Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang menjadi bagian dari sistem kebudayaan. Tanpa bahasa, kebudayaan tidak mungkin terjadi karena bahasa merupakan sarana pengembangan kebudayaan. Bahasa selalu berkembang mengikuti dinamika sosial penuturnya. Bahasa tidak bersifat tetap melainkan terus berubah mengikuti perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang menggunakannya.
Beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu seperti perubahan gaya hidup dan budaya yang menyebabkan munculnya kebutuhan kata atau ungkapan baru, pengaruh lingkungan sosial baik interaksi antar kelompok maupun antarnegara yang membuat bahasa saling mempengaruhi satu sama lain, ataupun karena pengaruh media sosial yang membuat bahasa menjadi lebih singkat, santai dan kreatif. Dengan demikian bahasa hidup dan berubah karena penuturnya juga hidup dan terus berubah.
Karakteristik Gen Z
Di era saat ini, salah satu kelompok yang paling berpengaruh terhadap perubahan bahasa Indonesia adalah Generasi Z. Generasi Z atau yang sering kita panggil sebagai Gen Z yaitu generasi yang lahir di era modern di mana semua sudah serba canggih dan internet sudah merambah di semua kalangan. Dalam Gazali, pakar Amerika mengelompokkan Gen Z dengan golongan yang lahir pada tahun 1996-2010.
Selain berdasarkan tahunnya mereka juga tergolongkan berdasarkan karakter yang mereka punya. Karakteristik pertama yaitu multi-tasking contohnya mereka mampu mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik. Kedua, kebergantungan tinggi pada teknologi terutama yang berbasis internet. Untuk mengakses media sosial, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan bisa sampai seharian. Ketiga, terbuka dan penasaran pada hal-hal baru sehingga tertarik untuk ikut mencobanya. Keempat adalah tipe audiovisual, yaitu mereka cenderung lebih memahami dan menikmati informasi yang tersampaikan melalui suara dan gambar alih-alih dengan tulisan.
Generasi Kreatif dan Ekspresif
Kelima, yaitu kreatif. Dengan banyaknya informasi yang mereka dapatkan melalui internet, mereka menjadi mempunyai banyak pengetahuan sehingga mereka dapat menggunakan informasi itu menjadi ide-ide baru yang lebih segar. Dan, keenam, yaitu inovatif. Mereka seringkali menciptakan inovasi baru agar memudahkan hidup mereka. Serta masih banyak lagi karakteristik lainnya yang membuat Gen Z berbeda daripada generasi-generasi sebelumnya.
Berdasarkan karakteristik yang ada sebelumnya, Gen Z juga membawa warna baru dalam penggunaan bahasa Indonesia terutama dalam media sosial dan kehidupan sehari-hari. Gen Z terkenal sebagai generasi yang kreatif dan ekspresif dalam berbahasa. Mereka sering menciptakan istilah-istilah baru, memodifikasi kata yang sudah ada, sampai menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.
Istilah-istilah inilah sering masyhur dengan sebutan bahasa gaul. Contoh istilah baru yang sering Gen Z gunakan yaitu ngegas (marah atau berbicara dengan nada tinggi), receh (sesuatu yang sederhana tapi lucu), sabi (bisa), mager (malas gerak), gercep (gerak cepat), santuy (santai), gemoy (gemas).
Pengaruh Positif dan Negatif
Hal ini memberikan dampak positif salah satunya adaah bahasa yang menjadi lebih praktis dan mengikuti perkembangan zaman. Bahasa Indonesia tidak lagi terasa kaku tetapi menjadi lebih fleksibel sehingga menjadi lebih mudah digunakan dalam percakapan sehari-hari. Gen Z juga membuat bahasa Indonesia menjadi lebih menarik dan unik dengan kreativitas yang mereka miliki.
Selain sisi positif, perubahan bahasa ini juga memberikan dampak negatif yang mengkhawatirkan. Penggunaan bahasa yang terlalu santai mengakibatkan Gen Z seringkali tidak bisa menempatkan penggunaan bahasa yang tepat antara formal dan informal. Perubahan bahasa ini juga perlahan mulai menyingkirkan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang dapat digunakan bangsa Indonesia tanpa terhalang perbedaan bahasa daerah. Jika tidak diimbangi dengan bahasa Indonesia itu sendiri, dikhawatirkan perubahan ini akan mengurangi fungsi bahasa Indonesia sebagai identias bangsa.
Dengan demikian, penting bagi Gen Z menjadi bijak dalam penggunaan bahasa. Mereka harus tahu dimana letak penggunaan bahasa gaul sebagai bahasa sehari-hari dengan bahasa formal. Mereka juga tidak boleh melupakan peranan penting bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa agar Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama untuk seluruh bangsa Indonesia di setiap generasi.
Gen Z mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan Bahasa Indonesia. Perubahan ini tidak hanya memberikan dapak positif tetapi juga dampak degatif. Gen Z harus mampu menyikapinya secara bijak agar tidak menghilangkan kaidah yang sudah ada. Dengan sikap bijak ini, Indonesia tidak akan kehilangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.[]

