Mewujudkan Perguruan Tinggi sebagai Produsen Pengetahuan Adil Gender

Nisa.co.id – Aliansi PTRG (Perguruan Tinggi Responsif Gender) bersama Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Raden Mas Said Surakarta pada tanggal 26 Mei 2023 menyelenggarakan kegiatan Suluh PTRG dengan judul “Perguruan Tinggi sebagai Produsen Pengetahuan yang Adil Gender”. Kegiatan tersebut terlaksanakan secara online melalui Zoom dengan 70 peserta yang merupakan perwakilan PSGA dari seluruh…

Baca Lengkapnya

Jilbab, Bukan hanya Menyoal Fesyen 

Di era modern ini, dunia fesyen berkembang pesat tanpa banyak penyaringan, termasuk jilbab. Jilbab sekarang tidak hanya berfungsi sekadar menutup kepala semata tapi juga mewakili entitas pelbagai ragam dan corak model dan gayanya. Kita bisa melihat berbagai inovasi, mulai dari model turban, pasmina, hingga lilit leher, yang kerap kita dengan sebagai “jilbab sakaratul maut”. Selain…

Baca Lengkapnya

Huru-Hara Skincare: Apakah Perempuan Jadi Korban?

Sumber Gambar: freepik.com Kasus antara Dokter Detektif dan Shella Saukia belakangan ramai di media sosial. Masalah bermula ketika DD mengulas produk skincare secara kritis di media sosial. DD atau akrab dengan sebutan Doktif menyatakan bahwa produk skincare milik Shella berbahaya dalam siaran langsung di TikTok. Pernyataan ini menjadi viral dan memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat….

Baca Lengkapnya
Pesantren Demo

Di Tepi Citra Pesantren

Beberapa bulan lalu, publik terhebohkan oleh berbagai kasus yang melibatkan oknum santri maupun guru pesantren. Berita-berita itu datang bertubi-tubi, bukan tentang prestasi atau pencapaian membanggakan seperti yang biasa kita dengar. Melainkan kontroversi yang memperburuk citra lembaga pendidikan Islam itu—yang selama ini terkenal religius, disiplin, dan berperan penting dalam pembinaan moral. Serangkaian kasus tersebut membuat nama…

Baca Lengkapnya

Siti Manggopoh: Perempuan Minang Pemimpin Perang

Dalam buku-buku sejarah yang selama ini kita pelajari, sosok-sosok pahlawan dan tokoh perempuan yang telah berjasa bagi bangsa seringkali luput dari perhatian. Mereka yang berjuang keras, mengorbankan diri, dan memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan dan kemajuan negeri ini. Namun, mereka sering terlupakan dan tergeser oleh narasi-narasi sejarah yang lebih mendominasi. Padahal, jika kita menggali lebih…

Baca Lengkapnya
Perempuan Karier

Menikah atau Karier, Jalan Pilihan Perempuan Modern

Perempuan modern hari ini terhadapkan pada pilihan yang tidak mudah: menikah atau melanjutkan karier? Dua pilihan ini seringkali teranggap sebagai jalan yang berbeda, dan perempuan harus memilih salah satu. Namun, apakah benar hanya ada dua pilihan ini? Apakah perempuan harus memilih antara kebahagiaan pribadi dan kesuksesan karier? Dalam pandangan saya, perempuan modern harus memiliki prioritas…

Baca Lengkapnya

Mahasiswa Islam: Pilar Moral dan Intelektual di Era Modern

Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masa depan umat dan negara. Dalam konteks keislaman, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral berlandaskan ajaran Islam. Di era modern yang tertandai kemajuan teknologi, globalisasi, dan krisis moral yang semakin kompleks. Peran kaum terpelajar…

Baca Lengkapnya
Bu Nyai Badriyah Fayumi

Nyai Badriyah Fayumi: Ulama Perempuan dalam Gerakan Politik

Ulama perempuan satu ini memang tidak asing lagi, siapa yang tidak kenal Nyai Badriyah Fayumi? Beliau adalah ketua Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Gagasan dan gerakan beliau sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Lahir dan besar di pesantren sedari kecil menjadikan Badriah Fayumi tumbuh di lingkungan yang agamis dan Islami. Didikan dan tempaan di lingkungan pesantren…

Baca Lengkapnya

Harlah KOPRI PB PMII: Titik Balik Stagnasi Gerakan Perempuan Indonesia

Jakarta – Perayaan Hari Lahir ke-58 KOPRI PB PMII terselenggara pada 10 Desember 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini pada momentum yang tepat, ketika gerakan perempuan di Indonesia tampak berjalan di tempat. Di tengah angka kekerasan berbasis gender yang melejit, minimnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta kecenderungan isu perempuan terreduksi menjadi slogan…

Baca Lengkapnya