Guru di Negeri Sendiri: Pengabdian Panjang, Kesejahteraan Tertinggal

Di Indonesia, guru kerap mendapat posisi terhormat secara simbolik. Mereka mendapat sebutan sebagai pilar pendidikan dan penjaga masa depan bangsa. Namun, penghormatan itu sering berhenti pada kata-kata. Setelah peringatan Hari Guru Nasional berlalu, banyak pendidik kembali menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari sejahtera. Di berbagai daerah, terutama wilayah pinggiran, masih banyak pengajar honorer menerima upah…

Baca Lengkapnya

Kesetaraan Pendidikan Perempuan

Sumber Gambar: depositphotos.com Hak perempuan untuk menuntut ilmu adalah bagian yang sangat penting dalam Islam. Pendidikan bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Islam datang sebagai agama yang membawa cahaya ilmu, menghapus kebodohan, dan menempatkan pendidikan sebagai aspek utama dalam kehidupan manusia. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap…

Baca Lengkapnya

Perempuan Tangguh ala Jill Valentine

Tak jarang banyak seri permainan video menghadirkan karakter perempuan tangguh dalam situasi apapun. Karakter-karakter perempuan tersebut tergambarkan tidak hanya berparas menawan dan cantik tapi memiliki sifat tangguh, semangat tinggi, dan tidak mudah menyerah. Industri permainan video tentu menganalisis minat pasar terhadap karakter-karakter yang mereka ciptakan. Maka dari itu tak jarang banyak fanbase dari permainan video tersebut…

Baca Lengkapnya

Hari Kebaya Nasional: Identitas, Keteguhan, dan Kesatuan

Hari Kebaya Nasional mendapat peringatan pada 24 Juli. Tahun ini, 2024 menjadi tahun pertama peringatan HKN. Sejarah peringatan tersebut tidak terlepas dari Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Hari Kebaya Nasional. Peresmian dan penandatanganan Keppres pada tanggal 4 Agustus 2023 lalu. Memperingati kebaya bukan hanya sebagai pakaian, tetapi bagian mahakarya warisan…

Baca Lengkapnya

Impresi Medsos terhadap Mahasiswa: antara Tren dan Realita

  Di era digital saat ini hampir seluruh orang menggunakan media sosial (medsos) terutama di kalangan mahasiswa. Medsos menyediakan berbagai platform untuk berkomunikasi, berbagi infromasi, saranan belajar, dan mencari hiburan. Pun menciptakan kreativitas, mengikuti video viral, atau membuat konten yang sedang tren. Namun, di balik kemudahan dan manfaat medsos berikan, terdapat juga dampak negatif yang…

Baca Lengkapnya

Kurikulum Perspektif Keadilan Gender: Kunci Pencegahan Kekerasan Seksual

Akhir-akhir ini kasus kekerasan seksual kerap muncul di beberapa media sosial. Yang sangat mengejutkan adalah pada Januari lalu sempat ramai kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu TK di Pekanbaru. Salah satu influencer, Kalis Mardiasih, juga sempat mengangkat konten tentang berita ini. Menurut penjelasannya baik korban atau pelaku sama-sama menjadi korban. Setelah diusut ternyata…

Baca Lengkapnya

Perempuan dan Pendidikan: Akses, Pilihan, dan Ketimpangan yang Tersisa

Pendidikan kerap kita pahami sebagai ruang yang terbuka dan netral, seolah setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya. Namun bagi banyak perempuan, perjalanan menempuh pendidikan tidak sesederhana itu. Ada berbagai pertimbangan sosial, budaya, dan ekonomi yang membuat proses belajar harus kita (perempuan) lalui dengan tantangan yang berbeda daripada laki-laki. Dalam sejumlah keluarga, pendidikan perempuan…

Baca Lengkapnya
Naia Alifia Yuriza

Transformasi Spiritual Naisa Alifia Yuriza

Sumber Gambar: Instagram @naisaalifiayuriza Naisa Alifia Yuriza, yang orang akrab menyapanya Nay, adalah seorang YouTuber muda yang telah mencuri perhatian banyak orang di Indonesia. Sejak kecil, Nay terkenal sebagai sosok ceria, kreatif, dan peduli terhadap sesama. Namun, di balik kesuksesan yang ia raih di dunia digital, Nay mengalami perubahan mendalam dalam perjalanan spiritual setelah kehilangan…

Baca Lengkapnya

Asmaraloka: Tradisi Perjodohan di Pesantren

“Tradisi kuno dari buku tua menjelaskan bahwa seorang putra dari bangsa kesatria tidak boleh menikah dengan seorang putri dari bangsa Brahmana. Namun, seorang putra dari bangsa Brahmana boleh menikahi perempuan dari bangsa kesatria. Tradisi tersebut semata-mata untuk menjaga agar kaum perempuan dari bangsa Brahmana tidak diturunkan ke status kasta yang lebih rendah.“ Kalimat di atas…

Baca Lengkapnya