Pelecehan Seksual dan Relasi Kuasa di Dunia Pendidikan

Dunia pendidikan di Indonesia tengah menghadapi krisis moral yang sangat mengkhawatirkan. Banyak skandal pelecehan seksual mencuat di lingkungan akademik maupun keagamaan. Akar utama persoalan ini bukanlah sekedar masalah moralitas individu, melainkan adanya ketimpangan relasi kuasa yang akurat antara pelaku dan korban. Institusi pendidikan seharusnya menjadi tempat dalam membentuk karakter dan etika bangsa. Namun, tempat ini…

Baca Lengkapnya

Jilbab Bukan Paspor Aman dari Pelecehan

Pelecehan terhadap perempuan berjilbab bukanlah cerita fiksi. Bayangkan seorang perempuan berjilbab rapi pulang kerja sore hari, tiba-tiba seseorang melecehkannya di angkutan umum. Ketika ia melapor, orang-orang di sekitarnya justru berkata, “Lain kali jangan keluar sendiri.” jilbab yang ia kenakan tidak memberikan perlindungan apapun dari perilaku bejat pelaku. Kasus seperti ini bukan hal langka di Indonesia….

Baca Lengkapnya

Ketika Kepercayaan Dikhianati

Di tengah masyarakat Indonesia, pesantren telah lama berperan sebagai lembaga pendidikan. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren juga membentuk karakter dan akhlak peserta didiknya. Bagi banyak orang tua, mengirim anak ke pesantren merupakan bentuk kepercayaan yang besar. Mereka berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki pegangan hidup yang kuat. Namun, harapan tersebut terkadang…

Baca Lengkapnya

Melawan Budaya Diam terhadap Kasus Pelecehan Seksual di Kampus

Beberapa waktu terakhir, publik kembali menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama seorang dosen di lingkungan perguruan tinggi. Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan sekaligus kekhawatiran besar, terutama di kalangan mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang masih aktif menjalani kehidupan akademik, saya memandang persoalan ini bukan lagi sekadar kasus personal, melainkan cerminan rusaknya rasa aman dan nilai…

Baca Lengkapnya

Satu Pesan, Seribu Beban: Pelecehan Seksual Digital di Kampus

Notifikasi masuk pukul 22.47. Bukan dari teman atau keluarga, melainkan dari dosen pembimbing skripsi. “Kamu cantik kalau pakai baju warna itu tadi.” Jarinya berhenti mengetik. Pelecehan seksual digital sering bermula dari pesan seperti ini. Jika mengabaikannya, skripsinya yang baru separuh jalan bisa terancam. Jika melapor, siapa yang akan percaya? Akhirnya, ia memilih diam. Kisah seperti…

Baca Lengkapnya

Candaan Digital dan Batas Pelecehan

Di era media sosial, ruang komunikasi berkembang begitu cepat. Menganggap kalimat-kalimat yang dahulu tabu kini sering muncul sebagai bagian dari candaan, tren, atau bentuk ekspresi lucu dan santai. Tidak sedikit perempuan maupun laki-laki menggunakan ungkapan bernada sensual demi menarik perhatian, memperoleh respons, atau sekadar mengikuti budaya bercanda di internet. Fenomena ini memunculkan pertanyaan sosial yang…

Baca Lengkapnya