selalu penuh rintangan dan itu tidak pernah mudah. Tumpukan deadline tugas sering kali datang beruntun tanpa ampun. Apalagi seiring bertambahnya semester, tugas bukan lagi sekadar menyusun makalah biasa….

Baca Lengkapnya

Berdandan: Usaha Memulihkan, Merawat Diri

Sumber Gambar: devymua.com Beberapa tahun terakhir, make up (berdandan) telah berkembang menjadi lebih dari sekadar aktivitas mempercantik wajah. Bagi perempuan generasi Z, berdandan bukan lagi hanya tentang memperindah penampilan saja, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas self-care (merawat diri) dan proses healing (pemulihan) di tengah kesibukan yang semakin kompleks. Melalui berdandan, perempuan tidak hanya belajar…

Baca Lengkapnya