Beauty Standard vs Realita: Bagaimana Media Membentuk Citra Perempuan

Pernahkah kita menatap cermin setelah melihat foto seseorang di media sosial dan tiba-tiba merasa penampilan kita “kurang”? Atau bertanya-tanya mengapa semua orang di layar terlihat begitu sempurna, sementara kita di dunia nyata punya tekstur kulit, jerawat kecil, atau bentuk tubuh yang jauh dari kata ideal? Pertanyaan-pertanyaan kecil itu sering muncul tanpa kita sadari, seolah media…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Perempuan Hebat tak Hanya Cantik, tapi Berbudi

Seringkali masyarakat beranggapan bahwa kecantikan fisik adalah modal utama seorang perempuan untuk diterima dan dihargai. Media dan iklan pun semakin memperkuat stereotipe itu, membuat kita berpikir bahwa perempuan hebat haruslah cantik secara lahiriah. Namun, jika ingin menyelami lebih dalam, kehebatan sejati perempuan bukan sekadar terpancar dari penampilan, melainkan dari hati dan budi pekertinya. Cantik tanpa…

Baca Lengkapnya

Relativitas Cantik dan Kunci Percaya Ciri

Zaman sekarang banyak orang yang berpikir bahwa cantik hanya ternilai dari fisiknya. Padahal perempuan memiliki banyak versi cantiknya. Ada yang melihat dari paras wajah, attitude, atau bahkan hatinya. Mengapa “standar cantik di era sekarang  terlalu tinggi?” sehingga membuat perempuan merasa insecure. Padahal  semua perempuan memiliki standar kecantikan masing-masing. Jadi, mulai sekarang hilangkan standar cantik yang membuat perempuan merasa…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Standar TikTok

Beberapa tahun terakhir, TikTok terus menjadi salah satu platform media sosial paling populer di kancah dunia. Lebih dari 1 miliar pengguna aktif. Aplikasi buatan negara Cina itu menjadi tempat dan ruang bagi orang-orang untuk berkreasi dengan membuat konten kreatif, mempromosikan produk, dan interaksi dengan orang lain. Namun, di balik popularitas TikTok yang semakin meningkat, ia juga menjadi…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Tatkala Dunia Mengatur Standar Kecantikan

Standar kecantikan bukanlah hukum alam; ia adalah sebuah mata uang sosial, nilainya tertentukan oleh pasar budaya dan algoritma yang terus berubah. Hari ini, pasar tersebut terdominasi sebuah mekanisme kerja dengan kecepatan dan jangkauan yang belum pernah ada sebelumnya: media sosial. Jika dahulu standar kecantikan teratur oleh majalah dan iklan cetak, kini ia terorkestrasi oleh layar…

Baca Lengkapnya
Standar Kecantikan

Perempuan dan Luka Standar Kecantikan

Setiap hari, ada banyak perempuan yang betah berlama-lama menatap sosoknya di cermin. Namun, tak sedikit juga perempuan yang tegak di depan cermin bukan dalam rangka mengagumi diri sendiri, melainkan membandingkannya dengan orang lain. Berharap pipinya lebih tirus atau kulitnya sedikit lebih cerah. Ada pula yang membuka kamera depan ponsel, menggeser filter satu per satu hingga…

Baca Lengkapnya

Cantik Bukan Segalanya, Salihah Pilihan Utama

Sumber Gambar: tebuireng.online Sekarang ini, banyak orang menilai perempuan dari penampilannya. Wajah cantik dan tubuh ideal sering teranggap sebagai ukuran utama dalam menilai seseorang. Tapi dalam Islam, kecantikan fisik bukanlah segalanya. Yang lebih penting adalah hati yang baik, akhlak yang mulia, dan ketakwaan kepada Allah. Dalam memilih pasangan hidup, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita tidak…

Baca Lengkapnya

Pesona yang Terpenjara: Ketika Dunia Menyempitkan Makna Cantik

Sumber Gambar: tebuireng.online Arus kencang dan propagandanya amat dahsyat begitu sulit untuk terhindari. Fenomena yang meracuni sebagian besar pikiran perempuan mutakhir ihwal standar kecantikan. Cantik hanya bagi mereka yang berkulit putih, glowing, bentuk tubuh ideal, wajah simetris dan proposional, hidung mancung, dan rahang tegas. Kiranya begitu standar dunia membatasi sebuah keindahan sejati. Dampaknya, banyak perempuan…

Baca Lengkapnya

Makna “Cantik” sebagai Citra Diri Perempuan

Masyarakat kerap kali menciptakan standar kecantikan dengan beragam hal. Standar tersebut membuat perempuan menggebu untuk mencapainya. Misalnya, perempuan harus menarik, mengikuti tren, kosmetik, sempurna, dan cantik. Keseluruhan itu, perlahan menjadikan perempuan terkesan memaksakan cita-cita cantik sesuai harapan melalui cara tidak sehat dan realistis, bahkan ekstrem. Hal ini terbuktikan dengan fenomena kecantikan yang terus berkembang, misalnya,…

Baca Lengkapnya