Derajat Sama, Beban tak Pernah Setara

Sejak kecil, banyak perempuan sudah akrab dengan kalimat, “perempuan itu tempatnya di dapur”. Kalimat tersebut terulang-ulang seolah menjadi hukum alam. Ironisnya, ketika perempuan itu tumbuh dewasa, pertanyaan yang datang justru berubah “sudah kerja belum?”. Di sisnilah letak kontradiksi sosial yang sering luput kita sadari. Perempuan mendapat kewajiban masuk dapur, pun tertuntut bekerja. Sementara laki-laki, sejak…

Baca Lengkapnya

Jika Takdir Mengizinkan Kita Bertemu Kembali

Ada hari-hari ketika aku terlihat baik-baik saja. Aku menjalani hidup seperti perempuan lain tersenyum, bercanda, dan sibuk dengan urusan dunia. Namun, hanya aku yang tahu betapa sering hatiku diam-diam menyebut namamu. Bukan dengan suara, bukan pula dengan tulisan, melainkan dengan perasaan yang menekan pelan tapi terus-menerus, seperti ombak kecil yang tak pernah berhenti menghantam pantai….

Baca Lengkapnya

Membedah Kata “Nyambung” dalam Perspektif Gender

Tulisan ini lahir dari sebuah keresahan kecil yang muncul justru di tengah suasana liburan akhir bulan lalu. Momen tersebut terjadi dalam beberapa perbincangan santai bersama sejumlah rekan perempuan di Surakarta. Penulis berulang kali memancing perdebatan dalam banyak sudut pandang relasional cinta, hingga kemudian lahir anggapan dari sudut pandang perempuan. Bahwa kemampuan nyambung atau tidaknya seorang…

Baca Lengkapnya

Membentengi Remaja dari Radikalisme melalui Nilai-nilai Moderasi Beragama

Di zaman sekarang menjadi remaja rasanya mudah terbawa arus zaman. Informasi datang dari mana saja misalnya TikTok, Instagram, YouTube, sampai pesan WhatsaApp yang isinya kadang lebih menakutkan dari berita aslinya. Belum lagi, banyak konten yang membicarakan agama tapi bahasanya meledak-ledak, seakan hanya mereka yang paling paham kebenaran. Dari sinilah radikalisme dan ekstremisme bisa masuk pelan-pelan…

Baca Lengkapnya

Broken Strings: saat Senar Hidup tak Lagi Sempurna, tapi Tetap Bersuara

Ada luka yang tak berdarah, tapi sakitnya lebih awet daripada bekas sayatan di kulit. Luka itu sembunyi di ingatan, tumbuh lewat rasa takut yang terpendam, dan sering kali tertutup oleh diam yang orang lain kira sebagai ketegaran. Lewat memoar Broken Strings (2025), Aurelie Moeremans mencoba bicara. Bukan dengan teriakan, tapi dengan suara yang lirih, jujur, dan…

Baca Lengkapnya

Naik Kelas bersama Isra Mikraj: Saat Perempuan Berani Berubah, Berbenah, dan Menggerakkan Keadilan

Isra Mikraj bukan sekadar kisah perjalanan Rasulullah saw. menembus langit. Melainkan peristiwa spiritual yang mengubah cara manusia memandang hidup, iman, dan tanggung jawab sosial. Dari peristiwa inilah salat turun bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai latihan kesadaran, disiplin jiwa, dan keberpihakan pada nilai keadilan. Dalam konteks kehidupan hari ini, Isra Mikraj adalah undangan untuk naik…

Baca Lengkapnya

Sisi Lain Libur Semester: Mengubah Waktu Luang

Libur semester adalah waktu bagi sebagian besar pelajar untuk “hibernasi“ dari beban tugas dan jadwal pembelajaran yang padat. Istilah self-healing atau “istirahat sejenak” seringkali menjadi pembenaran bagi mahasiswa, salah satunya, untuk menghabiskan waktu liburan mereka dengan sekedar scroll di media sosial. Bayangan tentang kasur empuk, maraton film yang tertunda, dan jadwal pulang kampung yang memenuhi pikiran. Namun, di sisi lain, libur semester memiliki peluang…

Baca Lengkapnya

Beauty Standard vs Realita: Bagaimana Media Membentuk Citra Perempuan

Pernahkah kita menatap cermin setelah melihat foto seseorang di media sosial dan tiba-tiba merasa penampilan kita “kurang”? Atau bertanya-tanya mengapa semua orang di layar terlihat begitu sempurna, sementara kita di dunia nyata punya tekstur kulit, jerawat kecil, atau bentuk tubuh yang jauh dari kata ideal? Pertanyaan-pertanyaan kecil itu sering muncul tanpa kita sadari, seolah media…

Baca Lengkapnya