perempuan

Perempuan dan Seni Musik

Sesuatu pemberian Allah kepada laki-laki dan perempuan bersifat kodrati. Pemberian terhadap keduanya tidak dapat dipertukarkan. Kodrat perempuan memiliki rahim, payudara, dan vagina, sehingga tak bisa ditukarkan kepada laki-laki. Hal-hal yang bersifat kodrat itu tak bisa diubah dan diusahakan. Kalau saja bisa mesti bakal mendapat predikat “melawan” kodrat. Kodrat itu paten dari Tuhan. Tak bisa diutak-atik…

Baca Lengkapnya

Fenomena Trophy Wife: Privilege atau Kritik Sosial

Akhir-akhir ini sering berseliweran istilah trophy wife di media sosial, di mana label tersebut seakan menjadi dambaan para perempuan yang masih lajang. Lalu apa sebenarnya makna dari trophy wife? Istilah “trophy wife” ada yang mengartikan tentang merujuk kepada seorang perempuan yang menikah dengan seorang pria yang lebih tua, kaya, dan berpengaruh secara sosial atau ekonomi….

Baca Lengkapnya

Ruang Kemesraan Perempuan dan Kuliner

Makanan menjadi kebutuhan primer setiap orang. Setiap hari, jenis makanan terkonsumsi begitu saja. Beraneka ragam terbeli dan ternikmati. Pelbagai makanan memang kerap tersukai semua kalangan. Selain membuat bahagia dan kenyang, daya ingat makanan bisa mengantar kita pada kisah-kenangan masa silam, jajanan SD misalnya. Istilah jajanan SD terarahkan pada batagor, sostel (sosis dan telur), cilok, cilor,…

Baca Lengkapnya

Komoditas: Eksistensi Budaya Konsumtif Menjelang Lebaran

Konsumsi pakaian bagi perempuan bukan lagi sekadar keinginan semata, melainkan telah berubah menjadi kewajiban yang, bila “tidak” tercapai, dapat menimbulkan kegelisahan. Hal ini tertandai dengan terinternalisasi dalam rasionalitas berpikir masyarakat dan teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga konsumsi yang telah beroprasi pada masyarakat membentuk suatu budaya berupa konsumerisme. Mengutip dari Rene Descartes bahwa dahulu ungkapan “Cogeto…

Baca Lengkapnya

Asmaraloka: Tradisi Perjodohan di Pesantren

“Tradisi kuno dari buku tua menjelaskan bahwa seorang putra dari bangsa kesatria tidak boleh menikah dengan seorang putri dari bangsa Brahmana. Namun, seorang putra dari bangsa Brahmana boleh menikahi perempuan dari bangsa kesatria. Tradisi tersebut semata-mata untuk menjaga agar kaum perempuan dari bangsa Brahmana tidak diturunkan ke status kasta yang lebih rendah.“ Kalimat di atas…

Baca Lengkapnya