Fesyen Mahasiswa: Gaya Mereduksi Kenyamanan

Fesyen Mahasiswa Sumber Gambar: iainmadura.ac.id

Di era modern ini, apalagi pada dunia perkuliahan, penampilan menjadi sangat penting bagi mahasiswa untuk mengekspresikan identitas kepribadian. Namun, akhir-akhir ini muncul tren fesyen mahasiswa yang lebih mementingkan gaya daripada kenyamanan untuk aktivitas sehari-hari. Hal ini selalu saya lihat dari pilihan outfit mereka yang tidak selalu mendukung aktivitas mereka pada saat di kampus.

Mahasiswa seringkali mengikuti tren fesyen yang sedang hits di media sosial atau lingkarannya, meski yang mereka pakai kurang nyaman. Contohnya, penggunaan pakaian ketat, sepatu hak, atau bahan pakaian yang kurang menyerap keringat tetap mereka pakai demi memenuhi standar estetika.

Fenomena ini sebenarnya terpengaruh oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kebutuhan finansial dalam sebuah lingkungan di sekelilingnya. Mahasiswa yang ingin tampil keren dan mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitar sering meenggunakan outfit mewah meski tidak sesuai. Media sosial juga mempercepat penyebaran tren fesyen mahasiswa yang kadang menuntut tampilan sempurna tanpa memperhatikan fungsi kenyamanan pada pakaian sehari-hari.

Namun, memprioritaskan gaya di atas kenyamanan mempunyai konsekuensi lain. Aktivitas kuliah padat seperti berjalan jauh dari bawah tangga hingga ke kelas atas, duduk lama, dan mengikuti berbagai kegiatan kampus, akan terasa tidak nyaman. Sebab, mengenakan pakaian yang tidak mendukung gerak bebas sehingga membuat mahasiswa tidak fokus pada pembelajaran di kelas.

Bergaya Alternatif

Tantangan utama dari tren fesyen mahasiswa adalah menyeimbangkan antara keinginan bergaya dan anggaran terbatas. Sebagian besar mahasiswa harus cermat dalam memilih pakaian agar tetap keren tanpa menguras kantong orang tua. Oleh karena itu, thrift shopping atau berburu pakaian bekas dan vintage juga menjadi alternatif yang banyak khalayak minati.

Sebenarnya, amat gampang jika mahasiswa ingin tetap stylish sekaligus nyaman. Misalnya, memilih bahan pakaian yang adem dan fleksibel, memakai sepatu yang ringan dan sesuai ukuran, serta menyelaraskan outfit dengan kondisi cuaca dan aktivitas sehari-hari. Mahasiswa perlu belajar menyeimbangkan antara estetika dan fungsi agar tidak kehilangan esensi keduanya.

Baca Lainya  Keterlibatan Perempuan dalam Tradisi Intelektual Pesantren

Adapun, istilah “kamu bergaya, maka kamu ada” hal tersebut adalah ungkapan bahwa seseorang mengatakan jika kita bergaya maka kita akan terlihat keberadaannya. Atau lebih sedikit terkenal hingga menjadi sorotan seseorang untuk kepentingan publik.

Akhir-akhir ini, outfit banyak menjadi ajang tren Outfit of the Day dengan menggunakan pakaian yang kekinian. Tren tersebut terjadi dengan menampilkan gaya berpakaian yang terkenakan sehari-hari dengan tujuan menjadi sorotan publik apabila terunggah di media sosial. Cara penampilan mereka yang telah terekspos di media sosial biasanya terlihat estetik dan instragamable.

Konsep tren yang beredar di medsos telah menjadi wadah para remaja untuk mengekspresikan diri di depan publik. Penampilan publik teranggap suatu hal dari segalanya, sehingga outfit lebih penting daripada kebutuhan kesehariannya. Terkadang outfit terpakai untuk ajang bersaing dengan cara memperlihatkan pakaian yang mereka kenakan demi menunjukkan kualitas gaya hidup.

Outfit sering kali menjadi pusat perhatian oleh kalangan generasi Z terutama kalangan mahasiswa. Bagi mahasiswa, outfit merupakan bagian yang tidak terlepas dari penampilan gaya hidupnya. Mahasiswa lebih mementingkan memikirkan outfit untuk pergi kuliah pada esok hari daripada mempersiapkan akademik perkuliahan.

Upaya Memadukan

Pertama, outfit kasual menjadi pilihan utama banyak mahasiswa; kemeja santai dan celana jeans adalah kombinasi yang sangat populer pada saat ini. Gaya ini memberikan kombinasi yang mudah terpadukan dan memberikan kesan santai tapi tetap rapi. Kedua, sandal hak, padahal sandal seperti itu tidak cocok tergunakan untuk aktivitas perkuliahan. Ada rasa tidak nyaman jika terpakairlalu lama, tetapi masih banyak yang menggunakannya saat di kampus.

Banyak model sepatu yang bisa terpakai untuk kegiatan sehari-hari seperti sneakers atau sporty. Ia memberikan sentuhan nyaman dan juga modis. Banyak merek sepatu sneakers yang jadi tren di kalangan mahasiswa, mulai dari merek internasional hingga lokal yang sering memadu dengan outfit kasual mahasiswa.

Baca Lainya  Pengaruh Sosial terhadap Insecure

Ketiga, tren outfit mahasiswa juga menunjukkan pengaruh besar dari budaya streetwear dan urban fesyen. Mahasiswa kerap mengadopsi gaya yang terinspirasi dari musik, seni, dan medsos. Jersi, topi, serta aksesoris seperti jam tangan digital dan tas ransel stylish melengkapi penampilan mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana tren outfit mahasiswa tidak hanya soal pakaian, tapi juga bagaimana mereka mengekspresikan diri.

Tren fesyen mahasiswa juga terpengaruh oleh tren global dan lokal. Medsos seperti Instagram dan TikTok sangat berperan dalam menyebarkan gaya berpakaian terbaru. Banyak mahasiswa mengikuti pemengatuh dan selebriti untuk mendapatkan inspirasi outfit sehari-hari.

Selain itu, kampus dan komunitas mahasiswa juga bisa ikut berperan dengan mengadakan edukasi atau workshop tentang fesyen mahasiswa yang sehat. Mereka bisa memberikan contoh outfit yang nyaman tapi tetap trendi sehingga mahasiswa punya referensi yang realistis dan bermanfaat.

Kesadaran akan pentingnya kenyamanan juga bisa terdukung dengan memilih tren fesyen yang lebih sustainable. Yakni pakaian yang tidak hanya bagus tapi juga ramah lingkungan dan tahan lama. Ini akan mengubah mindset mahasiswa agar tidak sekadar mengejar gaya sesaat. Atau gengsi kepada teman sekelas atau kampus, tapi juga memperhatikan kualitas dan dampak jangka panjang.

Pada akhirnya, tren outfit mahasiswa yang terlalu mengutamakan gaya memang menarik untuk diikuti. Namun, harus diimbangi dengan kenyamanan agar aktivitas kuliah tidak terganggu. Mahasiswa perlu cerdas memilih busana yang bisa membuat mereka tetap produktif, sehat, dan percaya diri.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *