Perempuan tidak hanya memiliki peran biologis tetapi juga mampu mengubah dunia dengan bijak sana dan lebut. Namun sangat tersayangkan hampir di seluruh penjuru dunia, perempuan seperti terpenjara dan terjajah. Perempuan jarang mendapat penghargaan, tetapi dia sering memberi dengan tulus. Perempuan terkekang untuk belajar, kecerdasannya sering teranggap sebagai pemberontakan, padahal mereka punya segudang impian karier cemerlang.
Bahkan Perempuan tak boleh bekerja, seumur hidup keputusan mereka terdikte oleh lingkungan sosialnya, terutama para laki-laki. Banyak perempuan telah menyerah, melihat penindasan sebagai takdir yang mesti mereka jalani. Mereka mengangap penjajahan menjadi bagian dari hidup mereka sendiri.
Beberapa perempuan berusaha melawan, mereka ingin mengungkap bahwa mereka tidak terima saat di tindas. Mereka ingin melakukan perubahan, tetapi musuh utamanya adalah mental patriarki, mental yang menindas perempuan dengan menggunakan ajaran-ajaran tradisional yang salah penafsiran.
Perempuan juga sebagai penerang kehidupan dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Saat ini peran perempuan tidak lagi terbatas, tetapi telah merambah ke berbagai bidang kehidupan salah satunya adalah bidang pendidikan. Dengan demikian, untuk mewujudkan kesetaraan perempuan harus memerlukan perhatian lebih serius dalam belajar dan berkarya. Pendidikan dan karya menjadi dua jalan bagi perempuan untuk mengapai mimpi yang penuh arti serta berkontribusi langsung dalam pembangunan bangsa.
Pendidikan sebagai Kunci
Sejak dulu hingga sekarang, selalu ada perdebatan tentang sejauh mana perempuan perlu menempuh pendidikan dan apa dampaknya terhadap kehidupan keluarga maupun sosial. Banyak pandangan sempit bahwa pendidikan tinggi bagi perempuan itu tidaklah terlalu penting. Bahkan tidak perlu karena ujung-ujungnya pasti akan “di dapur dan mengurusi rumah tangga“. Pandangan tersebut sering sekali menghalangi perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Pendidikan tidak pernah mengubah kodrat perempuan tetapi memulihkan perannya. Perempuan berpendidikan mampu menjadi istri cerdas, ibu bijaksana, dan menjadi warga negara berdaya. Ilmu bagi perempuan membantu menguatkan mereka membangun keluarga harmonis dan berwawasan luas. Pendidikan bagi perempuan menempatkan pada kesetaraan dan pemberdayaan.
Perubahan yang mencerminkan transformasi sosial dan budaya yang mengakui nilai dan potensi yang perempuan miliki dalam menghadapi tantangan dan kesempatan di dunia yang terus berubah. Di era modern, akses perempuan terhadap pendidikan telah meningkat secara signifikan. Banyak negara telah menerapkan kebijakan yang memastikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan.
Pendidikan bagi perempuan terpandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan peluang ekonomi, kesehatan, dan pemberdayaan sosial. Serta memberikan kontribusi positif pada pembangunan sosial dan ekonomi pada suatu negara. Pendidikan dan ilmu sebagai fondasi utama bagi perempuan untuk meningkatkan kualitas diri dan memperjuangkan hak-haknya. Melalui pendidikan, perempuan memperoleh pengetahuan yang luas, keterampilan, tumbuhnya kepercayaan diri untuk berperan aktif dalam Masyarakat.
Tokoh-tokoh perempuan Indonesia masa lampau yang menegaskan pentingnya pendidikan bagi kaum hawa agar mampu berdiri sejajar dengan laki-laki dalam kontribusi sosial, pendidikan, bahkan ekonomi adalah Dewi Sartika dan Raden Ajeng Kartini. Namun sangat disayangkan di beberapa daerah akses Perempuan terhadap pendidikan masih terhambat oleh faktor budaya, ekonomi, sosial.
Karier Perempuan
Perjalanan impian karier perempuan tidak selalu mudah tantangan seperti diskriminasi gender, kesenjangan upah/penghasilan, serta dilemanya antara tanggung jawab keluarga masih menjadi masalah umum yang dihadapi. Perkembangan zaman membuka peluang perempuan untuk untuk melanjutkan karir mengapai mimpi melalui berbagai bidang dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga teknologi. Banyak perempuan masa kini sebagai pemimpin, profesinal di sektor publik maupun swasta, dan akademisi.
Kehadiran perempuan di dunia kerja tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga tetapi juga memperkuat struktur sosial dan ekonomi bangsa. Perempuan yang berpendidikan dan berkarier adalah aset yang berharga untuk kemajuan bangsa, pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan dukungan terhadap karir juga strategi pembangunan nasional.
Pemerintah dan masyarakat harus menciptakan ruang yang inklusif supaya perempuan dapat berkembang secara optimal tanpa ragu dan kehilangan jati dirinya. Dengan itu, perempuan bukan hanya sebagai penonton tetapi juga sebagai aktor utama dalam mewujudkan bangsa yang maju, adil, dan berkeadaban.
Jadi bisa di simpukan bahwa pendidikan dan karier bukanlah ancaman bagi peran perempuan sebagai ibu dan istri, melainkan kunci untuk kekuatan. Perempuan yang berpendidikan dan mandiri akan mampu mendidik generasi yang cerdas serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. Menggapai mimpi penuh arti bagi perempuan berarti menyeimbangkan cinta, cita, dan tanggungjawab. Ketika perempuan diberi kesempatan untuk belajar dan berkarya, mereka tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga menerangi masa depan bangsa.[]

