Filter Perempuan

Filter dan Kepercayaan Diri Perempuan

Di era digital saat ini, hadirnya media sosial telah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari keseharian banyak perempuan di Indonesia. Medsos yang seharusnya menjadi tempat berbagi kehidupan, justru sering berubah jadi cermin yang memantulkan citra diri yang sudah terpoles. Dengan aplikasi seperti Instagram, TikTok dan lainnya, perempuan dapat menampilkan versi terbaik diri mereka. Banyak…

Baca Lengkapnya
Santri

Santri di Era Modern: Antara Tradisi, Perubahan, dan Tantangan Zaman

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober merupakan agenda tahunan yang diperingati oleh seluruh masyarakat, terutama di kalangan pondok pesantren, melalui berbagai kegiatan. Sehingga, peringatan HSN penting untuk direfleksikan dan dijadikan momentum guna menumbuhkan sikap nasionalisme serta menggelorakan semangat kebangsaan. HSN bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan penghargaan terhadap komitmen dan perjuangan kaum santri yang…

Baca Lengkapnya
Realita Mahasiswi

Peraduan Cita, Citra, dan Realita Mahasiswi

Hidup sebagai mahasiswi di era digital bukan hanya soal mengejar gelar sarjana atau menuntaskan tugas akhir. Lebih dari itu, menjadi mahasiswi berarti menjalani perjalanan panjang untuk memahami diri sendiri di tengah benturan antara cita-cita, citra sosial, dan realita kehidupan yang sering kali tak sejalan. Di balik label “mahasiswa aktif”, “agen perubahan”, atau “perempuan berpendidikan”, tersimpan…

Baca Lengkapnya
IPPNU

Langkah Perempuan di IPPNU

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bukan sekadar organisasi, melainkan ruang tumbuh bagi perempuan muda yang ingin belajar, berproses, dan berkontribusi. Dari seragam hijaunya, saya belajar banyak hal—bukan hanya tentang kepemimpinan, tapi juga tentang keberanian untuk melangkah dan menginspirasi. Setiap langkah, sekecil apa pun, membawa pelajaran berharga yang membentuk pribadi saya hingga hari ini. Menjadi…

Baca Lengkapnya
Perempuan Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda 2.0: Menyatukan Semangat Kesetaraan Gender

Sepanjang sejarah umat manusia, perempuan seringkali mendapat tempat pada posisi subordinat daripada laki-laki. Budaya patriarki yang kuat, khususnya di bidang politik, memandang laki-laki sebagai pusat kekuasaan dan menempatkan perempuan di ranah domestik. Faktanya, dari sudut pandang antropologis dan filosofis, perempuan memiliki dua pengalaman biologis dan sosial penting yang memberi kedalaman pada pemikiran, perasaan, dan tindakan…

Baca Lengkapnya
Toxic Masculinity

Toxic Masculinity: “Anak Laki-laki Tidak Boleh Nangis, Dong!”

Suatu hari, saat tengah kumpul keluarga, saya bermain dengan kedua keponakan. Keduanya masih berusia sekitar 3-4 tahun. Mereka sedang asik bermain balapan dengan sepeda mungilnya. Di tengah keseruan bermain, tiba-tiba salah satu dari mereka jatuh tersungkur dari sepeda, sontak dia menangis keras. Saya yang terkejut pun langsung berlari menghampirinya dengan panik. Saya rangkul untuk menenangkannya,…

Baca Lengkapnya
Perempuan Karier

Perempuan dan Karier

Apa yang ada di benak orang-orang ketika seorang perempuan memiliki karier? Apakah tampak kuat, pantang menyerah, atau malah seperti mengabaikan peran keluarga? Dahulu, perempuan hanya pantas mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Namun, kini seiring perkembangan zaman banyak perempuan berhasil membuktikan kemampuan mereka di berbagai bidang. Misalnya, bidang pendidikan, ekonomi, pemerintah, hingga teknologi. Perubahan ini…

Baca Lengkapnya

Membangun Desa Inklusif Berperspektif Gender: Pengabdian Masyarakat UIN Raden Mas Said Surakarta untuk Perempuan dan Anak

Sukoharjo – 25 Oktober 2025, upaya membangun desa yang aman, setara, dan berpihak pada perempuan serta anak menuntut sinergi dari berbagai lapisan masyarakat. Semangat tersebut menjadi aspek utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang UIN Raden Mas Said Surakarta selenggarakan. Yakni melalui workshop “Penguatan Peran Perempuan dalam Membangun Desa Layak Anak melalui Kebijakan Inklusif Berbasis Desa Ramah…

Baca Lengkapnya
Marriage is Scary

Perempuan dan Bayangan Marriage is Scary

Zaman sekarang, marak isu mengenai marriage is scary. Banyak perempuan memutuskan untuk tidak menikah karena takut dengan kehidupan rumah tangga. Mereka takut mendapat laki-laki tukang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tidak menafkahi, terlebih lagi laki-laki patriarki. Banyak perempuan rela untuk tidak atau menunda menikah demi mendapatkan laki-laki mumpuni. Isu tersebut sebenarnya wajar saja, terlebih masih…

Baca Lengkapnya
Rasa Malu

Hilangnya Rasa Malu Muslimah

Rasa malu merupakan salah satu mahkota bagi seorang perempuan. Karena ia menjadi lambang kehormatan, kemuliaan, dan penjagaan diri. Belakangan ini, banyak fenomena muslimah yang dengan percaya diri memamerkan aurat di media sosial seperti di Twitter, TikTok, Instagram, dan YouTube. Rasulullah saw. pernah berkata, “Rasa malu adalah sebagian dari iman”. Mengutip juga dari Ustaz Hanan Attaki:…

Baca Lengkapnya