Belajar dari Ibu Miftakhul Jannah: Memilih Pulih dan Berdamai dengan Diri Sendiri
Bagi Ibu Miftakhul Jannah, pikiran seringkali terasa seperti ruangan penuh cermin yang retak. Ada hari-hari di mana pantulan diri tampak suram, terpenuhi suara-suara kecemasan yang tiada henti menggema dalam kepala. Dulu, ia sering merasa bahwa diri kerap tenggelam dalam emosi dan pikiran-pikiran yang tidak nyata. Hanya ia yang bisa melihat, mendengar dan merasakannya. Namun, sebuah…
