Derajat Sama, Beban tak Pernah Setara

Sejak kecil, banyak perempuan sudah akrab dengan kalimat, “perempuan itu tempatnya di dapur”. Kalimat tersebut terulang-ulang seolah menjadi hukum alam. Ironisnya, ketika perempuan itu tumbuh dewasa, pertanyaan yang datang justru berubah “sudah kerja belum?”. Di sisnilah letak kontradiksi sosial yang sering luput kita sadari. Perempuan mendapat kewajiban masuk dapur, pun tertuntut bekerja. Sementara laki-laki, sejak…

Baca Lengkapnya

Mencari Ruang Kisah Perempuan

Setiap perempuan, hidup dengan kisah masing-masing. Kisah yang tidak selalu terceritakan, tetapi terasa dari cara mereka berjalan, tertawa, atau bahkan diam. Di balik langkah-langkah kecil itu, ada batas-batas tak terlihat yang sering membuat dunia terasa sempit. Batas yang tidak tertulis, tetapi begitu kuat memengaruhi cara perempuan memandang diri dan tempatnya di kehidupan ini. Sejak kecil,…

Baca Lengkapnya

Perempuan Indonesia di Tengah Jebakan Feminitas dan Patriarki

Indonesia sering bangga menyebut diri sebagai negara ramah pada kesetaraan gender. Statistik Indeks Ketimpangan Gender 2024 turun menjadi 0,421, capaian terbaik beberapa tahun terakhir—yang seakan tampak menjanjikan. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Komnas Perempuan mencatat lebih dari 445 ribu kasus kekerasan sepanjang 2024, meningkat dari tahun sebelumnya. Dan hingga Juli 2025, laporan kekerasan terhadap…

Baca Lengkapnya
Kesetaraan Gender

Mewujudkan Kesetaraan Gender

Kesetaraan gender merupakan salah satu hal yang tak asing lagi di telinga kita. Bahkan frasa itu sering terbincangkan di berbagai negara, terutama di Indonesia. Salah satu halnya mengenai soal kesetaraan pendidikan. Di zaman modern seperti saat ini, akses pendidikan telah mengalami peningkatan yang signifikan. Di balik peningkatan tersebut, ternyata terdapat banyak hambatan serta tantangan yang…

Baca Lengkapnya
Feminismer

Feminisme: Jalan Menuju Kesetaraan Perempuan

Sejak kecil, saya selalu mempertanyakan hal-hal yang menurut saya tidak adil di dunia ini. Saya mempertanyakan kenapa saat ada pertemuan (terutama di desa) hanya laki-laki yang berada di depan, duduk di kursi, dan kepentingannya terutamakan? Mengapa perempuan harus duduk di belakang, menyiapkan semua keperluan laki-laki, dan kepentingannya selalu terakhirkan? Bukankah seharusnya menyiapkan segala sesuatu bersama-sama?…

Baca Lengkapnya
Makan Bergizi Gratis

MBG, Kesetaraan, dan Kontras Perilaku Siswa Madrasah: Sebuah Analisis Sosiologis

Institusi pendidikan, tak terkecuali madrasah, seringkali menjadi cermin tempat norma-norma sosial. Termasuk konsep tentang kesetaraan gender terinternalisasi kepada siswa sebagai bagian norma yang oleh otoritas pendidikan bentuk. Sebuah fenomena observasional yang menarik muncul dari pola kerja sama siswa dalam tugas logistik MBG. Makudnya, mengacu pada kegiatan pemindahan benda untuk kepentingan bersama. Peristiwa itu menunjukkan adanya kontras perilaku…

Baca Lengkapnya
Kepemimpinan Perempuan

Kepemimpinan Perempuan dan Kesetaraan Gender

Kepemimpinan bukan hanya perihal pemimpin atau cara memimpin, tetapi juga mempengaruhi, mengajak, dan mengarahkan. Semua orang bisa menjadi pemimpin, untuk dirinya sendiri atau orang lain. Lebih dari sekadar memimpin dan memberikan instruksi, pemimpin juga harus bisa menginspirasi, memotivasi, dan mendengarkan anggota tim lainnya. Peran perempuan sebagai pemimpin bisa mendorong kesetaraan gender yang semakin masyarakat perhatikan….

Baca Lengkapnya
Perempuan Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda 2.0: Menyatukan Semangat Kesetaraan Gender

Sepanjang sejarah umat manusia, perempuan seringkali mendapat tempat pada posisi subordinat daripada laki-laki. Budaya patriarki yang kuat, khususnya di bidang politik, memandang laki-laki sebagai pusat kekuasaan dan menempatkan perempuan di ranah domestik. Faktanya, dari sudut pandang antropologis dan filosofis, perempuan memiliki dua pengalaman biologis dan sosial penting yang memberi kedalaman pada pemikiran, perasaan, dan tindakan…

Baca Lengkapnya
Toxic Masculinity

Toxic Masculinity: “Anak Laki-laki Tidak Boleh Nangis, Dong!”

Suatu hari, saat tengah kumpul keluarga, saya bermain dengan kedua keponakan. Keduanya masih berusia sekitar 3-4 tahun. Mereka sedang asik bermain balapan dengan sepeda mungilnya. Di tengah keseruan bermain, tiba-tiba salah satu dari mereka jatuh tersungkur dari sepeda, sontak dia menangis keras. Saya yang terkejut pun langsung berlari menghampirinya dengan panik. Saya rangkul untuk menenangkannya,…

Baca Lengkapnya
Pahlawan Perempuan

Kesetaraan Gender dan Perjuangan Pahlawan Perempuan Indonesia

Akhir-akhir ini, saya kerap kali mendengar sebuah ungkapan dari beberapa orang bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin. Hal tersebut tak lain adalah satu bentuk kesetaraan gender. Akan tetapi, banyak juga yang beranggapan bahwa pemimpin itu seharusnya laki-laki. Bahkan anggapan itu juga, kadang, terucapkan oleh perempuan. Padahal di era sekarang kesetaraan itu penting untuk mewujudkan kehidupan adil…

Baca Lengkapnya