Mahasiswa, Tugas, dan Tenggat

Sumber Gambar: idn.freepik.com

Mahasiswa pasti tidak asing dengan kata deadline (tenggat). Ia merupakan patokan waktu atau batas waktu pengumpulan tugas bagi mahasiswa. Hampir semua tugas pasti ada batas waktunya. Namun, ia terartikan bukan hanya batas waktu pengumpulan tugas tetapi juga cerminan mahasiswa dalam mengatur waktu. Banyak mahasiswa yang berbeda pandangan terkait batas waktu ini. Pandangan itu bagi sebagian mahasiswa adalah hal yang menakutkan atau menyebabkan kecemasan tersendiri. Namun ada juga yang menjadikan tenggat ini sebagai semangat bergerak.

Di dunia perkuliahan juga tidak asing dengan frasa “kejar waktu”. Makna kejar waktu menjelang tenggat sudah terbiasa terjadi di lingkungan perkuliahan. Kejar waktu sendiri berarti mahasiswa berusaha keras secepat-cepatnya menyelesaikan tugas supaya tidak terlambat sesuai waktu. Selain dua istilah tadi, ada juga frasa  “sistem kebut semalam” yang pasti tidak asing bagi mahasiswa. Yaitu bagaimana seorang mahasiswa menyelesaikan tugasnya dalam waktu semalam saja. Terselesaikan semalam saja, walau banyak, yang penting tidak lebih dari waktu yang ada.

Selain itu, banyak juga mahasiswa-mahasiswa yang rela hari liburnya terisi dengan mengerjakan tugas baik tugas individu ataupun kelompok. Yang biasanya kondisi kampus pada hari libur itu sepi, karena tenggat, kampus bisa jadi ramai karena menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa mengerjakan tugas kelompok.

Tidak hanya di lingkungan kampus saja tapi juga di ruang pesan grup akan ramai seketika karena paniknya mendekati tenggat. Semua kejadian-kejadian itu bisa terjadi karena hal sepele yaitu menunda tugas “nanti saja”. Namun, nanti akan berasa tiba-tiba batas waktu pekerjaan sudah di depan mata. Dan nanti akhirnya menyesal dan berkata “kenapa tidak aku kerjakan dari kemarin-kemarin”.

Mengatur dan Menunda

Jadi penting sekali bagi mahasiswa untuk bisa mengatur waktu dengan lebih baik. Namun, banyak juga mahasiswa yang tergoda untuk menunda tugas. Godaan ini dapat berupa media sosial, frasa “nanti saja”, gim online, atau yang lainnya. Karena godaan itu membikin mahasiswa kurang fokus dalam mengatur waktu untuk mengerjakan tugas.

Baca Lainya  Di Ujung Pilihan Salah Jurusan

Jika itu terjadi, nantinya akan membebani mahasiswa karena banyak tugas tertumpuk dan harus menyelesaikannya dengan tidak melebihi tenggat. Kebiasaan ini juga menimbulkan dampak kurang baik bagi psikologis dan kesehatan dalam diri mahasiswa. Contohnya begadang untuk mengerjakan tumpukan tugas bisa menimbulkan stres dan kelelahan.

Manakala terjadi secara terus-menerus akan menurunkan daya tahan fisik mahasiswa. Hal itu tidak boleh mahasiswa biarkan, karena akan mempengaruhi kebiasaan. Yakni bekerja karena tertekan waktu, jadi bukan karena tanggung jawab.

Namun, di sisi lain “kejar waktu” itu teranggap hal yang wajar. Bahkan bisa termaknai sebagai kebanggaan diri sendiri. Kenapa demikian? Karena bisa menyelesaikan banyak tugas dalam menit-menit terakhir. Akan tetapi kebiasaan ini dapat menjadikan efek yang tidak baik di dunia kerja. Karena di dunia kerja tidak mengenal alasan “baru bisa terkerjakan semalam”.

Mengelola Kebiasaan

Maka dari itu, pantas bila orang menganggapnya sebagai hal kurang profesional dalam bekerja. Karena profesional dalam bekerja harus terlatih sejak dini. Salah satu contohnya mengolah waktu dengan sebaik baiknya. Mahasiswa yang terbiasa mengatur waktu dengan baik artinya memikiki kemampuan mengelola diri mereka sendiri.

Selain untuk kegiatan akademik, mengelola waktu dengan baik akan berdampak positif pada kesehatan mental. Karena dengannya, maka kualitas kehidupan mahasiswa akan seimbang. Seperti tidur cukup dan belajar dengan semangat tinggi. Dengan itu juga dapat menjaga kestabilan emosional pada diri mahasiswa. Namun bagi mahasiswa yang kurang mampu mengelola waktunya itu akan menimbulkan dampak seperti sering gelisah.

Belajar mengelola waktu itu tidak mudah dan tidak bisa instan. Harus beradaptasi terlebih dahulu dengan memulai hal-hal kecil, seperti membuat susunan kegiatan harian dan menghindari menunda pekerjaan. Maka dari itu, mahasiswa, tugas, dan tenggat adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Jika hal-hal kecil ini terkerjakan rutin pasti berdampak pada perilaku keseharian. Yang dulunya suka menunda pekerjaan akan lebih rajin lagi karena terjadwal dan gerak cepat.

Baca Lainya  Mahasiswa dan Santri: Dua Ruang Belajar, Satu Semangat

Tenggat itu tidak akan dianggap menakutkan bagi mahasiswa apabila dapat menghadapinya dengan baik. Salah satunya dengan mengelola waktu dengan bijak. Dari itu juga akan menentukan hasil pekerjaan yang mahasiswa lakukan. Tenggat jangan dianggap suatu kepanikan, tetapi sebagai pengingat supaya disiplin dan bertanggung jawab. Maka dari itu, siapa yang bisa mengelola waktu dengan baik atau bisa dikatakan berdamai dengan waktu, ia sejatinya akan lebih maju dalam menguasai kehidupan, serta dapat memahami diri sendiri.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *